Important News: Trump Klaim Pemimpin Geng Tren de Aragua Tewas dalam Serangan AS di Venezuela
Important News – Pada Jumat (12/6/2026), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa serangan cepat oleh pasukan AS telah mengakhiri kehidupan Hector Rusthenford Guerrero Flores, seorang pemimpin utama dari geng Tren de Aragua. Berdasarkan laporan resmi, operasi ini dianggap sebagai pengejaran besar yang menargetkan kelompok teroris yang selama ini dikenal aktif di Venezuela dan wilayah sekitarnya.
Detail Operasi Serangan AS
Menurut sumber dari Departemen Kejaksaan AS, Guerrero Flores didakwa atas konspirasi pemerasan, penganiayaan, dan kejahatan lainnya yang melibatkan pendukung teroris selama lebih dari satu dekade. Penuntutan ini diumumkan sejak Desember tahun lalu, dan pemerintah AS telah memberikan hadiah hingga 5 juta dolar AS untuk informasi yang membantu mengungkap keberadaannya. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa serangan terhadap markas Tren de Aragua terjadi awal pekan ini, menunjukkan koordinasi ketat antara AS dan Venezuela.
“Para teroris Tren de Aragua tidak lagi memiliki tempat aman di Venezuela maupun di tempat lain,” tulis Trump dalam unggahannya di media sosial, menyoroti pentingnya operasi ini dalam menegakkan keamanan di wilayah Barat.
Kejaksaan AS Jay Clayton sebelumnya menyatakan bahwa Tren de Aragua bertanggung jawab atas berbagai kekerasan dan perdagangan narkoba di Amerika Utara, Selatan, serta Eropa. Dalam pernyataan terbarunya, Trump juga mengusulkan Jay Clayton sebagai Direktur Intelijen Nasional, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dalam pengejaran teroris. Serangan ini dilakukan dengan menggunakan kombinasi operasi udara dan darat, menghasilkan ledakan yang mematahkan keberadaan basis mereka.
Respons dari Pemerintah Venezuela
Sejauh ini, Kementerian Komunikasi Venezuela belum memberikan tanggapan resmi terhadap informasi serangan tersebut. Meski demikian, pemerintah Venezuela terlihat mendukung upaya AS dalam menindas kelompok “narco-teroris” yang sering mengganggu keamanan wilayahnya. Selain itu, Trump dan timnya telah lama menuduh Tren de Aragua sebagai penyebab utama kriminalitas dan peredaran narkoba di beberapa kota Amerika Serikat.
Sejak September lalu, operasi AS terhadap kapal-kapal narkoba telah menyebabkan setidaknya 207 korban jiwa. Serangan terhadap pemimpin geng ini diharapkan menjadi langkah krusial dalam mengurangi pengaruh Tren de Aragua di bawah tanah. Para ahli keamanan mengatakan bahwa penghilangan Guerrero Flores bisa mengguncang struktur organisasi geng tersebut, meski masih ada kekuatan yang mungkin terus beroperasi.
Important News menyebutkan bahwa pengumuman Trump ini menambah momentum dalam kampanye menegakkan hukum terhadap kelompok teroris. Operasi ini juga menjadi titik balik penting dalam upaya AS mengendalikan peredaran narkoba dan kekerasan di Venezuela. Dengan memastikan tewasnya Guerrero Flores, AS mencoba menunjukkan komitmen kuat dalam menindas ancaman dari luar negeri, terutama yang berkaitan dengan kejahatan transnasional.
