Metropolitan

Historic Moment: Area Bekas Tiang Monorel Mangkrak Ditata Ulang, Jalan Rasuna Said Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta

Historic Moment: Jalan Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta Setelah Pengembangan Area Bekas Tiang Monorel Pengembangan Area Bekas Tiang Monorel Sebagai Bagian

Desk Metropolitan
Published Mei 10, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Historic Moment: Jalan Rasuna Said Jadi Ikon Baru Jakarta Setelah Pengembangan Area Bekas Tiang Monorel

Pengembangan Area Bekas Tiang Monorel Sebagai Bagian dari Historic Moment Jakarta

Historic Moment – Dalam rangka memperingati historic moment ke-499 Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkenalkan proyek revitalisasi Jalan Rasuna Said. Lokasi yang terletak di kawasan Segitiga Emas Kuningan ini akan menjadi simbol baru perkembangan kota, sekaligus mengubah wajah Jakarta yang lebih modern. Proyek ini tidak hanya menawarkan keindahan arsitektural, tetapi juga merupakan bagian dari upaya mendorong kota menjadi lebih hijau dan ramah lingkungan.

“Pengembangan Jalan Rasuna Said akan menjadi historic moment penting dalam sejarah Jakarta. Kami berharap ini bisa menginspirasi kota-kota lain untuk berinovasi,” terang Pramono Anung saat acara deklarasi di Plaza Festival, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2026).

Dalam rangkaian acara tersebut, Gubernur DKI Jakarta tidak hanya fokus pada pengembangan fisik, tetapi juga menekankan pentingnya ekosistem kota yang seimbang. Pembersihan 109 tiang monorel yang mangkrak menjadi langkah awal dalam membebaskan area tersebut dari penggunaan yang tidak produktif. Hasilnya, ruang publik yang lebih luas dan nyaman akan terbentuk, berpotensi mengubah pengalaman masyarakat saat berkunjung ke kawasan tersebut.

Detail Proyek dan Target Penyelesaian

Dengan anggaran sebesar Rp 100 miliar, proyek revitalisasi Jalan Rasuna Said mencakup perluasan jalur lalu lintas, peningkatan fasilitas pejalan kaki, serta penataan sistem drainase yang lebih efisien. Proses ini dirancang untuk selesai pada bulan Juni 2026, menjadikannya salah satu landmark terbaru yang akan dikenal masyarakat Jakarta. Menurut Pramono, transformasi ini merupakan bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih berkelanjutan dan modern.

“Proyek ini tidak hanya mengubah tampilan fisik kawasan, tetapi juga membawa historic moment sejarah kota Jakarta ke era baru. Kami yakin Jalan Rasuna Said akan menjadi pusat aktivitas budaya dan ekonomi,” jelasnya.

Kehadiran Pramono di Plaza Festival juga menarik perhatian sejumlah duta besar dari negara-negara seperti Bosnia, Swiss, Venezuela, India, Singapura, Belanda, dan Malaysia. Mereka turut menyaksikan pemerintah DKI Jakarta menggandeng organisasi lokal untuk menggerakkan gerakan pilah sampah. Menurut Pramono, kolaborasi ini merupakan upaya menggabungkan kesejahteraan lingkungan dengan kemajuan infrastruktur.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat hadir untuk meninjau progres proyek. Mereka memberikan dukungan penuh atas langkah-langkah pemerintah yang berupaya menciptakan lingkungan kota yang lebih hijau. Dalam keterangan bersama, kedua menteri menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi contoh sukses dalam pengelolaan sumber daya alam di kota besar.

Proyek revitalisasi Jalan Rasuna Said juga menggambarkan komitmen pemerintah dalam menangani masalah kota yang padat. Dengan menambah ruang hijau dan aksesibilitas yang lebih baik, Jakarta dapat mengurangi kontribusi polusi udara dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pembenahan infrastruktur ini diharapkan mampu memperkuat posisi Segitiga Emas sebagai pusat kegiatan kota, sekaligus memperkenalkan historic moment baru dalam sejarah perkembangan Jakarta.

Leave a Comment