Kesehatan

Kabar Baik Pasien Diabetes: Remisi Bukan Sembuh Tapi Bisa Bebas Obat, Ini Caranya

Bagi mereka yang baru didiagnosis mengidap penyakit gula, hidup tidak harus selalu bergantung pada obat-obatan seumur hidup. Kabar Baik Pasien Diabetes ini

Desk Kesehatan
Published Agustus 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
ilustrasi-obat-462626
Foto : Karen Martinez - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Kabar Baik Pasien Diabetes: Remisi Tanpa Obat, Ini Caranya
  2. Related Reading

Kabar Baik Pasien Diabetes: Remisi Tanpa Obat, Ini Caranya

Beritahitam.com – Bagi mereka yang baru didiagnosis mengidap penyakit gula, hidup tidak harus selalu bergantung pada obat-obatan seumur hidup. Kabar Baik Pasien Diabetes ini datang dari penjelasan para ahli yang menyatakan bahwa kondisi ini bisa mencapai remisi. Remisi berarti kadar gula darah tetap terkendali tanpa perlu konsumsi obat diabetes, selama pemantauan rutin dan gaya hidup sehat terus dijaga dengan konsisten.

Menurut TRIBUNNEWS.COM dari Jakarta, banyak pasien yang merasa cemas saat mengetahui kondisi mereka. Namun, pemahaman yang tepat tentang remisi dapat memberikan harapan baru. Remisi bukan sekadar istilah medis, melainkan tujuan nyata yang bisa dicapai melalui perubahan pola makan, aktivitas fisik, dan manajemen berat badan yang tepat.

Memahami Mekanisme Remisi pada Diabetes Tipe 2

dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD, FINASIM, konsultan endokrin metabolik dan diabetes di DCC Eka Hospital BSD, menjelaskan bahwa peluang remisi sangat bergantung pada fungsi pankreas serta perkembangan penyakit. Pada tahap awal diabetes tipe 2, pankreas masih mampu memproduksi insulin dengan cukup baik. Ketika obesitas diperbaiki dan lemak tubuh berkurang, kerja insulin pun menjadi lebih optimal.

“Kalau kita perbaiki obesitasnya, lemaknya diturunin, kerja insulinnya jadi lebih bagus, ada juga yang kita kenal namanya remisi ya, Prof? Remisi diabetes,” ujar dr Dicky dalam media briefing di Bintaro, Tangerang Selatan, Sabtu (8/8/2026).

Proses ini menunjukkan bahwa tubuh manusia memiliki kemampuan luar biasa untuk pulih ketika diberi kesempatan yang tepat. Pengurangan lemak visceral, terutama di area perut, membantu meningkatkan sensitivitas insulin sehingga glukosa dapat digunakan dengan lebih efisien oleh sel-sel tubuh.

Syarat Mencapai Remisi Tanpa Obat

Remisi membuka peluang bagi pasien untuk mengelola diabetes tanpa bergantung pada obat-obatan. dr Dicky menegaskan bahwa diabetes dapat terkontrol secara mandiri tanpa bantuan obat. Artinya, bagi mereka yang memenuhi kriteria tertentu, kemungkinan untuk bebas dari obat diabetes setelah gula darah stabil memang ada. Namun, penghentian obat tidak boleh dilakukan secara sembarangan oleh pasien sendiri.

Penurunan dosis atau pemberhentian total obat harus didasarkan pada evaluasi menyeluruh dari dokter serta kondisi kesehatan masing-masing individu. Pasien perlu melakukan pemeriksaan gula darah puasa dan HbA1c secara berkala untuk memastikan bahwa kondisi mereka tetap stabil tanpa obat. Selain itu, konsistensi dalam menjalani diet rendah karbohidrat dan olahraga teratur menjadi kunci keberhasilan.

Remisi Bukanlah Kesembuhan Total

Meskipun terdengar sebagai kabar gembira, penting bagi pasien untuk menyadari perbedaan antara remisi dan kesembuhan. dr Dicky menekankan bahwa remisi bukanlah kesembuhan. Kondisi ini memerlukan pemantauan berkelanjutan dan komitmen terhadap pola hidup sehat agar gula darah tetap stabil dalam jangka panjang. Jika pasien kembali ke kebiasaan lama, risiko kekambuhan tetap ada.

Pasien yang mencapai remisi tetap harus melakukan pemeriksaan rutin ke dokter minimal setiap tiga hingga enam bulan sekali. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi perubahan pada fungsi pankreas dan memastikan bahwa tubuh tidak kembali ke kondisi pra-remisi. Dengan demikian, remisi dapat dipertahankan selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun.

Langkah Praktis Menuju Remisi

Untuk mencapai remisi, pasien disarankan untuk memulai dengan penurunan berat badan sebesar 10-15% dari berat badan awal. Studi menunjukkan bahwa penurunan berat badan yang signifikan dapat memulihkan fungsi sel beta pankreas. Selain itu, menghindari makanan tinggi gula dan karbohidrat olahan sangat penting untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu juga direkomendasikan oleh para ahli. Kombinasi antara latihan aerobik dan kekuatan otot dapat meningkatkan sensitivitas insulin secara signifikan. Pasien juga perlu mengelola stres dengan baik karena hormon kortisol dapat meningkatkan kadar gula darah.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Remisi Diabetes

Apakah semua pasien diabetes tipe 2 bisa mencapai remisi? Tidak semua pasien bisa mencapai remisi. Faktor seperti durasi penyakit, fungsi pankreas, dan tingkat obesitas mempengaruhi peluang remisi. Pasien dengan diabetes tipe 2 yang baru didiagnosis memiliki peluang lebih besar.

Berapa lama remisi bisa bertahan? Remisi bisa bertahan selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun jika pasien menjaga gaya hidup sehat dan melakukan pemantauan rutin. Namun, remisi bukan berarti penyakit hilang selamanya.

Apakah pasien remisi tetap perlu kontrol ke dokter? Ya, pasien remisi tetap perlu kontrol ke dokter minimal setiap tiga hingga enam bulan sekali untuk memastikan kondisi tetap stabil dan mendeteksi perubahan dini.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kesehatan diabetes, Anda bisa mengunjungi artikel terkait di TRIBUNNEWS.COM Kesehatan.

Leave a Comment