Seleb

Facing Challenges: Kondisi Ammar Zoni saat Tiba di Lapas Nusakambangan usai Sempat Menolak Lalu Pasrah

Tantangan di Lapas Nusakambangan Facing Challenges, Ammar Zoni kembali dihadapkan pada momen bersejarah saat tiba di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa

Desk Seleb
Published Mei 10, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Ammar Zoni Hadapi Tantangan di Lapas Nusakambangan

Facing Challenges, Ammar Zoni kembali dihadapkan pada momen bersejarah saat tiba di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 06.55 WIB. Setelah menjalani proses persidangan, ia dan lima narapidana lainnya dipindahkan dari Lapas Cipinang ke lokasi penjara yang terkenal sebagai penjara kelas satu ini. Meski sebelumnya menolak transfer, Ammar akhirnya memutuskan untuk pasrah dan melangkah ke Lapas Nusakambangan dengan suasana yang terasa berbeda.

Proses Pemindahan dan Kondisi saat Tiba di Lapas Nusakambangan

Proses pemindahan Ammar Zoni ke Lapas Nusakambangan berjalan lancar, seperti diungkapkan oleh Kasubdit Kerja Sama Ditjenpas, Rika Aprianti. “Pemindahan ini dilakukan setelah semua persidangan selesai, dan semua pelaku menjalani sesuai aturan,” jelas Rika dalam wawancara virtual yang dikutip Minggu (10/5/2026). Ia menyebutkan bahwa Ammar tiba di lapas dengan kondisi fisik yang baik, tanpa tanda-tanda kelelahan atau hambatan. “Kondisi kesehatannya stabil, semua pihak dalam keadaan sehat,” tambah Rika.

Ammar Zoni terkena pemindahan ini karena dianggap memiliki risiko tinggi dalam menjalani hukuman. Lapas Nusakambangan, yang terletak di Pulau Jawa, dikenal sebagai tempat penjara yang memiliki keamanan ketat dan lingkungan yang menantang bagi para tahanan. Kondisi ini memicu berbagai perasaan di dalam diri Ammar, mulai dari kekecewaan hingga keputusasaan, namun ia akhirnya menerima keputusan tersebut dengan sikap terbuka.

Dalam perjalanan ke Lapas Nusakambangan, Ammar sempat menunjukkan keinginan untuk menolak. Ia mengungkapkan keraguan terhadap keputusan pemindahan ini melalui pernyataannya yang menunjukkan emosi. “Saya merasa ada ketidakadilan, tapi akhirnya saya memilih untuk pasrah,” katanya dalam sebuah wawancara. Meski menolak sebelumnya, ia akui bahwa lingkungan di Lapas Nusakambangan memberikan tantangan yang lebih besar, sehingga membuatnya lebih bersiap untuk menghadapinya.

Menurut Rika, pemindahan ke Lapas Nusakambangan bukan hanya berdasarkan pengarahan hukum, tetapi juga untuk mengurangi risiko pelanggaran hukum di masa depan. “Pelaku pemindahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan dan proses penjara yang lebih intensif,” ujarnya. Ammar, yang masuk dalam kategori pidana high risk, ditempatkan di lapas ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga konsistensi dalam pemberlakuan hukuman.

Penolakan Awal hingga Pasrah dalam Menjalaninya

Ammar Zoni memang sempat menolak pemindahan ke Lapas Nusakambangan, tetapi ia akui bahwa keputusan itu jadi lebih mudah diterima setelah proses persidangan selesai. “Saya merasa sedih, tapi saya juga berpikir ini adalah langkah yang wajib saya ambil,” katanya. Penolakan awalnya mungkin karena ketidakpuasan terhadap tuntutan atau proses hukum, namun ia mengakui bahwa lapas ini menjadi bagian dari perjalanan perubahan dalam hidupnya.

Pemindahan ke Lapas Nusakambangan juga diikuti oleh keluarga dan pengacara Ammar. Mereka menyatakan dukungan terhadap keputusan tersebut, meski menyesal karena Ammar harus menghadapi tantangan baru. “Keluarga kami berharap dia bisa menjalani hukuman dengan baik dan tetap menjaga semangatnya,” ujar salah satu anggota keluarga dalam wawancara terpisah. Ini menunjukkan bahwa meski ada perlawanan awal, Ammar akhirnya memilih untuk menghadapi tantangan tersebut dengan tekad.

Leave a Comment