Key Strategy: Dubes Swiss Sebut Indonesia sebagai Mitra Strategis di Pembangunan Lingkungan dan Bentang Alam
Key Strategy – Dubes Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, menekankan bahwa Key Strategy merupakan elemen kunci dalam memperkuat kerja sama antara kedua negara, khususnya dalam sektor lingkungan dan pengelolaan bentang alam. Dalam pidatonya selama peluncuran Fase II Program Lanskap Berkelanjutan Indonesia (SLPI) di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2026), Zehnder menyatakan bahwa strategi kolaborasi ini menjadi contoh nyata tentang bagaimana hubungan bilateral dapat menciptakan dampak berkelanjutan. Key Strategy juga dianggap sebagai alat penting untuk mengintegrasikan kepentingan ekonomi, inovasi, dan lingkungan dalam satu kerangka kerja yang harmonis.
SLPI Fase II: Penjelasan dan Tujuan
Program SLPI adalah inisiatif bersama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Swiss melalui Sekretariat Negara Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO), yang dikoordinasikan oleh United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia. Tujuan utama program ini adalah mengembangkan pendekatan pembangunan yang berkelanjutan dengan menggabungkan kebijakan pertanian, konservasi hutan, serta kehidupan masyarakat pedesaan. Fase II akan berlangsung dari 2026 hingga 2029, dengan strategi yang telah terbukti efektif selama fase pertama sebagai dasar pengembangan lebih lanjut.
“Key Strategy tidak hanya mengarahkan kerja sama bilateral, tetapi juga menciptakan fondasi untuk mencapai kesetaraan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan. SLPI menunjukkan bahwa ekonomi hijau dan ketahanan pangan dapat saling melengkapi,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Zehnder juga menyoroti bagaimana Key Strategy memfasilitasi pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman antara kedua negara, sehingga mempercepat proses transformasi di wilayah dengan sumber daya alam yang rentan.
Manfaat dan Keterlibatan Masyarakat
Program SLPI Fase II bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat ke pasar global, sekaligus menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan. Aretha Aprilia, Kepala Unit Nature and Low Carbon Development UNDP Indonesia, mengatakan bahwa SLPI berupaya membangun forum multipihak yang solid dan memastikan transparansi dalam evaluasi progres. “Key Strategy mengajak kita untuk merancang solusi yang mengutamakan keterlibatan masyarakat sebagai mitra utama,” tambah Aretha.
“Pembangunan berkelanjutan hanya bisa tercapai jika masyarakat pedesaan menjadi bagian dari solusi. Key Strategy mengintegrasikan pendekatan ini, menjadikan SLPI sebagai contoh nyata keberhasilan,” terang Aretha.
Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas lokal dalam mengelola sumber daya alam secara bijak, serta menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan di tingkat desa. Dengan Key Strategy sebagai arah, SLPI diperkirakan akan memberikan dampak signifikan pada pengurangan emisi karbon dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu aspek penting dari Key Strategy adalah koordinasi yang lebih intensif antara pemerintah dan pihak swasta. Zehnder menyebutkan bahwa kemitraan ini mencakup berbagai sektor seperti pertanian, energi terbarukan, dan ekonomi hijau, yang semuanya saling terkait dalam mencapai tujuan lingkungan. Selain itu, Key Strategy juga menjadi penggerak dalam mendukung kebijakan nasional Indonesia terkait Perjanjian Iklim dan keberlanjutan ekosistem. “Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Key Strategy bisa menjadi jembatan antara isu lingkungan dan kepentingan ekonomi nasional,” tuturnya.
