Nasional

Key Discussion: Idrus Marham Kritik Saran Dino Patti Djalal, Diplomasi Bukan Sekadar Zoom Meeting

Key Discussion: Idrus Marham Kritik Saran Dino Patti Djalal, Diplomasi Bukan Sekadar Zoom Meeting Key Discussion - JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar

Desk Nasional
Published Juni 2, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Key Discussion: Idrus Marham Kritik Saran Dino Patti Djalal, Diplomasi Bukan Sekadar Zoom Meeting

Key Discussion – JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham mengkritik pendapat mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal yang menyarankan diplomasi dapat disederhanakan melalui pertemuan virtual. Dalam Key Discussion terbaru, Idrus menegaskan bahwa diplomasi tidak bisa hanya diwakili oleh Zoom meeting, karena interaksi langsung antar pemimpin negara memiliki nilai strategis yang tidak tergantikan.

Kritik Dino Dinilai Terlalu Sederhana

Dalam wawancara dengan media pada Selasa (2/6/2026), Idrus mempertanyakan keefektifan pendekatan Dino yang menekankan efisiensi biaya. “Pendapat beliau terkesan mengabaikan kompleksitas diplomasi tingkat tinggi,” ujarnya. Meski mengakui keahlian Dino sebagai diplomat berpengalaman, Idrus menilai kritik ini terlalu simplistis, karena tidak mempertimbangkan konteks politik dan ekonomi yang lebih luas.

“Saya menghormati pandangan Pak Dino, tetapi mengapa kali ini ia menganggap diplomasi hanya bisa diukur dari biaya akomodasi? Ini terlalu reduksionistis,” tambah Idrus. Menurutnya, keberhasilan diplomasi tergantung pada banyak faktor, termasuk kesan diplomatik yang diberikan oleh kepala negara dalam situasi yang dinamis.

Dalam Key Discussion ini, Idrus menekankan bahwa presiden perlu memperkuat kehadiran langsung di berbagai forum internasional. “Diplomasi bukan hanya soal komunikasi, tapi juga kesan dan kepercayaan yang dibangun secara tatap muka,” katanya. Ia menyebutkan bahwa kunjungan diplomatik memiliki dampak lebih besar dalam membentuk kesepakatan strategis dan memperkuat hubungan bilateral.

Peran BUMN dalam Diplomasi Ekonomi

Kehadiran presiden di berbagai event ekonomi global, menurut Idrus, juga menjadi keuntungan bagi perusahaan negara. “BUMN memiliki peran penting dalam memperkuat posisi Indonesia di pasar internasional,” terangnya. Ia mencontohkan bahwa kehadiran langsung pemimpin negara bisa membangun kemitraan strategis dengan investor asing, yang berdampak signifikan pada pertumbuhan ekonomi.

Dalam Key Discussion ini, Idrus juga menyoroti pentingnya komunikasi pemerintah yang jelas terkait hasil kunjungan luar negeri. “Masyarakat perlu tahu apa yang dicapai, bagaimana manfaatnya, dan bagaimana diplomasi berdampak pada kehidupan sehari-hari,” katanya. Ia menambahkan bahwa keberhasilan diplomasi tidak bisa diukur hanya dari anggaran, tetapi juga dari keberlanjutan kemitraan yang terbangun.

Strategi Diplomasi di Era Digital

Meski mengakui kemudahan teknologi dalam mempermudah komunikasi, Idrus menekankan bahwa pertemuan fisik tetap menjadi fondasi utama dalam Key Discussion diplomasi. “Zoom meeting bisa menjadi alat pendukung, tapi tidak menggantikan pertemuan langsung yang mampu menghasilkan keputusan berbasis kepercayaan,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa dalam era pandemi, komunikasi virtual memberi ruang untuk menerapkan diplomasi secara fleksibel, tetapi tetap membutuhkan komitmen politik yang kuat.

Dino Patti Djalal sebelumnya menyarankan lima langkah untuk meningkatkan efisiensi diplomatik, termasuk penggunaan teknologi dalam menyederhanakan proses. Idrus menilai saran tersebut memang relevan, tetapi harus dipadukan dengan perencanaan yang matang agar tidak merugikan keberhasilan diplomasi jangka panjang. “Key Discussion ini perlu menggabungkan efisiensi dan kualitas, bukan hanya memotong biaya,” pungkasnya.

Leave a Comment