Internasional

Topics Covered: Momen Prabowo Berfoto Bersama Pengawal Prancis sebelum Bertolak ke Tanah Air

Momen Prabowo Berfoto Bersama Pengawal Prancis sebelum Bertolak ke Tanah Air Topics Covered - TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan resmi Prabowo Subianto ke

Desk Internasional
Published Mei 30, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Momen Prabowo Berfoto Bersama Pengawal Prancis sebelum Bertolak ke Tanah Air

Topics Covered – TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perjalanan resmi Prabowo Subianto ke Prancis telah berakhir dengan serangkaian kegiatan diplomatik yang mencakup pertemuan penting dan kunjungan ke berbagai tempat di ibu kota Prancis. Dalam momen akhir perjalanan tersebut, Presiden Prabowo menyempatkan diri mengabadikan kenangan bersama para pengawal Prancis yang telah membantunya menjalani seluruh agenda kunjungan di Paris. Pada Jumat, 29 Mei 2026, Presiden bersama rombongan terbatas meninggalkan Bandara Orly untuk kembali ke Indonesia, menutup rangkaian kunjungan kenegaraan yang sukses memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis.

Sesi Foto yang Membawa Kesan Hangat

Sebelum memulai penerbangan kembali ke Jakarta, Prabowo mengambil kesempatan untuk berinteraksi dengan para personel pengawal Prancis yang telah bekerja sama selama durasi kunjungan. Moment ini tidak terjadi di ruang resmi atau pertemuan formal, melainkan di apron Bandara Orly, di mana Presiden memperlihatkan keakraban dan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan oleh tim keamanan dan pengawal negara tuan rumah. Dengan suasana yang penuh kehangatan, ia mengajak mereka berfoto sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan profesionalisme yang ditunjukkan.

Dikutip dari Sekretariat Presiden, para pengawal tersebut terlihat tersenyum dan berbahagia saat sesi foto berlangsung. Tidak hanya sekadar berfoto, Prabowo juga menyampaikan ucapan terima kasih langsung kepada mereka, memberikan salam hormat dengan menempelkan kedua telapak tangan sebagai tanda rasa terima kasih atas kontribusi mereka selama kunjungan. Eléonore Caroit, Menteri Urusan Frankofoni, Kemitraan Internasional, dan Warga Negara Prancis di Luar Negeri, hadir sebagai perwakilan pemerintah Prancis untuk menyaksikan momen ini.

Kegiatan Penting Selama Kunjungan di Paris

Selama berada di Prancis, Prabowo menjalani berbagai agenda yang bertujuan mempererat hubungan strategis antara kedua negara. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Presiden menghadiri upacara penyambutan kenegaraan di Les Invalides, sebuah lokasi bersejarah yang menjadi simbol perjuangan Prancis. Selain itu, ia juga melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Élysée, tempat yang menjadi pusat kebijakan politik Prancis.

Kunjungan ini juga mencakup jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan Macron di Salle des Fêtes, Istana Élysée. Di sela-sela aktivitas, Prabowo melaksanakan Salat Iduladha bersama komunitas Indonesia di Paris, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga tradisi dan keagamaan di tengah kegiatan diplomatik. Moment ini tidak hanya menegaskan komitmen Indonesia terhadap kerja sama dengan Prancis, tetapi juga membawa pesan keharmonisan antara lembaga keamanan dan diplomat.

Kritik dari P2G: Penambahan Mata Pelajaran Bahasa Prancis

“Kritik P2G soal Prabowo Ingin Ada Mapel Bahasa Prancis: Nanti Kunjungan ke Tiongkok, Wajib Mandarin”

Momen yang menjadi sorotan ini tidak terlepas dari isu yang muncul sebelumnya mengenai kebijakan pendidikan Prabowo. Sejumlah kritikus dari P2G mengungkapkan bahwa rencana memasukkan mata pelajaran bahasa Prancis ke dalam kurikulum nasional memerlukan pertimbangan lebih matang, terutama mengingat kesiapan sumber daya pendidik dan kebutuhan prioritaskan bahasa Mandarin untuk kunjungan ke Tiongkok. Meski demikian, kegiatan bersama pengawal Prancis di Bandara Orly menunjukkan bahwa langkah-langkah diplomatik Indonesia tetap berjalan lancar, bahkan di tengah berbagai tanggapan dari pihak tertentu.

Dalam penerbangan kembali ke Jakarta, Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kehadiran mereka menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tetap memperhatikan kordinasi di tingkat tertinggi untuk memastikan kelancaran semua proses. Presiden menegaskan bahwa keberhasilan kunjungan ke Prancis menjadi dasar untuk melanjutkan kerja sama di masa depan, termasuk dalam bidang pertahanan, ekonomi, dan kebudayaan.

Penguatan Hubungan Diplomatik dan Strategis

Kunjungan Prabowo ke Prancis tidak hanya memperkuat ikatan bilateral, tetapi juga menegaskan komitmen Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam dinamika kebijakan global. Dengan berbagai kegiatan yang diselenggarakan, Presiden menunjukkan bahwa Indonesia siap membangun kemitraan yang saling menguntungkan di kawasan Eropa. Beberapa kegiatan di Paris, seperti pertemuan dengan Macron dan salat bersama warga Indonesia, menjadi bukti konkret dari upaya ini.

Menurut Sekretariat Presiden, keberhasilan kunjungan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kolaborasi dalam berbagai sektor. Selain itu, penguatan hubungan dengan Prancis juga dilihat sebagai bagian dari strategi Indonesia dalam menciptakan keseimbangan diplomasi, tidak hanya terhadap negara-negara Asia Tenggara, tetapi juga ke negara-negara di kawasan Eropa. Dengan jadwal yang padat namun berjalan lancar, Prabowo menunjukkan kemampuan dalam mengatur waktu dan kegiatan kunjungan.

Di Bandara Orly, suasana yang penuh haru dan kehangatan mengiringi keberangkatan Presiden. Meski sesi foto menjadi bagian kecil dari perjalanan, moment ini membawa gambaran bahwa hubungan antara Indonesia dan Prancis tidak hanya berjalan di ranah kebijakan, tetapi juga terasa dalam interaksi sehari-hari. Momen ini juga dianggap sebagai kesempatan bagi Indonesia untuk menegaskan kembali nilai-nilai kerja sama dan saling menghormati dengan negara-negara mitra di luar kawasan Asia.

Dengan akhir kunjungan ke Prancis, Prabowo kembali ke Jakarta dengan membawa harapan baru untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan diplomasi aktif. Dalam perjalanan tersebut, Presiden tetap menjaga sikap profesional dan hangat, sebagaimana yang terlihat di Bandara Orly. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu membangun hubungan yang kuat, baik melalui kegiatan resmi maupun interaksi pribadi yang tulus.

Leave a Comment