Nasional

Special Plan: Cerita Bursah Zarnubi Soal Kepulangannya Pimpin Lahat Sebagai ‘Kecelakaan’

Special Plan: Kepulangan Bursah Zarnubi Pimpin Lahat sebagai Kecelakaan Special Plan - Dalam rangkaian kegiatan Special Plan, Bursah Zarnubi, mantan Ketua

Desk Nasional
Published Juni 9, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Special Plan: Kepulangan Bursah Zarnubi Pimpin Lahat sebagai Kecelakaan

Special Plan – Dalam rangkaian kegiatan Special Plan, Bursah Zarnubi, mantan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR), mengungkapkan bahwa keputusan kembali ke Lahat, Sumatera Selatan, untuk memimpin daerah tersebut terasa seperti sebuah ‘kecelakaan’ yang indah. Meski secara sadar mengambil langkah ini, ia menyatakan bahwa perjalanan politiknya selama bertahun-tahun tak terduga berujung pada pengabdian kembali di tanah kelahirannya. Pernyataan ini diungkapkan dalam wawancara khusus bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, di Studio Tribunnews.com, Palmerah, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Perjalanan Politik dan Kebutuhan Moral

Sebagai tokoh politik yang telah membangun nama besar di tingkat nasional, Bursah Zarnubi mengakui bahwa kembali ke Lahat membutuhkan pertimbangan mendalam. Usia yang telah mencapai 66 tahun, ditambah persiapan pensiun, membuatnya terkejut ketika lingkungan sosial di kampung halaman mengajukan usulan untuk memimpin daerah tersebut. “Saya memang tidak bermaksud lagi menjadi kepala daerah. Usia 66 tahun itu waktu untuk istirahat,” jelasnya. Namun, kebutuhan moral dari masyarakat, keluarga, dan tokoh lokal akhirnya memutuskan perjalanan kembali ke Lahat sebagai bagian dari Special Plan.

“Hidup ini penuh misteri. Lingkungan sosial di kampung halaman tiba-tiba meminta saya kembali menata pembangunan Lahat agar lebih maju. Tanggung jawab moral membuat saya memilih mengabdikan sisa usia ini untuk masyarakat,” ujar Bursah. Ia menjelaskan bahwa Special Plan bukan hanya keputusan pribadi, tetapi juga respon terhadap harapan masyarakat yang ingin melihat perubahan di daerahnya.

Special Plan dan Strategi Kepemimpinan

Kepemimpinan Bursah di Lahat semakin menarik perhatian karena ia memilih wakil bupati yang jauh lebih muda, hanya berusia 29 tahun. Perbedaan usia hingga 37 tahun dianggapnya sebagai langkah strategis untuk membangun masa depan daerah. “Saya sengaja gandeng anak muda agar kita bisa melatih dan siapkan suksesor yang kompeten,” tuturnya. Dalam konteks Special Plan, strategi ini bertujuan menggabungkan pengalaman seorang tokoh senior dengan inovasi dari generasi muda.

Lebih lanjut, Bursah menegaskan bahwa Special Plan mencakup visi transformasi Lahat di berbagai sektor seperti pendidikan, ekonomi, pertanian, dan perkebunan. “Tujuan utama adalah menciptakan daerah percontohan yang berkualitas,” pungkasnya. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemimpin lama dan pemimpin baru untuk memastikan keberlanjutan pembangunan yang harmonis.

Upaya Membangun Masa Depan Lahat

Dalam wawancara, Bursah menyebutkan bahwa Special Plan merupakan bentuk komitmen untuk melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. “Kami ingin memastikan bahwa setiap warga Lahat memiliki suara dalam mengarahkan arah pembangunan,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa kehadirannya kembali di Lahat bukan hanya sekadar untuk mengisi jabatan, tetapi juga untuk menegaskan bahwa pembangunan daerah adalah prioritas yang tak bisa ditunda.

Beberapa program yang dicanangkan dalam Special Plan mencakup penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan usaha mikro dan kecil (UMKM) di tengah keterbatasan sumber daya daerah. Bursah menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan target nasional untuk mendorong pemerataan pembangunan. “Kami ingin memastikan bahwa Lahat tidak tertinggal di tengah kemajuan daerah lain,” katanya.

Respon dari Masyarakat dan Tokoh Lokal

Sejumlah tokoh masyarakat setempat memberikan tanggapan positif terhadap Special Plan yang diusung oleh Bursah. Mereka menilai bahwa kehadirannya kembali memberikan semangat baru bagi pemuda dan pemudi Lahat yang ingin berkontribusi dalam pengembangan daerah. “Ini kesempatan bagus untuk membangun kompetensi lokal dan menekankan nilai-nilai kepemimpinan yang tangguh,” kata salah satu tokoh yang tidak disebutkan namanya.

Di sisi lain, Bursah mengakui bahwa perjalanan ke Lahat juga menghadirkan tantangan tersendiri. Kehadirannya dalam Special Plan memaksa ia menyesuaikan gaya kepemimpinan dengan dinamika yang berbeda dari sebelumnya. “Saya harus belajar kembali dari masyarakat langsung, bukan hanya dari ruang politik nasional,” katanya. Meski demikian, ia yakin bahwa pengalaman selama bertahun-tahun dalam Special Plan akan menjadi fondasi kuat untuk perjalanan ke depan.

Sebagai bagian dari Special Plan, Bursah Zarnubi berharap dapat menciptakan lingkungan politik yang lebih transparan dan inklusif. Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan Lahat tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat. “Pembangunan adalah kolaborasi. Jadi, saya ingin membangun kemitraan yang kuat antara pemimpin dan warga,” pungkasnya. Dengan fokus pada keadilan dan kemajuan, Special Plan diharapkan menjadi model keberhasilan untuk daerah lain di Indonesia.

Leave a Comment