Nasional

Important News: Usai Diamankan saat Demo di DPR, Dzakwan Mengaku Dipukul dan Trauma

Dzakwan Trauma Usai Diamankan Saat Demo di DPR Important News - Dzakwan Falih (24), mahasiswa Institut Bisnis Nusantara (IBN), mengakui bahwa dirinya dipukul

Desk Nasional
Published Juni 15, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Dzakwan Trauma Usai Diamankan Saat Demo di DPR

Important News – Dzakwan Falih (24), mahasiswa Institut Bisnis Nusantara (IBN), mengakui bahwa dirinya dipukul dan trauma saat diamankan polisi selama aksi demonstrasi di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026). Peristiwa ini terjadi dalam rangkaian kegiatan Aliansi Cipayung Menggugat, yang menuntut respons pemerintah terhadap isu kebijakan tertentu. Meski hujan deras mengguyur kota, sekitar 20 mahasiswa dari berbagai organisasi seperti GMNI, PMKRI, dan HIMA PERSIS tetap bersikeras menggelar aksi, dengan memasang ban sepeda motor di depan mobil komando untuk dibakar sebagai simbol perlawanan.

Kronologi Aksi dan Penangkapan

Dzakwan menjelaskan bahwa ia mencoba melemparkan ban ke arah semak-semak saat polisi mengambil langkah tegas untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Aksi ini berlangsung di tengah kericuhan, dengan mahasiswa terus menggalang dukungan dan menyampaikan tuntutan mereka. Petugas keamanan, yang diduga mengenakan pakaian preman, menghadang serta menarik Dzakwan dari tengah kerumunan. “Saya dipukul di bagian perut dan bahu,” ungkap Dzakwan kepada awak media, setelah sempat terjatuh akibat dorongan petugas.

“Kalau mau demo, jangan anarkis,” teriak Dzakwan, mengenang pesan yang disampaikan polisi sebelum dirinya dilepaskan.

Dalam kondisi lemas, Dzakwan diangkut ke dalam gedung DPR/MPR untuk diberi pemeriksaan. Ia dibebaskan sekitar 22 menit kemudian, tepatnya pukul 15.41 WIB. Meski telah diberi kesempatan untuk kembali ke barisan aksi, Dzakwan mengatakan masih merasa trauma dan sakit hati akibat perlakuan petugas. Insiden ini menimbulkan reaksi tajam dari peserta demonstrasi, dengan sebagian menggelar blokade jalan dan berusaha menunjukkan protes terhadap kekerasan yang dilakukan aparat.

Respons Polisi dan Konteks Demonstrasi

Peserta aksi dari kelompok Cipayung Menggugat diamankan oleh polisi saat berada di depan Gedung DPR/MPR RI. Dzakwan mengungkap bahwa penangkapan terjadi di tengah situasi memanas, setelah polisi melemparkan ban ke arah semak-semak dan mahasiswa berusaha mengambil kembali benda tersebut. Tindakan ini memicu keributan yang mengganggu arus lalu lintas, dengan beberapa orang terlibat dorong balik dan perkelahian kecil.

Important News – Insiden penangkapan Dzakwan menjadi sorotan publik, terutama karena tindakan polisi yang diduga bersifat kasual. Sejumlah peserta aksi menilai bahwa polisi mengambil langkah tegas tanpa mempertimbangkan situasi sebelumnya. Sementara itu, pihak kepolisian menyatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk menghindari kerusakan lebih besar dan memastikan keamanan selama aksi.

Dzakwan mengatakan bahwa peristiwa ini memperkuat kembali semangat bela negara peserta aksi. “Ini adalah important news yang menggambarkan keterlibatan aparat dalam mengendalikan situasi,” tuturnya. Setelah dibebaskan, ia kembali ke barisan, namun tampak masih mengalami rasa sakit di bagian tubuh yang dipukul. Beberapa peserta aksi lain juga melaporkan cedera ringan, meski tidak ada laporan kritis.

Konteks Protes dan Masa Depan Demonstran

Aksi Aliansi Cipayung Menggugat dilatarbelakangi oleh kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah terkait isu sosial dan politik. Demonstran menilai bahwa pihak berwenang terlalu reaktif dalam menangani protes mereka, terutama saat tuntutan tetap belum terjawab. Important News – Dzakwan menegaskan bahwa insiden ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas peserta aksi dan meminta keadilan di tingkat nasional.

Sebagai bentuk kecaman, sejumlah peserta demonstrasi menempelkan poster berisi pesan “Polisi Beking Anarkis” di sekitar Gedung DPR/MPR. Ia juga mengungkapkan bahwa anggota kelompok lain mengalami perlakuan serupa, dengan beberapa diberi pukulan atau tertarik oleh petugas. Meski situasi akhirnya kembali tenang, Dzakwan berharap investigasi terhadap tindakan polisi dapat dilakukan secara transparan dan adil.

Important News – Sebagai mahasiswa, Dzakwan mengaku bahwa aksi ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan suara kepada publik. “Kami ingin menunjukkan bahwa keberatan masyarakat tetap relevan, bahkan dalam kondisi kritis,” tambahnya. Peristiwa ini menimbulkan perdebatan di media sosial, dengan beberapa pihak mendukung tindakan polisi dan lainnya mengkritik keras perlakuan yang dianggap kasar.

Leave a Comment