Bisnis

New Policy: Industri Komponen Bela Kemenperin, Sebut Regulasinya Berhasil Perkuat IKM Otomotif

New Policy: Kemenperin Perkuat IKM Otomotif melalui Regulasi Strategis New Policy - Dalam rangka meningkatkan daya saing industri otomotif nasional, New

Desk Bisnis
Published Juni 29, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

New Policy: Kemenperin Perkuat IKM Otomotif melalui Regulasi Strategis

New Policy – Dalam rangka meningkatkan daya saing industri otomotif nasional, New Policy yang dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam rantai pasok. Kebijakan ini bukan hanya menargetkan perusahaan besar, tetapi juga memberikan perlindungan langsung kepada pelaku usaha kecil dan menengah, yang seringkali menjadi tulang punggung sektor manufaktur. Dengan adanya regulasi baru tersebut, berbagai pihak, termasuk Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), menyatakan bahwa Kemenperin telah berhasil menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi IKM otomotif.

Regulasi Kemenperin dalam Memperkuat IKM Otomotif

Kebijakan New Policy ini mencakup berbagai program yang dirancang secara holistik, mulai dari sisi fiskal hingga nonfiskal, untuk memastikan IKM tetap relevan dalam era globalisasi. Rosalina Faried, Ketua Umum PIKKO, mengungkapkan bahwa regulasi yang diterapkan oleh Kemenperin telah membuka peluang bagi IKM otomotif, khususnya di sektor Tier 2 dan Tier 3. “New Policy ini memberikan penyesuaian standar global yang lebih inklusif, sehingga IKM dapat bersaing secara sehat dengan produsen asing,” jelas Rosalina dalam keterangan resmi pada Senin (29/6/2026).

“Dukungan dari Kemenperin, seperti skema pengurangan bea masuk dan insentif pajak, secara langsung meningkatkan kinerja IKM otomotif. Kami yakin New Policy akan terus menjadi fondasi kuat untuk menjaga pertumbuhan industri komponen nasional,” ujarnya.

Program New Policy juga menekankan kolaborasi antara IKM dengan perusahaan besar melalui inisiatif seperti Link and Match. Kebijakan ini memastikan keterlibatan IKM dalam pemenuhan kebutuhan bahan baku dan komponen dari produsen nasional, sehingga mengurangi ketergantungan pada impor. Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah berupaya membangun ekosistem industri yang lebih mandiri, terutama di tengah tantangan kompetisi internasional yang semakin ketat.

Manfaat New Policy bagi IKM Otomotif

Salah satu kebijakan yang mendapat apresiasi adalah skema User Specific Duty Free Scheme (USDFS). Regulasi ini memberikan pembebasan bea masuk impor bahan baku tertentu, sehingga mengurangi biaya produksi dan mendorong IKM untuk mengambil bagian lebih besar dalam proyek-proyek nasional. Rosalina Faried menekankan bahwa USDFS dan program lainnya, seperti restrukturisasi mesin serta pelatihan kualitas, membantu IKM otomotif menyesuaikan diri dengan standar internasional.

“New Policy memberikan ruang bagi IKM untuk berkembang tanpa terlalu terbebani oleh biaya impor. Kebijakan ini tidak hanya menjaga kelangsungan usaha, tetapi juga memperkuat daya saing dalam pasar domestik,” tambah Rosalina.

Program Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang diberlakukan selama pandemi juga menjadi bukti nyata kontribusi New Policy dalam menjaga stabilitas industri. Dengan adanya insentif tersebut, utilisasi pabrik dan permintaan domestik tetap terjaga, yang berdampak positif pada pelaku usaha kecil. Selain itu, Kemenperin terus memperkuat sistem sertifikasi kualitas untuk memastikan produk IKM memenuhi standar nasional dan internasional.

Berbagai kebijakan New Policy telah terbukti memberikan dampak signifikan. Dari klaster industri komponen non woven hingga mold dan dies, pelaku IKM menikmati manfaat langsung melalui pendampingan teknis dan akses pasar yang lebih luas. Rosalina Faried menyatakan bahwa PIKKO, yang mengelola lima klaster industri, terus memantau implementasi regulasi tersebut untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitasnya.

Regulasi New Policy tidak hanya memperkuat IKM otomotif, tetapi juga membantu mengurangi risiko penutupan pabrik akibat krisis ekonomi. Pihaknya menilai bahwa pemerintah telah memberikan respons cepat terhadap tantangan yang dihadapi industri, seperti PHK yang terjadi di beberapa pabrik di Jawa Timur. Kebijakan ini menjadi bukti komitmen Kemenperin untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kesejahteraan tenaga kerja.

Kebijakan New Policy juga mencakup upaya pemerintah dalam mendorong ekspor komponen lokal. Melalui program pendanaan dan fasilitas ekspor, IKM otomotif diharapkan dapat memperluas pangsa pasar ke luar negeri. Dengan adanya regulasi ini, pemerintah ingin mewujudkan ekosistem industri yang berkelanjutan, baik dalam bentuk keterlibatan IKM maupun pembangunan infrastruktur rantai pasok nasional.

Leave a Comment