Bisnis

Perkuat Hubungan Ekonomi India-Indonesia, Operator Bandara GMR Bakal Perluas Investasi di RI

Perkuat Hubungan Ekonomi India Indonesia melalui investasi strategis di sektor infrastruktur penerbangan. Pertemuan antara Perdana Menteri Sri Narendra Modi

Desk Bisnis
Published Agustus 3, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Mary Smith - beritahitam.com
Table of Contents
  1. GMR Perluas Investasi Bandara di Indonesia
  2. Related Reading

GMR Perluas Investasi Bandara di Indonesia

Beritahitam.com – Perkuat Hubungan Ekonomi India Indonesia melalui investasi strategis di sektor infrastruktur penerbangan. Pertemuan antara Perdana Menteri Sri Narendra Modi dan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting dalam memperkuat kerjasama bilateral kedua negara. Salah satu perusahaan India yang menunjukkan komitmen kuat adalah GMR, operator bandara internasional yang berencana memperluas portofolio investasinya di Indonesia. Langkah ini sejalan dengan visi kedua pemimpin untuk meningkatkan konektivitas ekonomi regional melalui proyek-proyek infrastruktur besar.

Srinivas Bommidala, Business Chairman International Airports and Energy GMR, menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis India di kawasan ASEAN. Komitmen ini tercermin dari rencana ekspansi investasi yang akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan. “Indonesia merupakan mitra strategis India di ASEAN, karena itu kami berkomitmen untuk memperluas investasi di sana,” ujar Bommidala dalam keterangannya, Senin (3/7/2026). Pernyataan ini menunjukkan keseriusan GMR dalam mengembangkan kehadiran di pasar Indonesia yang terus berkembang.

Ekspansi Infrastruktur Penerbangan di Indonesia

GMR telah memulai jejak investasinya di Indonesia melalui pengembangan Bandara Internasional Kualanamu di Medan. Namun, menurut Bommidala, masih terdapat ruang yang sangat luas untuk pengembangan lebih lanjut. Perusahaan ini memiliki visi untuk menciptakan platform penerbangan internasional yang terintegrasi, dan Indonesia memegang peranan krusial dalam mewujudkan visi tersebut. Dengan posisi geografis yang strategis, Indonesia berpotensi menjadi hub penerbangan utama di kawasan Asia Tenggara.

Strategi ekspansi GMR tidak hanya berfokus pada Indonesia. Perusahaan ini juga telah melaksanakan berbagai aksi korporasi di negara-negara lain seperti Filipina dan Yunani. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, GMR aktif meningkatkan kapasitas operasional berbagai bandara di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa GMR memiliki pengalaman dan kapabilitas yang mumpuni untuk mengelola proyek-proyek infrastruktur penerbangan berskala besar.

Proyek Bandara Terbaru di India

Salah satu pencapaian terkini GMR adalah pembangunan Bandara Alluri Sitarama Raju di Bhogapuram, India. Bandara ini diresmikan langsung oleh Perdana Menteri India, Sri Narendra Modi, dan dibangun dalam tempo dua tahun lima bulan. Dengan proyeksi menjadi salah satu pintu gerbang utama yang menghubungkan kawasan Asia Selatan dengan Asia Tenggara, bandara ini menjadi contoh nyata efisiensi pembangunan infrastruktur penerbangan modern.

“Bandara yang dibangun dalam waktu dua tahun lima bulan ini adalah bandara greenfield yang kami bangun dari nol, termasuk akses jalannya,” kata SGK Kishore, Direktur Eksekutif dan Kepala Inovasi GMR. Pembangunan yang cepat ini menunjukkan kemampuan teknis dan manajemen proyek yang handal dari tim GMR.

Jaringan Operasional Global

Portofolio GMR mencakup pengembangan Bandara Internasional Kualanamu di Indonesia melalui skema patungan dengan PT Angkasapura Indonesia. Di benua Eropa, perusahaan bekerja sama dengan pemerintah Yunani serta GEK Terna untuk mengembangkan Bandara Heraklion di Pulau Kreta. Selain itu, GMR juga memberikan layanan konsultasi teknis untuk Bandara Internasional Mactan-Cebu di Filipina. Kerjasama-kerjasama ini menunjukkan kemampuan GMR dalam beradaptasi dengan berbagai model bisnis dan regulasi di setiap negara.

Hingga saat ini, GMR mengelola sembilan bandara dengan total penumpang mencapai rata-rata 121 juta orang per tahun. Angka ini mencerminkan skala operasional perusahaan yang signifikan dan kepercayaan publik terhadap layanan yang diberikan. Dengan pengalaman global yang luas, GMR siap untuk berkontribusi lebih besar dalam pengembangan infrastruktur penerbangan Indonesia.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Investasi GMR di Indonesia

Apa rencana investasi GMR di Indonesia? GMR berencana memperluas investasi di sektor bandara Indonesia, termasuk pengembangan Bandara Kualanamu Medan dan potensi proyek baru lainnya.

Berapa jumlah bandara yang dikelola GMR saat ini? GMR mengelola sembilan bandara di berbagai negara dengan total penumpang mencapai 121 juta orang per tahun.

Bagaimana peran GMR dalam memperkuat hubungan ekonomi India-Indonesia? Melalui investasi di infrastruktur penerbangan, GMR membantu meningkatkan konektivitas dan perdagangan antara kedua negara.

Apa keunggulan bandara greenfield yang dibangun GMR? Bandara greenfield dibangun dari nol, termasuk akses jalan, sehingga memungkinkan desain yang optimal dan efisien.

Apakah GMR hanya berfokus pada Indonesia? Tidak, GMR juga beroperasi di Filipina, Yunani, dan India dengan portofolio yang terus berkembang.

Leave a Comment