Gaya Hidup dan PCOS: Bukan Cuma Faktor Genetik Gaya
Beritahitam.com – Banyak perempuan yang mengira sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan endometriosis hanya diturunkan melalui genetik keluarga. Padahal, Bukan Cuma Faktor Genetik Gaya hidup modern yang menjadi penyebab utama kedua kondisi ini semakin sering didiagnosis. dr. Agus Heriyanto Sp.OG, Subsp FER, MARS MM, spesialis kebidanan dan kandungan dari Eka Hospital BSD, menegaskan bahwa kebiasaan sehari-hari memiliki peran sangat signifikan dalam memicu perkembangan penyakit reproduksi ini.
Apa Itu PCOS dan Endometriosis?
PCOS adalah gangguan hormonal yang umumnya menyerang perempuan dalam masa subur. Kondisi ini ditandai dengan ketidakseimbangan hormon yang dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebih, dan masalah kesuburan. Sementara itu, endometriosis merupakan penyakit kronis di mana jaringan mirip lapisan dalam rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim.
Jaringan endometriosis ini bisa berkembang pada ovarium, tuba falopi, maupun area jaringan di sekitar panggul. Kedua penyakit ini menyerang sistem reproduksi perempuan dan menjadi penyebab utama berbagai gangguan kesuburan. Menariknya, hasil USG yang bersih dari kista belum tentu menjamin seseorang bebas dari PCOS.
Peran Genetik dan Lingkungan
dr. Agus menjelaskan bahwa seseorang memang dapat mewarisi kecenderungan genetik untuk mengalami PCOS maupun endometriosis. Namun, penyakit ini tidak serta merta muncul tanpa adanya pemicu dari lingkungan dan gaya hidup. Genetik bagaikan cetak biru bawaan sejak lahir, sementara kebiasaan harianlah yang menentukan apakah penyakit tersebut akan berkembang atau tidak.
“Yang bisa kita ubah adalah habit, lifestyle. Kenapa ini makin marah ya tadi yang saya bilang. Makannya makin instan, olahraga nya makin jarang,” ungkap dr. Agus pada media briefing di Jakarta Selatan, Senin (3/8/2026).
Tantangan Gaya Hidup Masa Kini
Menurut dokter tersebut, pola hidup masyarakat saat ini semakin menjauh dari kebiasaan sehat. Makanan siap saji kini lebih mudah diakses dibandingkan bahan makanan segar. Selain itu, aktivitas fisik juga menurun drastis karena banyak pekerjaan yang dilakukan dalam posisi duduk. Gaya hidup sedentari menjadi salah satu faktor risiko utama yang sering diabaikan.
Pola makan serba instan, kurangnya pergerakan, hingga minimnya olahraga disebut dapat memperburuk faktor genetik yang sudah dimiliki seseorang. Meskipun genetik tidak dapat diubah, masyarakat masih memiliki peluang untuk menekan risiko dengan memperbaiki kebiasaan hidup sejak dini. Perubahan kecil dalam rutinitas harian dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan reproduksi.
Pencegahan dan Solusi Praktis
Karena itu, masyarakat tidak boleh hanya menyalahkan faktor keturunan tanpa memperhatikan pola hidup yang dijalani setiap hari. Kombinasi antara predisposisi genetik dan gaya hidup modernlah yang menjadi pemicu utama munculnya PCOS dan endometriosis di kalangan perempuan Indonesia. Aktivitas fisik rutin minimal 150 menit per minggu, pola makan seimbang, dan manajemen stres menjadi kunci pencegahan.
Perempuan disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa. Edukasi tentang pentingnya gaya hidup sehat juga perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih sadar akan faktor-faktor yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi mereka.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang PCOS dan Endometriosis
Apakah PCOS bisa disembuhkan? PCOS tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, namun gejalanya dapat dikelola melalui perubahan gaya hidup, obat-obatan, dan terapi hormonal sesuai anjuran dokter.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat perubahan? Perubahan gaya hidup biasanya memerlukan waktu 3-6 bulan untuk menunjukkan hasil yang signifikan pada gejala PCOS dan endometriosis.
Apakah olahraga membantu mengurangi gejala? Ya, olahraga rutin dapat membantu mengatur hormon, menurunkan berat badan, dan mengurangi nyeri pada endometriosis.
Bagaimana cara mencegah kedua kondisi ini? Menjaga berat badan ideal, mengonsumsi makanan bergizi, berolahraga teratur, dan menghindari stres berlebihan adalah langkah pencegahan yang efektif.
