Important Visit: Harga Telur Bebek Anjlok, PPBN Ajukan Surat ke DPR RI
Important Visit – Keprihatinan para peternak bebek yang mengalami penurunan harga telur secara signifikan telah menjadi sorotan dalam kunjungan resmi yang dilakukan oleh Persatuan Peternak Bebek Nasional (PPBN) ke Komite IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia. Acara ini diadakan dalam rangka menyampaikan keluhan tentang kondisi pasar yang semakin sulit, terutama dalam upaya menstabilkan harga telur bebek yang kini terus mengalami penurunan. Selama kunjungan tersebut, para peternak menyuarakan aspirasi mereka untuk mendapatkan dukungan pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang menghimpit usaha ternak mereka.
Konsekuensi Penurunan Harga Telur Bebek
Dalam pertemuan yang berlangsung di Resto Bebek Pinggir Embung, Sleman, Yogyakarta, Ketua Umum PPBN, Mohammad Rosul, mengungkapkan bahwa harga telur bebek saat ini jauh di bawah harga pokok penjualan (HPP). “Kenaikan biaya pakan ternak dan penurunan harga jual telur telah mengakibatkan kerugian yang signifikan bagi peternak rakyat,” katanya dalam pernyataan resmi yang dibacakan pada Senin (11/5/2026). Rosul menekankan bahwa dengan harga telur yang terus merosot, peternak kesulitan mempertahankan keuntungan, bahkan mengalami kerugian.
“Harga telur bebek sekarang hanya mencapai Rp1.400 hingga Rp1.500 per butir, sementara biaya produksi peternak mencapai Rp1.732 per butir. Ini menjadi masalah besar yang memerlukan intervensi pemerintah,” tambahnya.
Kunjungan PPBN ke DPR RI dan Tuntutannya
Kunjungan ini disebut sebagai bagian dari “Important Visit” yang bertujuan memberikan informasi lebih lanjut tentang situasi ketahanan pangan di tengah tekanan harga telur bebek. Dalam kunjungan tersebut, PPBN mengajukan surat audiensi ke DPR RI, diharapkan bisa menjadi langkah konkretnya untuk menggali solusi. Selain itu, organisasi tersebut juga meminta pemerintah memperhatikan keberpihakan terhadap peternak, terutama dalam pengelolaan harga di pasar.
“PPBN mengusulkan kebijakan pemerintah untuk menstabilkan harga telur bebek melalui mekanisme bantuan gerakan (MBG) dan mengevaluasi kebijakan pangan yang belum mampu memberikan perlindungan optimal bagi para peternak,” ujar Rosul.
Keluhan para peternak bukan hanya terkait harga telur, tetapi juga biaya pakan yang terus meningkat. Pada acara rembug nasional peternak rakyat, Haryono, salah satu peserta, menjelaskan bahwa kenaikan harga bahan pakan ternak telah menyebabkan peningkatan biaya produksi sebesar tiga kali lipat dalam dua bulan terakhir. “Kami membutuhkan kebijakan yang lebih adil untuk mengatasi tekanan ini, karena Important Visit ke DPR adalah langkah penting untuk mendorong perubahan,” tegasnya.
Aksi Sosial dan Dukungan untuk Peternak
Sebagai bagian dari upaya menyampaikan aspirasi, PPBN juga menggelar aksi bagi-bagi 30.000 butir telur bebek secara gratis di perempatan Ringroad Utara UPN, Sleman, Yogyakarta. Aksi ini menunjukkan perhatian peternak terhadap ketidakpuasan pasar dan kebutuhan akan dukungan ekonomi dari pemerintah. “Important Visit ini juga menggambarkan komitmen kami untuk memperjuangkan kepentingan peternak rakyat di tengah tantangan yang semakin berat,” kata Haryono.
“Dengan Important Visit ke DPR, kami berharap kebijakan pangan akan lebih terarah ke kebutuhan peternak, bukan hanya ke kepentingan industri besar. Penurunan harga telur bebek harus diimbangi dengan peningkatan subsidi dan perlindungan pasar,” tambahnya.
Potensi Dampak pada Pasar Pangan
Ketua Komisi IV DPR RI, Surya, menjanjikan akan memperhatikan keluhan peternak dan mengevaluasi mekanisme yang bisa diterapkan untuk menstabilkan harga. “Kami berkomitmen untuk menjadi mitra yang aktif dalam memperbaiki kondisi ketahanan pangan. Important Visit ini akan menjadi awal dari dialog lebih intensif antara pemerintah dan peternak,” ujarnya. Peningkatan biaya produksi dan penurunan harga telur bebek diharapkan tidak mengganggu ketersediaan bahan pangan nasional.
“PPBN meminta pemerintah untuk melakukan audit harga di pasar dan memastikan ada keseimbangan antara produsen dan konsumen. Ini adalah bagian dari tuntutan yang diusulkan dalam Important Visit hari ini,” tutur Surya.
Keluhan para peternak menjadi sorotan nasional karena impactnya terhadap ekonomi rumah tangga dan industri pertanian. Pemerintah diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang diusulkan PPBN, termasuk peningkatan subsidi pakan ternak dan pembentukan mekanisme perlindungan harga. Dengan demikian, Important Visit ini bisa menjadi wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap peternak rakyat yang terus berjuang dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin ketat.