Nasional

Special Plan: Profil Mayjen TNI Trenggono, Wakil Kepala BGN yang Baru, Jebolan Akmil 1993

BGN Baru yang Jebolan Akmil 1993 Special Plan - Dalam rangka implementasi Special Plan , Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Mayjen TNI Trenggono

Desk Nasional
Published Juni 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Special Plan: Profil Mayjen TNI Trenggono, Wakil Kepala BGN Baru yang Jebolan Akmil 1993

Special Plan – Dalam rangka implementasi Special Plan, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Penunjukan ini terjadi pada Selasa (2/6/2026), diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta. Special Plan mencakup penyesuaian struktur lembaga dan pemberdayaan kader yang memperkuat fungsi BGN dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia.

“Saudara Mayjen TNI Trenggono telah diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dalam rangka mendukung Special Plan,” jelas Prasetyo Hadi. Pengumuman ini menandai langkah strategis pemerintah untuk memastikan kebijakan gizi nasional lebih terkoordinasi dan efektif dalam mencapai tujuan Special Plan.

Pergantian Kepemimpinan dalam BGN

Pengangkatan Trenggono menggantikan tiga perwira yang sebelumnya menjabat di BGN. Dadan Hindayana, Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, serta Sonny Sanjaya semuanya dikeluarkan dari posisi masing-masing sebagai bagian dari perubahan struktur dalam Special Plan. Perpindahan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperbarui tim eksekutif BGN dan meningkatkan kapasitas pengelolaan kebijakan gizi.

Profil Mayjen TNI Trenggono

Mayjen TNI Trenggono adalah seorang perwira tinggi TNI Angkatan Darat (AD) yang memiliki pengalaman luas dalam bidang operasional dan manajemen. Sebelum menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, ia pernah memimpin tugas penting di PT Agrinas Pangan Nusantara sebagai Wakil Direktur Utama. Karier militer Trenggono mencakup beberapa posisi strategis, termasuk peran aktif dalam Special Plan sebagai bagian dari penguatan sistem kesehatan masyarakat.

Sebagai lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993, Trenggono memulai karier militer dengan membangun fondasi keahlian dalam operasi dan organisasi. Pengalamannya di berbagai divisi TNI AD serta pengalaman manajerial di sektor swasta membuatnya layak diangkat ke posisi penting dalam Special Plan. Ia juga dikenal sebagai perwira yang memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi yang baik, yang akan sangat dibutuhkan dalam membangun kerja sama antarlembaga.

Penunjukan Trenggono dalam Special Plan juga sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat peran BGN sebagai mitra pemerintah dalam mencapai target kesehatan masyarakat. BGN berfungsi sebagai lembaga pengelola kebijakan gizi, dan dengan adanya Trenggono, diharapkan dapat mendorong program-program yang lebih inovatif dan berkelanjutan dalam Special Plan. Dalam konteks ini, kehadiran Trenggono dilihat sebagai langkah penting untuk meningkatkan kinerja lembaga tersebut.

Dalam Special Plan, BGN diberi tanggung jawab lebih luas, tidak hanya dalam aspek teknis gizi, tetapi juga dalam mengintegrasikan kebijakan tersebut dengan program kesehatan lainnya. Trenggono akan memimpin tim yang terdiri dari para ahli dan profesional di bidang gizi, kesehatan, serta manajemen program. Pengalaman kerja di berbagai sektor membuatnya mampu mengarahkan BGN menuju peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat sesuai visi Special Plan.

Sebagai bagian dari Special Plan, penunjukan Trenggono diharapkan menjadi titik balik dalam pengembangan BGN. Ia diberikan mandat untuk memastikan program gizi nasional lebih terarah dan berdampak nyata terhadap peningkatan kesehatan masyarakat. Dengan latar belakang sebagai lulusan Akmil 1993, Trenggono dianggap memiliki kemampuan leadership yang kuat, yang akan memudahkan dalam menggerakkan tim di lingkungan BGN.

Kehadiran Mayjen TNI Trenggono dalam Special Plan menunjukkan upaya pemerintah untuk mendekatkan sumber daya militer ke sektor publik. Sebagai wakil kepala BGN, ia akan menjadi kekuatan baru dalam mengelola program-program kesehatan masyarakat. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara TNI dan lembaga-lembaga lainnya dalam mewujudkan visi Special Plan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Leave a Comment