Internasional

Announced: Global Sumud Nusantara Konfirmasi Dua Wartawan Indonesia Diculik Militer Israel

Announced: Global Sumud Nusantara Konfirmasi Dua Jurnalis Indonesia Diculik Pasukan Israel Announced by Pusat Komando Global Sumud Nusantara di Malaysia, dua

Desk Internasional
Published Mei 19, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Announced: Global Sumud Nusantara Konfirmasi Dua Jurnalis Indonesia Diculik Pasukan Israel

Announced by Pusat Komando Global Sumud Nusantara di Malaysia, dua wartawan Indonesia, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah, telah ditahan oleh militer Israel (IDF) saat berpartisipasi dalam operasi kemanusiaan Global Sumud Flotilla. Total lima warga negara Indonesia (WNI) tercatat dalam daftar korban intersepsi, dengan empat kapal lain masih berlayar bebas. Pernyataan ini memberi pengumuman resmi bahwa insiden tersebut terjadi di perairan internasional, dekat Siprus, sekitar 200 mil laut dari kawasan Gaza.

Detail Operasi dan Titik Intersepsi

Announced pada Senin (18/5/2026) malam, kapal BoraLize dan Ozgurluk, yang berangkat dari Mediterania, diintersepsi pasukan Israel saat berada di perairan internasional dekat Siprus. Kapal-kapal tersebut kehilangan kontak selama beberapa waktu sebelum akhirnya ditangkap. Bambang Noroyono, satu-satunya WNI di kapal BoraLize, mengirimkan sinyal darurat ke kantor Republika sekitar pukul 15.20 WIB, menyatakan bahwa kapalnya telah didekati oleh perahu tempur Israel. Setelah itu, komunikasi dengan dirinya dan Thoudy Badai Rifan Billah sepenuhnya terputus.

Announced dalam pernyataan resmi, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menyebutkan bahwa kapal-kapal yang terlibat dalam operasi ini mengikuti rute yang direncanakan sejak awal untuk mendekati Gaza. Tujuan utamanya adalah memberikan bantuan kemanusiaan dan menghimpun suara dari wilayah yang terisolasi. Namun, perjalanan ini dihentikan oleh pasukan Israel yang menilai kapal-kapal tersebut sebagai ancaman.

Daftar Peserta dan Kapal yang Terlibat

Announced oleh GPCI, total sembilan anggota berpartisipasi dalam operasi tersebut. Berikut rincian peserta dan kapal mereka:

  • Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
  • Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro
  • Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) – Kapal Josef
  • Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1
  • Hendro Prasetyo (GPCI – SMART 171) – Kapal Kasr-1
  • Bambang Noroyono (Republika) – Kapal BoraLize
  • Thoudy Badai Rifan Billah (Republika) – Kapal Ozgurluk
  • Andre Prasetyo Nugroho (Tempo) – Kapal Ozgurluk
  • Rahendro Herubowo (GPCI – iNewsTV/Relawan) – Kapal Ozgurluk

Kapal Josef, yang mengangkut Andi Angga Prasadewa, juga mencegat oleh pasukan Israel. Sementara itu, Anton Apri dari Tempo TV, yang berada di kapal Ozgurluk, pernah mengirimkan sinyal SOS, tetapi namanya belum terdaftar dalam daftar korban intersepsi yang diumumkan GPCI. Announced dalam pernyataan terpisah, GPCI menyatakan bahwa insiden ini memicu kekhawatiran besar terhadap kebebasan bergerak dan keamanan jurnalis internasional di kawasan tersebut.

Announced pada Senin pagi, armada Global Sumud Flotilla tiba di perairan Siprus, sekitar 300 mil laut dari Gaza. Protokol intersepsi diaktifkan setelah pergerakan kapal-kapal dianggap mencurigakan. Militer Israel dilaporkan mulai menangkap kapal-kapal sejak pukul 11.00 waktu Turki, yang menjadi titik awal dari operasi tersebut. Announced dalam laporan terbaru, dua jurnalis Indonesia menjadi korban pertama dari intersepsi tersebut, yang terjadi setelah kapal-kapal mengambil jalur yang berisiko.

Announced oleh organisasi Global Sumud Nusantara, insiden ini menimbulkan kecemasan terhadap keamanan jurnalis yang meliputi wilayah perang. Organisasi ini memberikan pernyataan resmi bahwa kapal-kapal yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini terus mengikuti protokol yang telah disepakati, namun tetap saja terjebak dalam keadaan darurat. Announced pada hari yang sama, GPCI meminta bantuan dari pihak internasional untuk mengamankan para korban dan memastikan kebebasan mereka.

Announced dalam beberapa pernyataan, Global Sumud Nusantara menekankan bahwa operasi ini bertujuan untuk menyampaikan suara warga Gaza ke dunia internasional. Dengan dua jurnalis Indonesia yang diculik, insiden ini menjadi sorotan utama di kalangan komunitas media dan organisasi kemanusiaan. Announced oleh pemimpin operasi, para peserta menyatakan bahwa mereka bersiap untuk melanjutkan misi, meski keadaan terjebak dalam perang. Mereka menilai bahwa tindakan Israel ini merugikan kebebasan pers dan mengganggu upaya kemanusiaan.

Leave a Comment