Buntut Temuan 996 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel, Komnas Anak Ingin Cek Kondisi Psikologis Siswa
Komnas Anak dan DPR RI merespons serius Buntut Temuan 996 Senpi di Sekolah swasta di Jakarta Selatan. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, meminta
Table of Contents
Buntut Temuan 996 Senpi di Sekolah Swasta Jaksel
Beritahitam.com – Komnas Anak dan DPR RI merespons serius Buntut Temuan 996 Senpi di Sekolah swasta di Jakarta Selatan. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, meminta kepolisian menyelidiki temuan 995 senjata api di lembaga pendidikan kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama. Pernyataan ini disampaikan pada Jumat, 7 Agustus 2026, menandai langkah awal pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan sekolah.
“Kami memandang temuan berbagai barang, baik yang diduga berupa senjata api maupun barang lain di lingkungan sekolah ini merupakan persoalan yang sangat serius,” kata Hetifah kepada wartawan.
Menurut Hetifah, aparat penegak hukum harus menangani kasus ini secara profesional dan transparan. Keselamatan peserta didik serta menjaga sekolah sebagai ruang belajar yang aman harus menjadi prioritas utama. Tribunnews melaporkan bahwa penyelidikan akan mencakup seluruh aspek keamanan sekolah.
Kunjungan Komnas Anak untuk Cek Kondisi Psikologis Siswa
Sementara itu, Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Cornelia Agatha, mengonfirmasi rencana kunjungan ke sekolah swasta di Kebayoran Lama. Sekolah ini sebelumnya ditemukan memiliki 996 senjata hingga narkoba. Cornelia menjelaskan bahwa tujuan utama kunjungan ini adalah untuk memantau langsung kondisi psikologis para siswa pasca-insiden penemuan senpi.
“Iya kita memang rencananya mau ke sana ya, untuk melihat kondisi anak-anak di sana bagaimana, memastikan dan mendampingi,” ujar Cornelia saat ditemui di Kantor Komnas Anak, Jakarta Timur, pada hari Minggu, 9 Agustus 2026.
Bagi Cornelia, rasa aman yang pasti merupakan hal krusial bagi anak-anak, terlebih saat mereka berada di lingkungan sekolah. Ia menilai penemuan barang-barang terlarang tersebut dapat mengganggu fokus dan ketenangan belajar, serta berdampak pada kondisi mental siswa. Kasus ini menjadi perhatian khusus bagi para psikolog anak di Jakarta.
“Tentunya diusut dan tentunya juga kita harus concern juga sama anak-anak yang di sana setelah kejadian ini mereka gimana kondisi psikisnya, apakah masih bisa belajar dengan tenang atau bagaimana,” tambah Cornelia.
Sekolah Harus Jadi Tempat Aman bagi Anak
Cornelia juga menyampaikan kecamannya terhadap temuan senjata api dan narkoba di lingkungan pendidikan. Menurutnya, sekolah seharusnya berfungsi sebagai ruang perlindungan yang aman bagi anak-anak ketika berada di luar rumah. Saat ini, Komnas Anak terus mensosialisasikan konsep sekolah ramah anak.
“Karena sekolah itu kan harusnya tempat yang aman ya. Kita kan lagi terus-menerus mensosialisasikan sekolah ramah anak.”
“Jadi ketika ditemukan barang-barang seperti itu kan rasanya sangat tidak pantas ditemukan di sebuah tempat yang seharusnya menjadi tempat yang sangat aman untuk anak-anak,” tegas Cornelia.
Sebelumnya, telah terungkap fakta baru mengenai temuan 996 senapan di sekolah swasta Jaksel. Sosok kepala sekolah yang menjadi pemilik senpi tersebut ternyata sudah meninggal dunia. Kejadian ini memicu diskusi luas tentang keamanan sekolah dan perlunya pengawasan ketat terhadap barang-barang berbahaya di lingkungan pendidikan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus 996 Senpi
1. Berapa jumlah senjata api yang ditemukan di sekolah swasta Jaksel? Jumlah senjata api yang ditemukan adalah 996 unit, termasuk senapan dan senjata lainnya.
2. Kapan Komnas Anak akan mengunjungi sekolah tersebut? Komnas Anak berencana mengunjungi sekolah pada hari Minggu, 9 Agustus 2026, untuk mengecek kondisi psikologis siswa.
3. Siapa yang menjadi pemilik senpi di sekolah tersebut? Kepala sekolah yang menjadi pemilik senpi tersebut ternyata sudah meninggal dunia sebelum kasus ini terungkap.
4. Apa tujuan utama kunjungan Komnas Anak? Tujuan utama adalah memantau kondisi psikologis para siswa dan memastikan mereka dapat kembali belajar dengan tenang.
5. Apa yang dilakukan Komnas Anak setelah kunjungan? Komnas Anak akan mendampingi siswa dan memberikan dukungan psikologis sesuai kebutuhan masing-masing anak.
