Bisnis

Special Plan: Poduksi Telur Melimpah dan Harga Anjlok, Mendag Minta Bos BGN Serap untuk Program MBG

Special Plan: Mendag Minta BGN Serap Telur untuk Program MBG Special Plan - Dalam situasi produksi telur yang melimpah dan harga jual yang anjlok, Menteri

Desk Bisnis
Published Juni 4, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Special Plan: Mendag Minta BGN Serap Telur untuk Program MBG

Special Plan – Dalam situasi produksi telur yang melimpah dan harga jual yang anjlok, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengambil langkah strategis dengan mengajukan usulan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang untuk menerapkan Special Plan dalam penyerapan hasil produksi peternak. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dirancang untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan sehat dan seimbang. Special Plan menjadi bagian dari upaya pemerintah mengatasi surplus telur yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Timur, serta menjaga stabilitas harga di pasar pangan.

Kondisi Pasar Telur dan Dampak pada Peternak

Produksi telur ayam di Indonesia telah mengalami kenaikan signifikan, yang menyebabkan pasokan melimpah dan harga jual turun hingga 12 persen. Fenomena ini memicu keluhan dari para peternak, terutama di Blitar, Jawa Timur, yang merasa terganggu karena biaya produksi meningkat sementara harga jual tidak sesuai dengan tingkat keuntungan yang diharapkan. Menteri Budi menegaskan bahwa Special Plan akan menjadi solusi untuk menyerap telur yang berlebih, sehingga mengurangi tekanan harga dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Menurut data dari Kementerian Pertanian, produksi telur nasional pada tahun 2026 mencapai rekor tinggi, didorong oleh peningkatan jumlah peternak dan teknologi penggemukan yang lebih efisien. Namun, kelebihan pasokan ini berdampak pada harga jual yang terus merosot, terutama di wilayah Jawa Timur yang merupakan salah satu produsen utama telur. Dalam jumpa pers di Jakarta, Menteri Budi menjelaskan bahwa Special Plan akan menjadi alat untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan, terutama dalam kerangka MBG.

Langkah Pemerintah dalam Special Plan

Special Plan yang diusulkan Menteri Budi melibatkan BGN sebagai mitra utama dalam menyerap produk pangan, termasuk telur, yang tersedia berlebihan. Pemerintah telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) telur ayam ras sebesar Rp28.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Dengan menyerap telur melalui Special Plan, BGN diharapkan dapat memastikan harga jual tetap stabil, serta mendukung program pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Ini menjadi langkah kritis untuk menjaga kesejahteraan peternak sekaligus menjaga ketersediaan bahan pangan untuk masyarakat.

Pada program MBG, telur akan dijadikan salah satu komponen bantuan pangan sebagai pengganti bahan pokok lain, seperti minyak goreng atau beras. Budi menyatakan bahwa penyerapan telur oleh BGN akan memungkinkan distribusi yang lebih merata dan meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan Special Plan, pemerintah juga berharap dapat mengurangi risiko ketimpangan antara produsen dan konsumen, serta menjaga ketahanan pangan nasional di tengah fluktuasi harga pasar.

Aksi Peternak dan Respons Masyarakat

Para peternak di Blitar, Jawa Timur, mengambil langkah kreatif dengan menggelar aksi bagi-bagi telur gratis kepada warga. Aksi ini dilakukan pada Senin (1/6/2026) di depan Kantor Bupati Blitar sebagai bentuk protes terhadap penurunan harga yang terus terjadi. Koordinator lapangan aksi, Suyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan kebutuhan telur di masyarakat dan mendukung program MBG yang diusung pemerintah. Sebanyak satu juta butir telur telah dibagikan melalui 200 unit mobil pickup dalam upaya menyampaikan pesan kebijakan Special Plan.

Aksi bagi-bagi telur gratis juga menarik perhatian masyarakat luas, termasuk warga Blitar yang mengapresiasi inisiatif peternak untuk mengurangi dampak krisis harga. Suyanto menyatakan bahwa Special Plan diharapkan dapat menjadi jembatan antara peternak dan konsumen, serta memastikan keberlanjutan program MBG. Pemerintah menilai kegiatan ini sebagai bentuk dukungan masyarakat terhadap kebijakan penyerapan produk pangan, yang menjadi bagian dari strategi pengelolaan krisis pasokan telur dan menjaga keseimbangan harga.

Implementasi Special Plan dan Strategi Pemulihan

Special Plan akan dijalankan melalui mekanisme penyerapan telur oleh BGN, yang bekerja sama dengan SPPG (Satuan Penyelenggara Pelaksanaan Program MBG) untuk mendistribusikan produk tersebut ke masyarakat. Budi mengatakan bahwa program ini akan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam menghadapi volatilitas harga pasar. Selain telur, BGN juga diwacanakan untuk menyerap bahan pangan lainnya, seperti telur bebek atau ayam kampung, jika harga jualnya anjlok.

Langkah penyerapan ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi ekonomi peternak, tetapi juga memastikan keberlanjutan program MBG. Pemerintah menargetkan Special Plan sebagai bagian dari solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko kelebihan produksi dan menjaga ketersediaan bahan pangan yang layak. Dengan program ini, pemerintah berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara supply dan demand, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses makanan bergizi.

Leave a Comment