Metropolitan

Stasiun Karet Tutup, Begini Keluhan Penumpang yang Kini Harus Berjalan ke Stasiun BNI City

Sejak Selasa (1/9/2026), rutinitas pagi ribuan pekerja di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berubah drastis. Stasiun Karet tidak lagi melayani

Desk Metropolitan
Published September 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Rencana-Penutupan-Stasiun-Karet_20250102_194827
Foto : Anthony Moore - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Stasiun Karet Tutup, Penumpang Keluhkan Jarak ke BNI City
  2. Related Reading

Stasiun Karet Tutup, Penumpang Keluhkan Jarak ke BNI City

Beritahitam.com – Sejak Selasa (1/9/2026), rutinitas pagi ribuan pekerja di kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, berubah drastis. Stasiun Karet tidak lagi melayani naik-turun penumpang; KAI Commuter mengalihkan seluruh layanan ke Stasiun BNI City yang berjarak sekitar 500 meter. Bagi mereka yang sebelumnya tinggal beberapa blok dari peron, tambahan jarak kaki ini langsung mengubah keseimbangan waktu, tenaga, dan biaya harian. Keluhan penumpang yang kini harus menempuh jarak ekstra itu mulai terdengar di berbagai sudut koridor Tanah Abang–BNI City.

Dampak Langsung bagi Penumpang Harian

Stasiun Karet semula berdiri pada ketinggian +11 meter di atas permukaan laut, tepat di persimpangan kawasan perkantoran Karet Tengsin dan pemakaman Karet Bivak. Posisi strategis tersebut menjadikannya pilihan utama penghuni apartemen, pekerja gedung sekitar, serta pengguna halte bus terdekat. Ketika layanan dihentikan, rantai konektivitas antara permukiman, halte, dan peron kereta terputus seketika.

Implikasinya melampaui sekadar angka jarak. Lansia dengan lutut yang sudah lemah, ibu yang menggendong balita, atau karyawan yang harus tiba di kantor sebelum pukul sembilan—semuanya kini menanggung tambahan lima hingga sepuluh menit berjalan kaki di bawah terik matahari Jakarta. Tidak ada transportasi penghubung gratis yang disediakan untuk menutup jarak 500 meter tersebut, sehingga beban waktu dan tenaga jatuh sepenuhnya ke individu.

Suara dari Lapangan

Afifah, perempuan 23 tahun yang setiap hari bergantung pada Commuter Line, menjadi salah satu wajah dari ribuan penumpang terdampak. Ia baru mengetahui penutupan ini lewat media sosial, bukan pengumuman resmi di lokasi. Setelah benar-benar melangkah di lapangan, jarak yang semula ia bayangkan singkat ternyata menguras tenaga, terutama saat membawa anak dan menghadapi suhu udara panas.

“Kalau misalkan jalan agak lumayan capek, apalagi saya bawa anak, aduh pusing sih, apalagi panas juga udaranya. Terus juga jalannya lumayan jauh, kirain agak dekat, ternyata 5 menitan ke atas ya.”

Kasus Septi, perempuan 55 tahun, menggambarkan sisi lain: ketiadaan informasi. Ia tidak mengetahui adanya pengalihan layanan hingga tiba di lokasi dan mendapati peron sudah kosong. Bagi seorang lansia yang sudah berjalan dari rumah dengan ekspektasi naik kereta, penemuan mendadak bahwa ia harus melanjutkan kaki ke stasiun lain menjadi pengalaman melelahkan secara fisik dan emosional.

“Aduh Gusti, saya sudah 55 ini, capek banget.”

Konteks Penataan dan Rencana Jangka Menengah

Penutupan ini bukan langkah permanen tanpa arah. Stasiun BNI City sedang menjalani proses penataan dan pengembangan yang akan mengintegrasikannya secara fungsional dengan area bekas stasiun. Dalam jangka menengah hingga panjang, kedua titik diharapkan kembali terhubung sebagai satu kesatuan layanan, meskipun bentuk konektivitasnya akan berbeda dari model sebelumnya. Selama masa transisi inilah penumpang menanggung beban tambahan secara harian.

Bagi KAI Commuter, konsolidasi layanan ke satu titik yang sedang dikembangkan bertujuan menyederhanakan operasional dan meningkatkan kapasitas peron. Namun bagi pengguna di lapangan, transisi ini menciptakan celah layanan nyata setiap pagi dan sore tanpa kompensasi berupa shuttle atau subsidi biaya.

FAQ: Informasi Praktis bagi Penumpang

Berapa jarak dan waktu tempuh dari lokasi bekas stasiun ke BNI City? Jaraknya sekitar 500 meter. Dalam kondisi normal tanpa beban, waktu tempuh berkisar lima hingga tujuh menit. Dengan tas berat, anak, atau cuaca panas, angka tersebut bisa melampaui sepuluh menit.

Apakah tersedia transportasi penghubung gratis? Saat ini tidak. Penumpang harus menempuh jarak tersebut dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan pribadi sendiri.

Kapan layanan di lokasi semula diperkirakan kembali beroperasi? KAI Commuter belum mengumumkan tanggal pasti. Integrasi fungsional kedua titik bergantung pada progres penataan Stasiun BNI City yang masih berlangsung.

Bagaimana cara mendapatkan informasi resmi terkini? Pantau kanal resmi KAI Commuter melalui aplikasi KAI Access atau akun media sosial resmi. Pengumuman di lokasi stasiun selama masa transisi terbatas, sehingga verifikasi digital menjadi langkah paling andal.

Leave a Comment