Regional

Pernah Didemo karena Dinilai Tak Peduli, Lurah Syerly Kini Viral Lontarkan ‘Ciyee Curhat Dia Bah’

Lurah Syerly dari Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan publik. Nama lurah ini ramai

Desk Regional
Published Juli 30, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : James Miller - beritahitam.com

Pernah Didemo karena Dinilai Tak Peduli, Lurah Syerly Viral

Beritahitam.com – Lurah Syerly dari Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan publik. Nama lurah ini ramai diperbincangkan setelah melontarkan kalimat yang dianggap meremehkan warga. Pernyataan tersebut terdengar saat ia mendampingi Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dalam kunjungan resmi ke wilayahnya. Kalimat “Ciyee curhat dia bah” yang diucapkannya dengan nada santai menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial.

Kejadian tersebut terjadi di tengah suasana warga yang sedang menyampaikan keluhan serius seputar keamanan lingkungan. Syerly menyela pembicaraan dengan celetukan yang dinilai kurang menghargai perasaan penduduk setempat. Warga merasa bahwa lurah mereka seharusnya lebih peka terhadap kondisi lingkungan yang mereka hadapi sehari-hari. Ungkapan tersebut langsung viral dan memicu diskusi luas di kalangan masyarakat Medan.

Sejarah Demonstrasi Warga terhadap Lurah Syerly

Menelusuri lebih dalam, ternyata peristiwa viral ini bukan kali pertama Syerly berhadapan dengan ketidakpuasan masyarakat. Sebelumnya, pada bulan Desember 2025, ia sempat menjadi sasaran aksi demonstrasi oleh warganya sendiri. Tepatnya pada hari Selasa tanggal 9 Desember 2025, puluhan warga yang mayoritas ibu rumah tangga menggelar unjuk rasa di depan Kantor Camat Medan Marelan. Aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap kinerja lurah yang dianggap kurang optimal.

Mereka membawa karton-karton berisi tuntutan kepada Camat Medan Marelan, Zulkifly Pulungan. Para demonstran meminta agar Camat merekomendasikan pencopotan Syerly dari jabatannya. Alasan utamanya adalah penilaian bahwa lurah tersebut kurang aktif bekerja dan jarang berada di kantornya. Ironisnya, Syerly sendiri merupakan warga asli Kelurahan Paya Pasir yang membawahi sembilan kepala lingkungan. Sebagai warga lokal, diharapkan ia lebih memahami kondisi dan kebutuhan masyarakatnya.

“Saat banjir terjadi di tempat yang parah di Paya Pasir, Lurah tidak hadir.”

“Bahkan, sewaktu saya datangi, lurah malah marah sembari mengancam tidak akan ada lagi bantuan yang diberikan ke warga lingkungan kami.”

“Kami memohon kepada Wali Kota Medan agar Lurah Paya Pasir ini digantikan saja,” ujar Syahdan, seorang warga Lingkungan 8 Kelurahan Paya Pasir.

Merespons aksi tersebut, Camat Zulkifly Pulungan menyampaikan ucapan terima kasih atas aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat. Ia mengakui adanya masukan penting dari warga yang perlu ditindaklanjuti. Camat berjanji akan meninjau kembali kinerja Syerly sebagai lurah dan mempertimbangkan masukan dari masyarakat. Proses evaluasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan tentang masa depan kepemimpinan Syerly di kelurahan yang ia pimpin.

Kini, setelah sempat menjadi bahan perbincangan karena sikap yang dinilai kurang peduli, nama Syerly kembali mencuat ke permukaan. Ungkapan “Ciyee curhat dia bah” yang dilontarkannya saat mendampingi wali kota menjadi viral dan memicu diskusi luas di kalangan masyarakat Medan. Banyak warga yang merasa bahwa kejadian ini menunjukkan pola perilaku yang sama dengan masa lalu. Mereka berharap lurah mereka dapat lebih peka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Peristiwa ini juga menjadi pelajaran bagi para pejabat daerah untuk selalu memperhatikan bahasa tubuh dan kata-kata yang diucapkan di depan publik. Meskipun terdengar sepele, sebuah ungkapan kecil dapat menjadi pemicu viral yang berdampak besar. Masyarakat kini semakin kritis dan tidak ragu untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka. Semoga kejadian ini dapat menjadi momentum perbaikan bagi Lurah Syerly dan para pejabat daerah lainnya.

Leave a Comment