Latest Program: Peradi Bekasi Raya Perluas Akses Keadilan
Latest Program – Terbitnya Latest Program oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Bekasi Raya menjadi momen penting dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak mereka. Dilantik pada Sabtu (6/6/2026), pengurus baru menggelar acara resmi yang dihadiri oleh aparat penegak hukum, akademisi, serta tokoh hukum nasional. Kegiatan berlangsung dari pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, dalam bingkai keberhasilan pengelolaan organisasi yang berkomitmen memperluas akses keadilan. Ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi tantangan dunia hukum yang semakin dinamis.
Program Kerja Terbaru DPC Peradi Bekasi Raya
Pengurus baru DPC Peradi Bekasi Raya, yang dipimpin oleh Subadria Nuka sebagai ketua, memiliki agenda utama dalam Latest Program mereka: memastikan adilnya pelayanan hukum bagi semua lapisan masyarakat. Subadria menjelaskan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada struktur kepemimpinan, tetapi juga pada keberlanjutan inisiatif yang berdampak langsung pada kehidupan warga. “Kami ingin menjadi mitra penting dalam membangun sistem hukum yang inklusif,” tambahnya, menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan ini.
Kegiatan pelantikan diisi dengan berbagai diskusi mengenai tantangan dan peluang dalam pengembangan profesi advokat. Subadria menyebut bahwa Latest Program akan menjadi pilar utama dalam memperkuat keberdayaan organisasi. Beberapa prioritas termasuk pelatihan profesional, penguatan etika, serta keterlibatan masyarakat dalam pemahaman hukum. “Ini adalah awal dari perubahan signifikan dalam layanan hukum di wilayah Bekasi Raya,” ujarnya, menjelaskan bahwa keberhasilan akan diukur dari respons masyarakat dan kualitas pengelolaan program.
Inisiatif Membangun Akses Keadilan yang Lebih Luas
Stein Siahaan, wakil ketua DPC Peradi Bekasi Raya, menyoroti bahwa Latest Program ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan akses keadilan. Dalam pidatonya, Stein menyatakan bahwa perkembangan teknologi dan perubahan regulasi memicu tuntutan baru terhadap advokat. “Kami ingin menjadi bagian dari solusi agar semua orang bisa merasakan perlindungan hukum yang layak,” jelasnya. Menurut Stein, program ini juga bertujuan menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam advokasi.
Dalam Latest Program ini, Peradi Bekasi Raya mengusung pendekatan partisipatif. Selain fokus pada pelatihan dan edukasi, organisasi juga akan memperluas jaringan kerja dengan lembaga-lembaga lain seperti LBH, pengacara, dan institusi pendidikan. Subadria menegaskan bahwa keberhasilan program ini akan diukur melalui kesadaran masyarakat akan hak-hak mereka. “Kami ingin menjadikan keadilan sebagai jembatan antara warga dan sistem hukum,” imbuhnya, menekankan pentingnya transparansi dan keberlanjutan dalam implementasi.
Kegiatan pelantikan menjadi momentum untuk mengumumkan visi dan misi pengurus baru. Dengan dukungan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Peradi, Imam Hidayat, dan Sekretaris Jenderal DPN Peradi, Alam P. Simamora, DPC Peradi Bekasi Raya diharapkan mampu menjadi pusat perubahan di wilayahnya. “Selama ini, banyak masyarakat yang merasa kesulitan mengakses layanan hukum, khususnya di daerah-daerah terpencil,” kata Subadria. Dalam Latest Program, ia berkomitmen untuk membangun sistem yang lebih merata.
DPC Peradi Bekasi Raya juga akan meluncurkan inisiatif khusus untuk meningkatkan keterlibatan warga dalam proses hukum. Salah satu strateginya adalah memperkenalkan program bantuan hukum gratis bagi masyarakat kurang mampu. “Kami ingin memastikan bahwa tidak ada yang terlantar dalam upaya memperoleh keadilan,” tambah Subadria. Untuk mewujudkan hal ini, pengurus baru akan bekerja sama dengan pihak swasta dan organisasi masyarakat untuk menyediakan layanan yang lebih mudah dijangkau.
Sebagai bagian dari Latest Program, sekretaris cabang Ghea Giasty Italiane dan bendahara cabang Axl Mattew Situmorang akan memainkan peran penting dalam mengkoordinasikan kegiatan. Ghea menegaskan bahwa mereka siap menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan program. “Kami berupaya membangun platform yang bisa menyatukan berbagai aktor di bidang hukum,” ujarnya. Sementara Axl menyoroti pentingnya keakuratan dan transparansi dalam pengelolaan dana dan kegiatan.
Keberhasilan Latest Program ini diharapkan tidak hanya terjadi di tingkat organisasi, tetapi juga menyebar ke masyarakat luas. DPC Peradi Bekasi Raya akan meluncurkan berbagai kegiatan seperti pelatihan bagi warga, kampanye kesadaran hukum, dan pengelolaan layanan konsultasi hukum. Subadria berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kualitas advokasi dan memperkuat peran organisasi dalam memberdayakan masyarakat. “Kami ingin menjadi bagian dari transformasi hukum yang lebih inklusif,” pungkasnya, menegaskan komitmen organisasi untuk terus berkembang bersama masyarakat.
