Penggeledahan Kafe de’Clan Berujung Adu Mulut Polisi-Jaksa Sebelum Uang Rp 60 Miliar Ditemukan
Topics Covered: Pada Rabu, 8 Juli 2026, penyidik melakukan penggeledahan di Kafe de’Clan Signature, Jalan Cipete Raya, Jakarta Selatan. Sebelum proses penyelidikan dimulai, terjadi adu mulut antara petugas kepolisian dan pihak Kejaksaan, menurut kesaksian warga yang hadir sebagai pengurus lingkungan setempat. Berinisial F, ia mengatakan situasi memanas saat kedua tim memperdebatkan langkah-langkah penyelidikan.
“Pada jam 11.30 WIB, hanya ada personel reserse di lokasi. Tak lama, orang Kejaksaan datang dan memasuki bangunan. Di dalam, saya melihat adanya debat antara petugas Kejaksaan dan personel polisi,” ujar F saat memberikan keterangan di lokasi, seperti dilaporkan Kompas.com, Kamis (9/7/2026).
Saksi mata tersebut tidak menyebutkan isu utama dalam perdebatan, karena memilih keluar dari area bangunan. “Saya ke bawah, merokok di luar,” tambahnya. Tak lama kemudian, rombongan Brimob tiba di lokasi, sementara pihak Kejaksaan yang sebelumnya terlibat perdebatan sudah tidak terlihat lagi. “Eh, pas masuk lagi, orang Kejaksaan sudah enggak ada, langsung pergi kayaknya,” pungkas F.
Korupsi Batu Bara dan Konteks Penemuan Uang Rp 60 Miliar
Setelah drama adu mulut, penggeledahan berjalan lancar. Seorang saksi lain, Rizki, mengungkapkan proses yang dramatis saat tim penyidik menemukan tumpukan uang tunai senilai Rp 60 miliar. Menurut saksi tersebut, uang itu disimpan dalam brankas tersembunyi di lantai dua bangunan. Topics Covered ini menjadi bagian dari penyelidikan dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk perusahaan BUMN seperti PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel (Persero).
“Ada ruangan bus di lantai dua, di belakang lemari ada brankas. Di dalam brankas ternyata ada brankas lagi. Lemarinya harus digeser dan didobrak dulu karena tidak terlihat dari luar,” kata Rizki seperti dilaporkan Tribunnews.com.
Penyidik juga menyita kunci mobil dan ponsel sebagai barang bukti. Sampai Kamis siang, Kafe de’Clan Signature tampak tertutup rapat tanpa adanya garis polisi, meski sejumlah kendaraan karyawan masih terparkir di lokasi. Topics Covered ini menggambarkan bagaimana proses penyelidikan bisa menjadi titik awal dari pengungkapan kasus besar yang menjangkau berbagai institusi pemerintah.
Kontroversi dan Implikasi Penemuan Uang
Kasus penggeledahan di Kafe de’Clan bukan hanya soal uang Rp 60 miliar, tetapi juga menyentuh isu keterbukaan penyelidikan. Topics Covered ini menunjukkan koordinasi antara kepolisian dan jaksa dalam mengungkap tindak pidana korupsi yang melibatkan beberapa perusahaan besar. Uang tunai yang ditemukan diperkirakan sebagai bukti langsung dalam penyelidikan terhadap pengadaan batu bara yang diduga melibatkan pihak-pihak terkait.
“Uang itu disimpan di brankas tersembunyi, mungkin untuk menghindari pemeriksaan. Tapi setelah penggeledahan, semua terbongkar,” ujar saksi Rizki.
Adanya adu mulut sebelum proses penyelidikan dimulai menambah kehebohan kasus ini. Topics Covered juga menggambarkan ketegangan antara dua institusi yang biasanya bekerja sama, tetapi kali ini terlihat perbedaan pendapat dalam mengambil langkah-langkah penyelidikan. Kafe de’Clan Signature, yang sebelumnya menjadi tempat kopi dan makanan, kini menjadi simbol kasus korupsi yang mungkin mengguncang bisnis dan pemerintahan.
Penemuan uang Rp 60 miliar dalam penggeledahan ini diprediksi akan menjadi pusat perhatian publik. Topics Covered ini membuka peluang pengungkapan lebih banyak transaksi ilegal yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Dengan adanya barang bukti yang jelas, penyidik diharapkan bisa menggarisbawahi peran para tersangka dalam mengakses dana yang diduga tidak transparan.
