Metropolitan

Ayah Tiri Ajak Istri dan Anak Bobol ATM di Minimarket Jakbar, Gagal karena Oksigen Las Habis

Sebuah tabung gas oksigen yang kebetulan kosong di tengah proses pengelasan menjadi penyebab gagalnya upaya pembobolan mesin ATM di sebuah gerai Indomaret

Desk Metropolitan
Published September 2, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
pembobolan-ATM-yang-dilakukan-satu-keluarga
Foto : Anthony Moore - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Tabung Oksigen Habis, Rencana Satu Keluarga Bobol ATM di Indomaret Cengkareng Berantakan
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Tabung Oksigen Habis, Rencana Satu Keluarga Bobol ATM di Indomaret Cengkareng Berantakan

Beritahitam.com – Sebuah tabung gas oksigen yang kebetulan kosong di tengah proses pengelasan menjadi penyebab gagalnya upaya pembobolan mesin ATM di sebuah gerai Indomaret kawasan Kapuk Raya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Ironisnya, rencana tersebut bukan digarap oleh sindikat kriminal profesional, melainkan oleh satu keluarga kecil yang terdiri dari seorang ayah tiri berinisial RH, istrinya, serta anak kandung sang istri berinisial H. Ketiganya merancang skenario pembongkaran mesin penarikan tunai milik salah satu bank yang terpasang di dalam minimarket itu.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Nasriadi, mengungkap detail kasus ini saat konferensi pers pada Selasa (1/9/2026). Ia menegaskan bahwa hubungan keluarga dalam komplotan ini bersifat campuran: ibu dan anak merupakan pasangan kandung, sementara RH berperan sebagai ayah tiri bagi sang anak.

“Jadi satu keluarga ini merencanakan akan membobol ATM salah satu bank di dalam Indomaret,” ujar Nasriadi.

Pembagian Peran dalam Skenario Kriminal

Dari keterangan kepolisian, RH memegang posisi sebagai otak di balik seluruh operasi. Ia bersama anak tirinya masuk ke dalam area minimarket yang sudah tutup untuk mengeksekusi bagian fisik mesin ATM menggunakan alat las. Sementara itu, sang istri ditempatkan di luar gerai sebagai pengawas situasi, memastikan tidak ada warga atau petugas yang mendekat selama proses berlangsung.

Yang membuat rencana ini tampak lebih terorganisir adalah upaya penyamaran. Salah satu pelaku mengenakan pakaian yang menyerupai seragam karyawan minimarket tersebut. Pakaian itu dibeli secara daring, bukan diambil dari gudang toko. Tujuannya jelas: mengelabui kamera pengawas dan mata warga sekitar agar kehadiran mereka di dalam gerai tidak memicu kecurigaan.

Kendala Teknis yang Menjatuhkan Seluruh Rencana

Sebagaimana diketahui, pembobolan mesin ATM dengan metode pengelasan memerlukan pasokan gas oksigen dan asetilena yang stabil selama proses pemanasan dan pemotongan bodi logam berlangsung. Dalam kasus ini, tabung oksigen yang dibawa kelompok tersebut mendadak habis tepat ketika proses pengelasan baru berjalan. Tanpa bahan bakar las yang memadai, mereka tidak mampu melanjutkan pemotongan pada bodi mesin.

Hasilnya: mesin ATM tidak rusak, tidak dibongkar, dan seluruh uang tunai di dalamnya tetap aman. Misi utama gagal total dalam hitungan menit.

“Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las (oksigen) tersebut habis. Artinya, ATM tersebut belum sempat dibobol atau dirusak karena bahan lasnya habis. Akhirnya, misi mereka gagal, dan karena gagal, yang mereka ambil akhirnya adalah rokok,” jelas Nasriadi.

Karena tujuan utama tidak tercapai, kelompok ini akhirnya hanya merampas sejumlah bungkus rokok dari rak penjualan di dalam toko sebelum melarikan diri. Nilai barang yang diambil tentu jauh di bawah kerugian yang seharusnya ditanggung pemilik gerai dan bank jika rencana pengelasan berhasil.

Akhir Pelarian: Dua Tersangka Ditangkap, Satu Kabur

Setelah meninggalkan lokasi, sang istri dan anak tiri tidak berhasil lolos. Jajaran Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengendus dan menangkap keduanya. Adapun RH, sang ayah tiri sekaligus perancang utama skenario, berhasil melarikan diri dan hingga saat rilis kasus disampaikan masih berstatus buron.

Konteks: Tren Pembobolan ATM dengan Metode Pengelasan

Kasus di Kapuk Raya ini bukan satu-satunya upaya pembobolan mesin ATM dengan teknik pengelasan di wilayah Jabodetabek. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pelaku kriminal memilih metode pemotongan bodi logam karena dianggap lebih cepat dibanding pembongkaran manual atau penggunaan linggis. Namun metode ini menuntut persiapan teknis yang matang: ketersediaan gas las dalam jumlah cukup, alat pelindung diri, serta pemahaman dasar tentang struktur internal mesin ATM agar tidak merusak komponen elektronik sebelum logam terpotong.

Kegagalan di Cengkareng ini menjadi pengingat bahwa rencana kriminal yang bergantung pada peralatan mekanik selalu menyimpan risiko teknis. Satu tabung gas yang tidak terisi penuh, atau satu sambungan regulator yang bocor, cukup untuk menggagalkan seluruh operasi. Dalam kasus ini, kelalaian sederhana soal isi tabung oksigen berubah menjadi penyelamat bagi pemilik gerai dan nasabah bank yang uangnya tersimpan di dalam mesin.

Polisi kini terus memburu RH untuk melengkapi berkas perkara. Sementara itu, pihak minimarket dan bank pemilik mesin ATM diperkirakan akan melakukan evaluasi ulang terhadap sistem keamanan fisik gerai, termasuk penempatan kamera dan prosedur penutupan malam, agar celah yang dieksploitasi oleh kelompok ini tidak terulang oleh pelaku lain.

Frequently Asked Questions

What is Ayah Tiri Ajak Istri dan Anak?

Ayah Tiri Ajak Istri dan Anak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Ayah Tiri Ajak Istri dan Anak matter?

Ayah Tiri Ajak Istri dan Anak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment