Nasional

What Happened During: Cegah Kecelakan Bus ALS, Anggota Komisi V DPR Lokot Nasution Usul Penerapan SMK3 di Pool Armada

What Happened During: Cegah Kecelakan Bus ALS, Lokot Nasution Dorong SMK3 di Depo Armada What Happened During – Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Lokot

Desk Nasional
Published Mei 10, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

What Happened During: Cegah Kecelakan Bus ALS, Lokot Nasution Dorong SMK3 di Depo Armada

What Happened During – Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Lokot Nasution mengusulkan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di semua depo armada bus dan truk. Menurutnya, inisiatif ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan keamanan di jalan raya, terutama setelah kecelakaan mematikan yang melibatkan bus ALS dan truk tangki di Sumatera Selatan, menewaskan 16 orang minggu lalu. Lokot menekankan bahwa kecelakaan tersebut bukan hanya kebetulan, tetapi hasil dari kurangnya pengelolaan keselamatan yang terpadu di tempat operasional.

SMK3: Solusi Berkelanjutan untuk Industri Transportasi

Kelompok kerja Lokot Nasution mengusulkan bahwa SMK3 harus dibangun oleh para ahli keselamatan kerja umum. Menurutnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) memiliki peran kunci dalam mengeluarkan sertifikasi ini, karena SMK3 tidak hanya mengatur prosedur kerja, tetapi juga menciptakan budaya keselamatan yang mengakar dalam operasional sehari-hari. “What Happened During kecelakaan di Sumatera Selatan menunjukkan kebutuhan mendesak untuk mengubah sistem pengelolaan armada dari sumbernya,” jelas Lokot dalam wawancara dengan media.

Sistem SMK3 dirancang untuk mencakup berbagai aspek seperti pemeriksaan kendaraan, pelatihan pengemudi, dan pengendalian risiko di lingkungan kerja. Dengan penerapan ini, para pengusaha transportasi diharapkan bisa mencegah kecelakaan yang sering terjadi akibat kesalahan operasional atau kurangnya perawatan kendaraan. Lokot menilai SMK3 menjadi dasar untuk menegakkan standar keselamatan secara nasional, sekaligus meminimalkan kejadian serupa yang bisa mengganggu kehidupan masyarakat.

Standar Keselamatan di Depo: Dari Baju Keselamatan hingga Peraturan Merokok

Dalam wawancara, Lokot mengungkapkan bahwa penerapan SMK3 harus dimulai dengan memastikan depo armada memenuhi kriteria keselamatan kerja. Salah satu aturan yang diusulkan adalah penggunaan baju keselamatan oleh semua pekerja, termasuk pengemudi dan teknisi. “What Happened During kecelakaan terdahulu menunjukkan bahwa perlengkapan keselamatan yang kurang dapat memperparah kondisi kecelakaan,” tegas Lokot. Ia juga menekankan larangan merokok di area depo, karena risiko kebakaran atau kecelakaan akibat asap bisa terjadi secara tak terduga.

Menurut Lokot, SMK3 harus menjadi pedoman untuk semua depo, baik yang menyimpan kendaraan maupun tempat service. “What Happened During di lapangan mengajarkan bahwa keselamatan harus diawali dari manajemen internal. Jika depo tidak menjaga kondisi kerja yang aman, maka kecelakaan bisa terulang,” tambahnya. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini akan memperkuat respons kecelakaan, karena seluruh stakeholder memiliki tanggung jawab yang jelas.

Peran Kesehatan Pengemudi dalam SMK3

Lokot menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan pengemudi secara berkala sebagai bagian dari SMK3. Dalam rancangan ini, pengemudi wajib menjalani tes fisik dan mental setiap enam bulan, termasuk pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, serta uji narkoba. “What Happened During kecelakaan yang terjadi menunjukkan bahwa pengemudi yang tidak dalam kondisi optimal bisa menjadi faktor utama kecelakaan,” ujarnya. Pemeriksaan ini dianggap sebagai bagian dari upaya meminimalkan risiko kesalahan manusia yang sering menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas.

Dalam rangka menerapkan SMK3, Kemenaker juga diharapkan menjadi pengawas utama. Lokot mengatakan bahwa penerapan sistem ini memerlukan koordinasi antara pemerintah, pengusaha, dan para pekerja. “What Happened During kecelakaan di Sumatera Selatan memberikan pelajaran bahwa keselamatan harus dipandang sebagai prioritas, bukan sekadar formalitas,” lanjutnya. Ia juga menekankan bahwa SMK3 akan membantu meningkatkan kualitas layanan transportasi, karena pengemudi yang sehat dan kendaraan yang terawat akan mengurangi kejadian kecelakaan di jalan raya.

Implementasi SMK3: Langkah Awal untuk Perubahan Sistem

Menurut Lokot, penerapan SMK3 di semua depo armada adalah langkah awal dalam menyelaraskan manajemen keselamatan kerja. Ia menilai bahwa pengusaha transportasi wajib menyediakan fasilitas seperti ruang istirahat, tempat pemeriksaan keselamatan, serta pelatihan berkendara berkala. “What Happened During kecelakaan mematikan tersebut harus menjadi titik balik bagi industri transportasi. Dengan SMK3, kita bisa mengubah pola keselamatan dari sumbernya,” jelas Lokot. Ia menambahkan bahwa implementasi ini juga akan memberikan kepercayaan lebih kepada masyarakat terhadap keselamatan pengguna jasa transportasi.

Lebih lanjut, Lokot mengusulkan agar SMK3 menjadi bagian dari sertifikasi depo armada. “What Happened During kecelakaan memperlihatkan bahwa keselamatan kerja tidak hanya berkaitan dengan kecelakaan di jalan, tetapi juga dengan cara depo mengelola operasionalnya sehari-hari,” tambahnya. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini akan memerlukan perubahan kebiasaan dalam industri transportasi, sekaligus menjadi bentuk pengawasan yang lebih ketat untuk mencegah risiko serupa di masa depan.

Langkah Nyata untuk Keselamatan Nasional

Lokot Nasution optimis bahwa penerapan SMK3 akan membawa perubahan signifikan bagi industri transportasi. Menurutnya, sistem ini memberikan struktur yang jelas untuk meminimalkan kecelakaan, baik dalam pengoperasian maupun perawatan armada. “What Happened During kecelakaan di Sumatera Selatan memberikan sinyal bahwa kita harus memperbaiki keselamatan dari awal. SMK3 adalah jawaban untuk hal ini,” tegas Lokot. Ia juga menyoroti bahwa kebijakan ini tidak hanya melindungi pengemudi, tetapi juga meningkatkan keselamatan penumpang serta pekerja di lingkungan depo.

Dalam pernyataannya, Lokot mengingatkan bahwa penerapan SMK3 memerlukan kepastian dari pemerintah dalam memberikan sertifikasi. “What Happened During kecelakaan mematikan tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat standar keselamatan. Jika SMK3 diterapkan, maka kita bisa mengurangi risiko kecelakaan hingga 70 persen, menurut penelitian sebelumnya,” katanya. Lokot menekankan bahwa SMK3 bukan hanya kebijakan, tetapi komitmen untuk menjaga keselamatan di seluruh jaringan transportasi nasional.

Leave a Comment