Kesehatan

Siaga Hantavirus – Kemenkes Pastikan Ribuan Tempat Tidur dan Alat Tes PCR Tersedia

Siaga Hantavirus, Kemenkes Pastikan Ribuan Tempat Tidur dan Alat Tes PCR Tersedia Siaga Hantavirus - Dalam upaya menanggulangi penyebaran hantavirus di

Desk Kesehatan
Published Mei 11, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Siaga Hantavirus, Kemenkes Pastikan Ribuan Tempat Tidur dan Alat Tes PCR Tersedia

Siaga Hantavirus – Dalam upaya menanggulangi penyebaran hantavirus di Indonesia, Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni menyatakan bahwa fasilitas kesehatan nasional telah mempersiapkan diri secara komprehensif. Persiapan ini mencakup berbagai aspek, seperti layanan rumah sakit, kapasitas laboratorium, serta alat pelindung diri (APD).

Penyediaan Rumah Sakit dan PCR

“Rumah sakit ini disiapkan untuk menjadi tempat pemantauan kasus dan pencegahan KLB terkait penyakit infeksi emerging,” ujar Andi Saguni dalam sesi temu media daring di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Saat ini, Indonesia memiliki 198 rumah sakit yang tergabung dalam jejaring pengampuan penyakit infeksi emerging. Dari jumlah tersebut, 21 rumah sakit telah dipilih sebagai sentinel di 20 provinsi. Tujuan utama dari penyiapan ini adalah memastikan kemampuan pemerintah dalam mengidentifikasi dan mengendalikan kasus hantavirus secara cepat.

Ketersediaan Alat Pemeriksaan

“Ketersediaan PCR di seluruh Indonesia cukup banyak,” tambahnya.

Pemerintah menjamin bahwa alat tes PCR tersedia di berbagai wilayah, dengan total 221 unit yang sudah ditempatkan. Selain itu, stok APD mencapai 143.917 pcs, serta alat swab sebanyak 2.185 pcs. Ketersediaan ini diharapkan bisa mendukung proses diagnosis dan isolasi pasien secara efisien.

Kapasitas Tempat Tidur

Kapasitas tempat tidur di rumah sakit juga terjamin. Di ICU, terdapat 3.467 tempat tidur tekanan standar dan 535 tempat tidur tekanan negatif. Untuk isolasi, jumlah tempat tidur standar mencapai 3.968, sementara tempat tidur tekanan negatif berjumlah 1.235. Angka ini menunjukkan kepariatan fasilitas kesehatan dalam menangani pasien yang terjangkit.

Imbauan untuk Masyarakat

“Jika mengalami gejala penyakit virus hanta, segera periksakan diri ke Fasyankes dan patuhi himbauan kesehatan di negara tujuan saat melakukan perjalanan,” imbuh Andi Saguni.

Menurut Kemenkes, hantavirus menyebar melalui kontak dengan hewan pengerat seperti tikus dan celurut, maupun lingkungan yang kotor. Untuk mencegah penularan, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menjaga etika batuk, serta menjaga kebersihan area tinggal dan kerja.

Kesiapan Menghadapi Kasus di Kapal Pesiar MV Hondius

Lebih lanjut, Kemenkes menegaskan bahwa hantavirus belum pernah tercatat di Indonesia melalui kontak di kapal pesiar MV Hondius. Dengan persiapan yang telah dilakukan, pihaknya yakin bisa mengatasi potensi penyebaran penyakit ini di berbagai sektor, termasuk transportasi laut.

Leave a Comment