Nasional

Keluarga di Banyumas Ikhlas Lahir Batin atas Tewasnya Sutrimo, Pilih Tak Lapor Polisi

Peristiwa tragis yang menimpa Sutrimo telah meninggalkan duka mendalam bagi sanak saudara di Banyumas. Pria yang dikenal sebagai penjaga rumah mantan Jaksa

Desk Nasional
Published Juli 29, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : William Gonzalez - beritahitam.com

Keluarga di Banyumas Ikhlas Lahir atas Kematian Sutrimo

Beritahitam.com – Peristiwa tragis yang menimpa Sutrimo telah meninggalkan duka mendalam bagi sanak saudara di Banyumas. Pria yang dikenal sebagai penjaga rumah mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung ini meninggal dunia dalam keadaan yang belum sepenuhnya terungkap. Keluarga besar Sutrimo, yang berasal dari Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, telah menyatakan sikap mereka dengan tegas. Mereka memilih untuk tidak melaporkan kematian sang kerabat kepada pihak kepolisian dan menerima segala ketentuan dengan hati yang lapang.

Perwakilan keluarga, Ardi, ditemui di depan rumah mendiang pada hari Selasa (28/7/2026). Ia menyampaikan bahwa orang tua Sutrimo belum bisa menerima kunjungan karena sedang dalam kondisi sakit. “Mohon maaf ibu (almarhum Sutrimo –Red) sedang sakit, sekarang kondisinya lagi tenang,” ujarnya dengan penuh rasa hormat. Ia juga menambahkan permohonan maaf karena keluarga tidak dapat menerima kehadiran wartawan saat itu. Keikhlasan keluarga menjadi hal yang paling menonjol dalam setiap pernyataan mereka.

“Mohon maaf kami tidak bisa menerima kedatangan wartawan, keluarga sudah mengikhlaskan,” lanjutnya dengan nada yang tenang namun tegas.

Selain menyatakan keikhlasan, Ardi menegaskan bahwa keluarga tidak berniat menempuh jalur hukum dalam kasus ini. “Nggak, nggak mau (menempuh jalur hukum—Red). Sudah ikhlas lahir batin pokoknya,” tegasnya. Keputusan ini diambil setelah keluarga mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kondisi kesehatan orang tua Sutrimo yang sedang tidak baik-baik saja. Mereka merasa bahwa melaporkan kematian ke polisi bukanlah jalan yang tepat pada saat ini.

Sutrimo dan Hubungannya dengan Pejabat Kejaksaan Agung

Di Banyumas, nama Sutrimo cukup dikenal sebagai penjaga rumah atau kepala rumah tangga (karumga) milik mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Ardiansyah. Sutrimo telah melayani keluarga Febrie selama beberapa tahun dan dikenal sebagai pribadi yang setia serta bertanggung jawab. Namun hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari kepolisian maupun dari pihak Febrie mengenai hubungan antara Sutrimo dengan eks-Jampidsus tersebut.

Kematian Sutrimo, pria asal Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, hingga kini masih menjadi pertanyaan. Polda Metro Jaya masih terus menyelidiki kasus ini dengan saksama. Mendiang ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri di depan klinik kecantikan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada hari Kamis (23/7/2026) yang lalu. Kondisi tubuhnya menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan, namun penyebab pastinya masih dalam penyelidikan.

Sayangnya, korban tidak selamat dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan. Tim medis berusaha melakukan pertolongan pertama, namun upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Keluarga di Banyumas pun memilih untuk menerima segala ketentuan dengan hati yang lapang. Mereka tidak ingin kasus ini menjadi beban tambahan bagi orang tua Sutrimo yang sedang sakit.

Peristiwa ini telah menarik perhatian masyarakat luas, terutama di Banyumas. Banyak warga yang merasa prihatin dengan nasib Sutrimo dan keluarga yang ditinggalkan. Mereka berharap penyelidikan oleh Polda Metro Jaya dapat menemukan kebenaran yang sebenarnya. Sementara itu, keluarga di Banyumas terus mendoakan sang kerabat dan berusaha menjalani kehidupan dengan penuh kesabaran.

Ketika ditanya mengenai rencana selanjutnya, Ardi menyatakan bahwa keluarga akan tetap tinggal di Banyumas dan tidak berniat pindah ke Jakarta. “Kami sudah ikhlas, dan kami ingin melanjutkan hidup di sini,” ujarnya. Keputusan ini menunjukkan bahwa keluarga Sutrimo telah siap menghadapi kenyataan dan tidak ingin terikat dengan proses hukum yang panjang. Mereka percaya bahwa keikhlasan adalah jalan terbaik untuk melewati masa-masa sulit ini.

Sebagai penutup, keluarga di Banyumas Ikhlas Lahir Batin atas kepergian Sutrimo. Mereka tidak menyalahkan siapa pun dan tidak menuntut keadilan melalui jalur hukum. Bagi mereka, yang terpenting adalah Sutrimo telah menemukan tempat peristirahatan yang layak. Doa dan harapan keluarga terus mengalir untuk sang kerabat yang telah pergi lebih dulu. Semoga keluarga Sutrimo diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehidupan ke depannya.

Leave a Comment