Internasional

New Policy: Rusia Ancam Serangan Besar tapi Tak Kunjung Terjadi, Ukraina Sebut Ini Permainan Psikologis

New Policy -

Desk Internasional
Published Juni 2, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Rusia Ancam Serangan Besar, Tapi Tak Terjadi—Ukraina Tuding Ini Strategi Psikologis

Perang Rusia-Ukraina Memasuki Hari Ke-1.560, Tapi Serangan Besar Masih Tidak Terjadi

New Policy – Dalam situasi yang terus memanas, Rusia terus memberi sinyal serangan besar sebagai bagian dari New Policy mereka. Meski ancaman tersebut diumumkan sejak awal perang, hingga hari ke-1.560, serangan besar belum meluncur. Ukraina menilai ini adalah bagian dari taktik psikologis untuk mengelabui masyarakat internasional dan menjaga ketegangan terus berlanjut.

Strategi Rusia: Tekanan Militer dan Psikologis

Menurut Andrii Yusov, Wakil Kepala Markas Koordinasi Penanganan Tawanan Perang Ukraina, Rusia menggunakan kombinasi tekanan militer dan psikologis dengan cara menunjukkan persiapan menyerang, lalu menghentikan atau menunda tindakan tersebut. New Policy ini bertujuan memperkuat kepercayaan publik bahwa Rusia siap untuk bergerak lebih cepat, meski pada kenyataannya masih menunggu momen yang tepat.

Mengenai serangan, warga sedang bersiap, dan mereka melakukannya dengan benar. Kami tidak pernah melakukan latihan siaga udara sejak invasi skala penuh dimulai. Ini juga menjadi alat tekanan psikologis: menunjukkan kesiapan untuk menyerang, kemudian menunda atau menghentikan tindakan itu.

Rusia Mengusulkan “Gencatan Senjata Trinitas” sebagai Bagian dari New Policy

Dalam upaya memperkuat posisi diplomatis, Moskow mengusulkan gencatan senjata Trinitas sebagai bagian dari New Policy mereka. Ajudan Presiden Rusia, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa usulan ini telah disampaikan kepada utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, lalu diteruskan ke Presiden Donald Trump. Namun, Ukraina membantah bahwa Rusia secara sukarela menunda serangan besar, menilai ini hanya upaya mengaburkan fakta.

Ukraina Tegaskan Tidak Ada Gencatan Senjata

Kepala Kantor Presiden Ukraina, Kyrylo Budanov, menolak laporan bahwa Rusia menghentikan serangan rudal dan drone besar-besaran karena gencatan senjata Trinitas. Ia menegaskan bahwa tidak ada informasi resmi mengenai rencana penghentian serangan sementara. “Saya belum menerima data apa pun mengenai gencatan senjata Trinitas. Anda bisa melihat seberapa banyak wilayah yang diserang oleh Rusia kemarin dan jumlah korban jiwa yang tercatat,” ujarnya dalam Forum Arsitektur Keamanan di Kyiv.

Analisis Kebijakan Rusia: Serangan Besar sebagai Strategi Pemasaran Perang

Menurut Yusov, New Policy Rusia dirancang untuk mengurangi kepercayaan publik terhadap kemampuan Ukraina bertahan. Dengan menyebarkan kecemasan melalui ancaman serangan, Rusia mencoba memicu respons internasional yang lebih cepat. Namun, serangan besar tidak terjadi, yang justru memperkuat dugaan bahwa ini adalah permainan psikologis untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan operasional militer mereka.

Eksploitasi Media dan Masyarakat Internasional dalam New Policy

Rusia juga memanfaatkan media untuk menyebarluaskan gambaran bahwa serangan besar akan terjadi kapan saja. New Policy ini dirancang agar publik global terus memantau situasi di Ukraina, sehingga tekanan politik dan ekonomi terhadap Rusia bisa tetap dipertahankan. Meski demikian, Ukraina berupaya menjaga keterbukaan dan mengungkap fakta bahwa ancaman tersebut lebih banyak menjadi bagian dari kampanye psikologis daripada rencana nyata.

Dengan memperpanjang konflik selama lebih dari empat tahun, Rusia tampaknya memperkuat kebijakan mereka yang berfokus pada tekanan psikologis. Strategi ini tidak hanya berdampak pada masyarakat Ukraina, tetapi juga memengaruhi dinamika perang global. New Policy terus diadaptasi untuk menjaga momentum konflik dan menciptakan kesan bahwa Rusia memiliki kekuatan lebih besar daripada yang sebenarnya.

Leave a Comment