Bulog Libatkan TNI-Polri dalam Distribusi Beras untuk Wilayah Papua
Key Issue – JAKARTA – Kementerian Perdagangan melalui Perusahaan Umum Bulog tengah memperkuat strategi distribusi beras untuk wilayah Papua dengan melibatkan TNI dan Polri sebagai mitra penyalur. Langkah ini dilakukan dalam rangka meningkatkan keandalan pasokan beras di daerah-daerah yang memiliki akses terbatas dan risiko gangguan keamanan. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa kolaborasi dengan dua institusi tersebut menjadi bagian dari solusi untuk Key Issue distribusi beras yang kian menjadi perhatian utama.
“Kolaborasi dengan TNI dan Polri menjadi elemen penting dalam mengatasi Key Issue distribusi beras di Papua. Dengan peningkatan keterlibatan mereka, kami optimis bisa mempercepat distribusi cadangan beras pemerintah (CBP) ke masyarakat,” terang Rizal dalam acara serah terima di Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada hari Sabtu (11/7/2026).
Keputusan untuk melibatkan TNI-Polri dalam distribusi beras ini didasari oleh tantangan yang dihadapi Bulog dalam mengirimkan beras ke wilayah terpencil. Beberapa daerah di Papua, seperti Papua Pegunungan dan Papua Tengah, masih mengalami keterbatasan jalan darat serta gangguan keamanan yang memperlambat proses distribusi. Rizal menjelaskan bahwa TNI-Polri dikerahkan untuk memastikan beras dapat tersalurkan secara maksimal dan menghindari hambatan di lapangan.
Penguatan Infrastruktur Logistik untuk Memastikan Ketersediaan Beras
Bulog juga sedang memperluas jaringan infrastruktur logistik di Papua, terutama di wilayah yang memiliki ketergantungan pada transportasi darat. Dengan membangun lebih banyak gudang beras, pihaknya berharap bisa mengatasi Key Issue kekurangan kapasitas penyimpanan dan mempercepat distribusi beras ke masyarakat. Rizal menegaskan bahwa ini adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Sejumlah lokasi prioritas telah ditentukan, termasuk Kabupaten Merauke dan Distrik Wanam di Papua Selatan. Pemilihan lokasi ini berdasarkan evaluasi kebutuhan lokal dan potensi logistik. Rizal juga menyebut bahwa pembangunan gudang akan berjalan bertahap, dengan fokus pada daerah yang memerlukan peningkatan kapasitas terlebih dahulu. “Dengan Key Issue ini, kita perlu memastikan setiap daerah memiliki akses yang layak,” katanya.
Dalam proses pembangunan gudang, Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah serta dinas terkait untuk mempercepat pemeriksaan dan izin. Rizal menjelaskan bahwa keberhasilan program ini tergantung pada keterlibatan aktif dari semua pihak. “Kita perlu menciptakan ekosistem yang solid, mulai dari produksi hingga distribusi,” ujarnya.
Strategi Distribusi Beras untuk Masa Depan
Key Issue distribusi beras di Papua juga melibatkan peningkatan kualitas beras yang disalurkan. Bulog menyatakan bahwa kadar air beras yang dikeluarkan sebesar 14 persen dan tingkat pecah beras diperkirakan sekitar 15 persen, yang menunjukkan standar kualitas premium. Selain itu, pihaknya berkomitmen untuk memastikan beras yang disalurkan aman dari kontaminasi serta memenuhi kebutuhan konsumen secara adil.
Pemenuhan kebutuhan pasokan beras di Papua tidak hanya bergantung pada pembangunan gudang, tetapi juga pada sinergi antara sektor pertanian, transportasi, dan keamanan. Rizal menekankan bahwa pihaknya terus memantau pasokan dari sentra produksi di Jawa dan Kalimantan, sekaligus mengoptimalkan penggunaan kapasitas gudang yang ada. “Key Issue ini membutuhkan pendekatan holistik, bukan hanya dari satu pihak,” imbuhnya.
Langkah-langkah ini diharapkan bisa meningkatkan ketersediaan beras di seluruh provinsi Papua, termasuk daerah-daerah yang berada di zona rawan. Bulog juga berencana meningkatkan frekuensi pengiriman melalui jalur laut dan udara untuk mengurangi ketergantungan pada jalan darat yang sering terganggu. “Dengan strategi ini, Key Issue distribusi beras di Papua bisa diperbaiki secara berkelanjutan,” jelas Rizal.
