Kesehatan

Lebih Menular dari Covid-19 – Dokter Sebut Flu Singapura Mudah Menyebar di Sekolah dan Daycare

Flu Singapura Lebih Menular dari Covid-19, Dokter Peringatkan Risiko di Sekolah dan Daycare Lebih Menular dari Covid 19 - Flu Singapura, atau Hand, Foot, and

Desk Kesehatan
Published Mei 31, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Flu Singapura Lebih Menular dari Covid-19, Dokter Peringatkan Risiko di Sekolah dan Daycare

Lebih Menular dari Covid 19 – Flu Singapura, atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), dinilai lebih menular dari virus penyebab penyakit Corona oleh para ahli medis. Penyakit ini menjadi kekhawatiran utama orang tua, terutama di lingkungan sekolah dan daycare, karena kemampuannya menyebar dengan cepat di antara anak-anak. Tidak hanya menyebabkan gejala seperti sariawan dan bintik merah biasa, HFMD juga berpotensi menimbulkan komplikasi serius, seperti kerusakan saraf atau bahkan lumpuh layu pada penderita.

Penyebaran dan Tanda-Tanda HFMD

“HFMD memiliki daya menular yang luar biasa. Dalam satu ruangan, satu anak yang terinfeksi bisa menularkan virus kepada 12 orang lainnya, sedangkan virus Corona hanya mampu menyebar ke tujuh orang,” ujar dr. Handayani, M.Ked (Ped), Sp.A, dokter spesialis anak dari Mandaya Royal Hospital Puri, saat menghadiri acara kesehatan di Tangerang, Jumat (29/5/2026).

Penularan HFMD terjadi melalui kontak langsung dengan cairan dari bintik merah di mulut, tangan, atau kaki, serta melalui udara saat anak-anak batuk atau bersin. Selain itu, virus ini juga bisa menyebar melalui permukaan benda yang disentuh oleh si penderita, seperti mainan atau meja.

Virus HFMD terdiri dari beberapa jenis, salah satunya Enterovirus 71 (EV71) yang paling berbahaya. EV71 mampu menyerang sistem saraf, sehingga menimbulkan gejala seperti demam tinggi hingga 39 derajat Celcius, kejang, dan kelemahan yang parah. Kondisi ini bisa memicu dehidrasi berat, terutama jika anak-anak sulit minum atau makan karena rasa sakit di mulut.

Strategi Pencegahan yang Efektif

Pencegahan HFMD memerlukan kehati-hatian ekstra, terutama di lingkungan berkerumun. Dr. Handayani menekankan pentingnya kebersihan tangan yang teratur, terutama sebelum makan atau menyentuh benda-benda yang sering digunakan anak. “Virus ini tahan lama di permukaan, jadi membersihkan alat permainan dan ruangan secara rutin sangat krusial untuk mengurangi risiko penyebaran,” tambahnya.

Di lingkungan daycare dan sekolah, penggunaan sabun antiseptik, penggantian handuk, dan penyemprotan disinfektan di area umum bisa menjadi langkah penting. Orang tua juga disarankan untuk mengawasi anak-anak yang terkena HFMD dan mengisolasi mereka hingga gejala memudar. Selain itu, menghindari kontak dekat dengan si penderita, seperti berbagi makanan atau mainan, dapat membantu mencegah penyebaran.

Dalam penanganan HFMD, vaksinasi tidak langsung efektif, tetapi menjaga kebersihan dan sanitasi tetap menjadi kunci utama. Dr. Handayani menyoroti bahwa virus ini tidak memiliki lapisan pelindung, sehingga lebih kuat bertahan di lingkungan umum dibandingkan virus Corona. “Dengan memahami cara menularnya, kita bisa lebih waspada dan mengambil langkah tepat untuk melindungi anak-anak,” paparnya.

Leave a Comment