Enung Hasanah Akui Jawaban BAP Bukan Hasil Pengetahuan Sendiri
Beritahitam.com – Enung Hasanah, seorang staf administrasi dr. Samira yang lebih dikenal dengan panggilan Doktif, menjadi saksi dalam persidangan dugaan pelanggaran Undang-Undang Kesehatan yang melibatkan dr. Richard Lee. Dalam keterangannya, ia mengakui bahwa beberapa informasi yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebenarnya bukan berasal dari pemahamannya sendiri.
Konfirmasi Asal Usul Istilah Kedokteran
Pernyataan tersebut muncul saat Tony RM, kuasa hukum Richard Lee, mulai menggali lebih dalam mengenai sumber jawaban yang diberikan Enung. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menyangkut penjelasan rinci tentang kandungan White Tomato sebagai produk pembanding Glubio, serta nama pabrik yang memproduksi produk tersebut.
“Saksi tahu apa nama lain White Tomato?” tanya Tony RM di PN Tangerang, Senin (27/7/2026).
“Solanum lycopersicum,” jawab Enung.
Enung kemudian secara terbuka mengakui bahwa beberapa istilah kedokteran yang digunakannya dalam BAP sebenarnya diberitahu langsung oleh Doktif. Ia menjelaskan bahwa dr. Samira lah yang memberikan informasi tersebut kepadanya.
“Saya dikasih tahu sama dr. Samira,” kata Enung.
Validitas Jawaban Teknis Dipertanyakan
Ketika Tony membacakan bagian lain dalam BAP yang menyebutkan White Tomato memiliki kesamaan dengan produk Glubio, Enung kembali menegaskan bahwa sumber informasinya adalah dr. Samira.
“Iya, saya diberitahu sama dr. Samira,” katanya lagi.
Sebelumnya, Tony juga sempat mempertanyakan dasar Enung dalam menjelaskan dugaan pelanggaran terkait penggunaan DNA Salmon maupun Stem Cell. Ketika ditanya mengenai asal-usul pengetahuannya tentang aturan penggunaan jarum medis dan dugaan pelanggaran hukum, Enung mengaku hanya mengetahui aturan tersebut dari lingkungan tempatnya bekerja.
“Peraturannya saya tidak tahu,” ujar Enung di hadapan majelis hakim.
Pengakuan ini kemudian dimanfaatkan oleh Tony RM untuk mempertanyakan validitas sejumlah jawaban dalam BAP yang dinilai sangat teknis. Saksi sendiri mengakui bahwa ia bukan tenaga kesehatan dan memiliki pendidikan terakhir setingkat SMK.

