Nasional

New Policy: Seskab Teddy Jawab soal Prabowo Sering Keluar Negeri: Salah Besar Kalau Dibilang Gagah-gagahan

New Policy: Teddy Jawab soal Prabowo Sering Keluar Negeri, Tidak Gagah-gagahan New Policy – JAKARTA – Dalam wawancara terbaru, Teddy Indra Wijaya, Sekretaris

Desk Nasional
Published Juni 2, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

New Policy: Teddy Jawab soal Prabowo Sering Keluar Negeri, Tidak Gagah-gagahan

New Policy – JAKARTA – Dalam wawancara terbaru, Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet, memberikan penjelasan mengenai kritik yang sering muncul terhadap kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto selama 1,5 tahun terakhir. Teddy menegaskan bahwa New Policy yang diterapkan pemerintahan saat ini bertujuan memastikan setiap perjalanan diplomatik memiliki dampak jangka panjang untuk kepentingan nasional. Menurutnya, frekuensi kunjungan tersebut bukan sekadar tampilan, melainkan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam situasi krisis global.

“Salah besar jika menyebut kunjungan ini hanya untuk membanggakan secara formal. New Policy ini dirancang agar setiap langkah pemerintah memberikan hasil nyata, baik dalam diplomasi maupun ekonomi,” tutur Teddy, Senin (1/6/2026).

Teddy menjelaskan bahwa New Policy mengharuskan pemerintah memiliki rencana konkret sebelum setiap lawatan ke luar negeri. Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti peran penting investasi asing dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. “New Policy membawa perubahan signifikan dalam cara kita mengelola hubungan internasional. Dari sini, kita bisa melihat bagaimana kebijakan luar negeri selaras dengan kebutuhan pangan dan energi,” lanjutnya.

Pertumbuhan Investasi Asing Dibawah New Policy

Menurut Teddy, New Policy telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam jumlah investasi asing ke Indonesia. Data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menunjukkan bahwa total investasi mencapai Rp2.430 triliun dalam 1,5 tahun terakhir. Angka ini menjadi bukti bahwa kebijakan luar negeri yang dijalankan selaras dengan strategi ekonomi nasional.

Kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan bulan lalu, misalnya, langsung mendatangkan komitmen investasi sebesar Rp575 triliun. Teddy menegaskan bahwa New Policy tidak hanya memperkuat koordinasi dengan negara-negara mitra, tetapi juga memastikan keberlanjutan hubungan bilateral melalui upaya yang terukur. “Kita harus melihat keberhasilan New Policy dari perspektif jangka panjang, bukan hanya pada jumlah kunjungan,” tegasnya.

Strategi Diplomasi di Bawah New Policy

Teddy juga menyoroti tiga kunjungan ke Prancis dalam lima bulan terakhir sebagai bagian dari New Policy yang mengutamakan kerja sama strategis dengan negara-negara besar. Ia menjelaskan bahwa ini adalah langkah untuk menciptakan momentum internasional yang mendukung stabilitas ekonomi dan politik Indonesia. “New Policy mengharuskan kita berpikir lebih luas, bukan hanya berbicara tentang kunjungan tapi juga tentang hasil yang bisa diraih dari setiap kesempatan,” tambahnya.

Dalam konteks New Policy, Teddy memaparkan bahwa prioritas utama pemerintahan Prabowo adalah meningkatkan kualitas hubungan luar negeri. Ia menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan mengubah paradigma diplomasi dari yang sekadar formalitas menjadi alat untuk membangun ekosistem kerja sama yang produktif. “New Policy adalah jawaban atas tantangan yang dihadapi, termasuk kritik mengenai kebiasaan kunjungan,” ujarnya.

Leave a Comment