KNMP Sinjai Sulsel Memperkenalkan Teknologi Fish Finder dan GPS dalam Visit Agenda
Visit Agenda – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menjadi pusat perhatian dalam Visit Agenda yang bertujuan mengenalkan teknologi Fish Finder dan GPS kepada para nelayan. Lokasi desa yang berada di tepi Teluk Bone membuatnya menjadi salah satu sentra perikanan utama di wilayah tersebut. Meski jarak dari Kota Makassar mencapai sekitar 220–230 km dengan waktu tempuh sekitar 5–6 jam melalui jalan darat, KNMP Tongke-Tongke tetap aktif dalam memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas hasil tangkapan ikan.
Manfaat Teknologi Fish Finder bagi Nelayan
Kunjungan tim Humas Sekretariat Kabinet (Setkab) pada Minggu (5/7/2026) membawa kehadiran teknologi Fish Finder, yang merupakan alat pendeteksi ikan berbasis sonar. Teknologi ini membantu nelayan mengidentifikasi lokasi dan kedalaman kumpulan ikan secara real-time, sehingga meningkatkan efisiensi penangkapan. Dalam Visit Agenda, teknologi ini dipaparkan sebagai solusi untuk mengurangi risiko kesulitan menemukan area penangkapan yang produktif.
Adopsi Fish Finder di KNMP Sinjai menjadi bagian dari upaya transformasi sektor perikanan. Dengan memanfaatkan data sonar, nelayan dapat mengoptimalkan waktu dan sumber daya, yang sebelumnya sering terbuang karena ketidaktahuan lokasi ikan. Selain itu, teknologi ini juga membantu mengurangi dampak lingkungan, karena nelayan bisa menangkap ikan di area yang tepat, menghindari overfishing di zona yang tidak produktif.
Peran GPS dalam Meningkatkan Efisiensi Nelayan
Teknologi GPS, yang menjadi bagian dari Visit Agenda, berperan penting dalam memetakan jalur distribusi dan mengarahkan kapal nelayan ke lokasi yang strategis. Dengan GPS, para nelayan bisa memastikan rute pengiriman hasil tangkapan mereka ke pasar, termasuk distribusi ke Jakarta. Ini mempercepat proses pengiriman dan meminimalkan kerugian akibat kondisi cuaca atau kesalahan navigasi.
Kegiatan ini juga mencakup pelatihan teknis dan sosialisasi literasi keuangan yang diselenggarakan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kombinasi teknologi Fish Finder dan GPS, diimbangi dengan peningkatan keterampilan nelayan, dinilai sebagai langkah kritis untuk memperkuat daya saing sektor perikanan. Selain itu, Visit Agenda menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat pesisir dalam mengembangkan KNMP Sinjai.
“Teknologi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas nelayan, tetapi juga menjadi bagian dari Visit Agenda yang bertujuan membangun ekosistem perikanan yang lebih modern dan berkelanjutan,” ujar Burhanuddin, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sinjai, dalam keterangan tertulis, Minggu (12/7/2026). Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar-sektor menjadi fondasi utama dalam mewujudkan KNMP Tongke-Tongke sebagai contoh inovasi nelayan di Indonesia.
Pengembangan KNMP melalui Visit Agenda
Visit Agenda kali ini juga menyertakan program pelepasan pengiriman komoditas tuna menggunakan kontainer yang akan dikirim ke Jakarta melalui jalur Makassar–Jakarta. Ini adalah distribusi domestik keempat yang dilakukan oleh KNMP Tongke-Tongke sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keterlibatan ekonomi lokal. Melalui teknologi modern, nelayan di KNMP Sinjai diharapkan bisa mengoptimalkan hasil tangkapan, baik secara kuantitas maupun kualitas.
Kegiatan kunjungan tim Setkab menekankan bahwa teknologi Fish Finder dan GPS bukan sekadar alat bantu, tetapi merupakan bagian dari upaya transformatif dalam Visit Agenda. Pemerintah pusat dan daerah terus memberikan dukungan untuk memastikan teknologi ini terimplementasi secara luas. Pengembangan KNMP Sinjai juga menitikberatkan pada peningkatan kapasitas nelayan, termasuk penggunaan alat-alat modern seperti perahu berkecepatan tinggi dan sistem pemantauan cuaca digital.
