Nasional

BNPB Catat Kekeringan Meningkat, 144 Ribu Liter Air Disalurkan di 5 Kabupaten

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah kejadian kekeringan yang melanda berbagai wilayah

Desk Nasional
Published Agustus 7, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : David Wilson - beritahitam.com
Table of Contents
  1. BNPB Catat Kekeringan Meningkat, 144 Ribu Liter Air Disalurkan di Lima Kabupaten
  2. Related Reading

BNPB Catat Kekeringan Meningkat, 144 Ribu Liter Air Disalurkan di Lima Kabupaten

Beritahitam.com – JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah kejadian kekeringan yang melanda berbagai wilayah di Indonesia. Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Kamis, 6 Agustus 2026, total sebanyak 144 ribu liter air bersih telah berhasil disalurkan kepada masyarakat terdampak di lima kabupaten. Kondisi ini menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga membutuhkan penanganan lebih intensif dari pemerintah daerah maupun pusat.

Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, memberikan penjelasan rinci mengenai situasi kekeringan di beberapa daerah. Menurut beliau, kekeringan yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh minimnya curah hujan, tetapi juga diperparah oleh pola cuaca yang tidak menentu. Berikut adalah rincian lengkap mengenai kondisi di masing-masing kabupaten yang terdampak.

Kondisi Kekeringan di Kabupaten Lamongan

Kabupaten Lamongan di Jawa Timur menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Tiga kecamatan, yaitu Sarirejo, Ngimbang, dan Bluluk, mengalami krisis air bersih akibat ketiadaan hujan selama musim kemarau. Abdul Muhari menerangkan bahwa sumber air bersih sebagai kebutuhan pokok warga mulai berkurang drastis. Tercatat sebanyak 741 kepala keluarga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air sehari-hari. BPBD Kabupaten Lamongan bersama pihak terkait telah melakukan distribusi air bersih sebanyak 40 ribu liter ke tiga lokasi tersebut pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Kekeringan di Kabupaten Cilacap dan Purworejo

Kabupaten Cilacap di Jawa Tengah juga mencatatkan sebanyak 10 kecamatan yang mengalami kesulitan air bersih. Berkurangnya debit sumber air menjadi penyebab utama kesulitan pemenuhan aktivitas sehari-hari masyarakat. BPBD Kabupaten Cilacap melakukan droping air bersih ke beberapa titik dengan total mencapai 28 ribu liter pada hari yang sama. Sementara itu, Kabupaten Purworejo mencatatkan 107 kepala keluarga terdampak di empat kecamatan, yaitu Bagelen, Loano, Purworejo, dan Gebang. BPBD Kabupaten Purworejo bersama tim gabungan mendistribusikan 30 ribu liter air bersih untuk beberapa desa terdampak.

Kabupaten Sragen dan Upaya Penanggulangan

Kabupaten Sragen di Jawa Tengah turut terdampak kekeringan. Masyarakat di wilayah ini mengalami kesulitan akses terhadap air bersih akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Dengan total distribusi air sebanyak 144 ribu liter, BNPB berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan di lima kabupaten tersebut. Pemerintah daerah juga diminta untuk terus memantau kondisi sumber air dan melakukan antisipasi jika terjadi peningkatan jumlah warga terdampak.

“Kami terus mengkoordinasikan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Bantuan ini akan terus dilakukan hingga kondisi membaik,” ujar Abdul Muhari dalam Siaran Pers BNPB pada Kamis (6/8/2026).

FAQ: Kekeringan di Indonesia

Apa penyebab utama kekeringan di Indonesia? Kekeringan disebabkan oleh minimnya curah hujan selama beberapa bulan berturut-turut, diperparah oleh pola cuaca yang tidak menentu dan pemanasan global.

Bagaimana cara masyarakat mengatasi kekurangan air bersih? Masyarakat dapat memanfaatkan bantuan air bersih dari pemerintah, membuat sumur resapan, dan menghemat penggunaan air sehari-hari.

Apakah ada prediksi cuaca untuk musim kemarau tahun ini? BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dari biasanya, sehingga diperlukan antisipasi dini dari seluruh pihak.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai bencana dan kekeringan di Indonesia, Anda dapat mengunjungi halaman Nasional Tribunnews.

Leave a Comment