Buron 30 Tahun ke Filipina, Akhirnya Ditangkap Pria dalam Kasus Perampokan di Jepang
Kasus Buron 30 Tahun ke Filipina akhirnya mencapai babak penutup setelah Kejaksaan Distrik Saga mendakwa seorang pria berusia 57 tahun pada Rabu, 19 Agustus
Table of Contents
Buron 30 Tahun ke Filipina Ditangkap di Saga
Beritahitam.com – Kasus Buron 30 Tahun ke Filipina akhirnya mencapai babak penutup setelah Kejaksaan Distrik Saga mendakwa seorang pria berusia 57 tahun pada Rabu, 19 Agustus 2026. Dakwaan itu berkaitan dengan tindak perampokan disertai kekerasan yang terjadi 32 tahun lalu, tepatnya pada pagi 18 November 1994, di sebuah apartemen di Kota Kurume, Prefektur Fukuoka. Terdakwa, yang tidak memiliki alamat tetap maupun pekerjaan tetap, kini ditahan di sel kejaksaan Saga sambil menunggu proses persidangan.
Rekonstruksi Aksi Perampokan di Kurume
Berdasarkan isi surat dakwaan, terdakwa diduga bekerja sama dengan seorang anggota kelompok kriminal terorganisasi—yang dalam konteks Jepang dikenal sebagai yakuza—yang saat itu masih berusia remaja. Keduanya dilaporkan menyerang seorang pria berusia 42 tahun, yakni pengelola bar tempat terdakwa bekerja. Korban dipukul di bagian kepala dengan benda menyerupai pipa besi hingga terjatuh dan mengalami luka.
Setelah korban tak berdaya, para pelaku diduga menggasang uang tunai sekitar 660.000 yen beserta sejumlah barang berharga lainnya dari lokasi kejadian. Nilai kerugian tersebut, jika dikonversi ke nilai mata uang saat ini, menunjukkan bahwa aksi perampokan itu tergolong signifikan untuk ukuran satu dekade 1990-an di kawasan Fukuoka.
Pada hari yang sama dengan penerbitan dakwaan, Kepolisian Prefektur Saga juga melakukan penangkapan ulang terhadap pria tersebut dalam perkara terpisah. Ia diduga mencuri sebuah sepeda motor berukuran sedang bernilai sekitar 350.000 yen dari area parkir apartemen di Nabeshima 6-chome, Kota Saga, pada 11 November 1994—hanya satu pekan sebelum aksi perampokan di Kurume berlangsung. Polisi menduga sepeda motor itu digunakan bersama anggota yakuza sebagai sarana pelaksanaan perampokan.
Lari ke Filipina dan Penangkapan Setelah Hampir Tiga Dekade
Pria tersebut dilaporkan melarikan diri ke Filipina pada April 1996. Dua bulan kemudian, pihak kepolisian Saga memasukkannya ke dalam daftar pencarian orang nasional. Selama hampir tiga dekade menjadi buron, ia akhirnya diringkus pada 29 Juli 2026 atas dugaan perampokan disertai kekerasan tersebut. Proses pelacakan lintas negara semacam ini umumnya melibatkan koordinasi antara kepolisian Jepang dan otoritas setempat di negara tujuan, serta pemanfaatan data kependudukan dan catatan imigrasi.
Penyidikan lanjutan masih berlangsung guna mengungkap seluruh rangkaian peristiwa dalam kasus ini, termasuk peran masing-masing pelaku dan distribusi hasil curian. Kejaksaan Saga menyatakan akan melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Penangkapan setelah tiga dekade menjadi buron menegaskan bahwa sistem hukum Jepang tetap mengejar pelaku kejahatan lintas batas, terlepas dari lamanya waktu yang telah berlalu sejak peristiwa terjadi.
FAQ: Hal yang Perlu Diketahui
Apakah kasus Buron 30 Tahun ke Filipina ini termasuk langka di Jepang?
Penangkapan buron setelah lebih dari dua puluh tahun memang jarang terjadi, mengingat banyak perkara lama yang ditutup karena saksi menua atau bukti fisik memudar. Namun, dengan adanya kerja sama internasional dan basis data digital, peluang melacak pelaku lintas negara kini lebih besar dibanding era 1990-an.
Apa yang terjadi setelah dakwaan diterbitkan?
Setelah dakwaan resmi diterbitkan oleh kejaksaan, terdakwa akan menjalani pemeriksaan pendahuluan di pengadilan. Ia berhak atas penasihat hukum dan dapat mengajukan keberatan terhadap dakwaan. Jika pengadilan menerima dakwaan, persidangan pokok akan dijadwalkan sesuai jadwal yang berlaku di Distrik Saga.
Berapa lama seseorang bisa menjadi buron di Jepang?
Tidak ada batas waktu maksimum untuk menjadi buron. Selama dakwaan belum diterbitkan dan pelaku belum ditangkap, status pencarian tetap berlaku. Dalam kasus ini, daftar pencarian orang aktif selama hampir 30 tahun sebelum penangkapan berhasil dilakukan.
