Regional

Identitas 6 Tersangka Pembunuhan Brigadir Eko di Tanjabtim Jambi, 5 Polisi dan 1 Warga Sipil

Polda Jambi telah resmi menetapkan identitas 6 tersangka pembunuhan Brigadir Eko Winarno dalam kasus yang mengguncang masyarakat Tanjung Jabung Timur. Dari

Desk Regional
Published Juli 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : David Wilson - beritahitam.com

Identitas 6 Tersangka Pembunuhan Brigadir Eko di Tanjabtim Jambi

Beritahitam.com – Polda Jambi telah resmi menetapkan identitas 6 tersangka pembunuhan Brigadir Eko Winarno dalam kasus yang mengguncang masyarakat Tanjung Jabung Timur. Dari enam orang yang ditetapkan sebagai tersangka, lima di antaranya merupakan anggota kepolisian dan satu orang lagi adalah warga sipil. Kasus ini bermula dari penganiayaan yang kemudian berujung pada kematian korban, sehingga status perkara pun meningkat dari penyelidikan menjadi penyidikan resmi. Proses hukum kini memasuki tahap penahanan dan pemeriksaan mendalam terhadap setiap tersangka.

Proses Investigasi oleh Tim Mabes Polri

Kematian Brigadir Eko Winarno, anggota Bagops Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, menarik perhatian langsung dari kantor pusat Polri. Mabes Polri segera mengirimkan tim khusus yang terdiri dari Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum), Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam), serta Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri. Tim ini bertugas mendampingi proses penyelidikan dan memastikan bahwa setiap langkah investigasi dilakukan dengan transparan dan akuntabel. Kehadiran tim pusat ini juga menunjukkan betapa seriusnya kasus ini ditangani oleh otoritas kepolisian nasional.

Brigadir Eko ditemukan dalam keadaan tewas di kamar kosnya pada dini hari Sabtu, 18 Juli 2026. Hasil visum medis yang dilakukan oleh tim dokter forensik menunjukkan bahwa korban mengalami luka lecet serta memar di berbagai bagian tubuhnya. Temuan medis ini menjadi salah satu bukti kunci yang mendukung teori penganiayaan sebagai penyebab kematian. Para ahli forensik juga melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan tidak ada indikasi lain yang mungkin terlewatkan dalam investigasi awal.

Kronologi dan Identitas Para Tersangka

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji, menjelaskan secara rinci bagaimana proses penetapan tersangka berlangsung. Menurut beliau, penyidik telah mengumpulkan berbagai bukti dan menggelar perkara dengan ketat. Proses hukum ini mengalami peningkatan status pada hari Jumat, dari sekadar penyelidikan menjadi penyidikan resmi. Peningkatan status ini memungkinkan penyidik untuk melakukan penahanan terhadap para tersangka yang telah diidentifikasi.

“Pada hari Jumat, penyidik telah meningkatkan status dari penyelidikan menjadi penyidikan. Kemudian, pada hari Sabtu, telah menetapkan enam orang tersangka,” ucapnya, Senin (27/7/2026).

Kabupaten Tanjabtim berada di pesisir pantai timur Pulau Sumatra dengan jarak sekitar 68 kilometer menuju pusat Kota Jambi. Lokasi ini menjadi saksi bisu dari kasus yang kini sedang diselidiki secara mendalam. Hingga saat ini, peran masing-masing tersangka serta motif di balik pembunuhan masih terus ditelusuri oleh tim penyidik. Para ahli juga sedang memeriksa kemungkinan adanya keterlibatan pihak ketiga atau faktor eksternal lainnya.

“Masih didalami bagaimana perannya, bagaimana keterlibatan masing-masing personel,” lanjutnya.

Rumor mengenai penggunaan narkoba juga sedang ditelusuri melalui pemeriksaan sejumlah saksi. Tim penyidik berencana untuk melakukan tes urine terhadap para tersangka untuk memastikan apakah ada indikasi penyalahgunaan narkoba pada saat kejadian. Kelima tersangka dari kepolisian terdiri dari Aipda MA, Aipda EF, Bripka DHR, Brigadir UJS, dan Bripda EBD. Sementara itu, warga sipil yang ditetapkan sebagai tersangka berinisial B dan diyakini memiliki hubungan dekat dengan korban.

Kasus ini diharapkan dapat memberikan kejelasan bagi keluarga korban dan masyarakat Tanjabtim. Proses hukum akan terus berjalan hingga seluruh tersangka dapat mempertanggungjawabkan perannya masing-masing. Identitas 6 tersangka pembunuhan Brigadir Eko ini menjadi fokus perhatian media dan publik selama beberapa hari terakhir. Para ahli hukum juga menilai bahwa kasus ini dapat menjadi preceden penting dalam penanganan kasus penganiayaan yang berujung pada kematian di lingkungan kepolisian.

Leave a Comment