Kilas Kementerian

Latest Program: Wamendagri Bima Arya Ajak HIPMI Kolaborasi dengan Pemda Dorong Ekonomi Kreatif

Program Terbaru: Wamendagri Bima Arya Ajak HIPMI Kolaborasi Dorong Ekonomi Kreatif Latest Program - Program terbaru yang digagas oleh Wakil Menteri Dalam

Desk Kilas Kementerian
Published Mei 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Program Terbaru: Wamendagri Bima Arya Ajak HIPMI Kolaborasi Dorong Ekonomi Kreatif

Latest Program – Program terbaru yang digagas oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjadi sorotan dalam acara Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) V Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jawa Barat di Gedung Daan Mogot Pusdikif, Kota Bandung. Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya menegaskan pentingnya sinergi antara Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan pemerintah daerah (Pemda) untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif. Ini merupakan upaya terbaru dalam memperkuat kapasitas daerah dalam menghadapi tantangan perekonomian nasional.

Strategi Kolaborasi untuk Kemandirian Daerah

Bima Arya menjelaskan bahwa tugas utama sebagai Wamendagri adalah membantu kepala daerah mencapai kemandirian fiskal melalui program prioritas nasional. Hal ini tidak hanya bertujuan memperkuat ekonomi daerah, tetapi juga meningkatkan daya saing sektor ekonomi kreatif. Ia menekankan bahwa kepala daerah perlu diinspirasi untuk menggali pendanaan alternatif, seperti crowd financing, kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), atau pengoptimalan aset lokal sebagai bagian dari program terbaru ini.

Kolaborasi antara HIPMI dan Pemda, menurut Bima Arya, bisa menjadi katalisator untuk inovasi yang lebih luas. Organisasi pengusaha muda dianggap sebagai mitra strategis yang mampu memfasilitasi komunikasi antara pemimpin, pelaku usaha, dan masyarakat. “HIPMI tidak hanya sekadar menjadi penunjang, tetapi juga bantuan praktis bagi daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menjalankan program terbaru,” katanya. Ia menambahkan bahwa inisiatif ini perlu berkelanjutan untuk mencapai hasil yang maksimal.

Program Nasional sebagai Panduan Daerah

Bima Arya menyoroti bahwa keberhasilan program nasional sangat bergantung pada penerapan yang konsisten di daerah. Ia memberikan contoh beberapa program seperti Asta Cita, yang mencakup kedaulatan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, dan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel). Program terbaru ini diharapkan mendorong daerah untuk mengimplementasikan inisiatif-inisiatif tersebut secara lebih efektif.

“Kolaborasi tidak cukup, sekarang adalah eranya co-creation. Mereka yang berkiprah di pemerintahan daerah perlu duduk sama-sama dengan HIPMI untuk merancang strategi yang lebih relevan dengan kebutuhan lokal,” tambah Bima Arya. Ia menegaskan bahwa co-creation bukan hanya tentang sinergi, tetapi juga pembagian risiko dan tanggung jawab dalam mengembangkan ekonomi kreatif.

Program terbaru ini juga dirancang untuk memanfaatkan bonus demografi Indonesia, yang merupakan peluang besar bagi generasi muda. Bima Arya menilai bahwa dengan dukungan HIPMI, daerah dapat menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya menyelesaikan masalah ekonomi, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pembangunan.

Kerja Sama yang Efektif

Dalam acara tersebut, Bima Arya berharap HIPMI dan Pemda mampu menciptakan model kerja sama yang lebih efektif. Ia mengapresiasi peran HIPMI dalam memfasilitasi pelaku usaha muda untuk berpartisipasi aktif dalam program prioritas nasional. “HIPMI bisa menjadi jembatan antara pemimpin dan masyarakat, karena mereka lebih memahami dinamika pasar,” jelasnya.

Pemda Kota Jambi menjadi contoh nyata keberhasilan program terbaru ini. Kota tersebut dinilai mampu meningkatkan pendapatan daerah melalui optimalisasi kebijakan prioritas nasional. Bima Arya menyebut bahwa kinerja Pemda Jambi membuktikan bahwa kolaborasi dengan HIPMI bukan hanya sekadar retorika, tetapi juga langkah konkret. Ia menegaskan bahwa ini adalah momentum untuk mengejar visi Indonesia Emas 2045, dengan dukungan ekonomi kreatif sebagai pilar utama.

Peran HIPMI dalam Penguatan Ekonomi Kreatif

Program terbaru ini juga menekankan pentingnya HIPMI dalam menjadi penyambung lidah antara pemerintah daerah dan masyarakat. Organisasi tersebut berperan aktif dalam memberikan pelatihan, sumber daya, dan kebijakan yang bisa diimplementasikan oleh pelaku usaha muda. Bima Arya menekankan bahwa ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung perekonomian daerah jika dikelola dengan baik.

Di sisi lain, Bima Arya meminta Pemda untuk lebih terbuka dalam menerima masukan dari HIPMI. Ia menilai bahwa dengan adanya komunikasi dua arah, daerah bisa lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi global. “Stabilitas ekonomi bisa terjaga meski terjadi pergantian kepemimpinan, asalkan ada pendekatan yang kolaboratif dan berkelanjutan,” tuturnya. Program terbaru ini diharapkan menjadi jalan untuk memperkuat keberlanjutan pembangunan daerah di tengah dinamika pasar yang semakin kompleks.

Dengan kerja sama yang lebih intensif antara HIPMI dan Pemda, Bima Arya yakin bahwa ekonomi kreatif akan menjadi motor penggerak utama perekonomian nasional. Ia berharap program terbaru ini bisa menjadi model referensi bagi daerah lain yang ingin menerapkan strategi serupa. “Ini adalah langkah awal menuju masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. Program terbaru ini juga menjadi langkah konkret dalam menghadapi tantangan global dan memastikan kemandirian ekonomi Indonesia.

Leave a Comment