Otomotif

Special Plan: Toyota Sudah Setop Produksi Veloz Bensin Sejak Februari 2026, Kini Fokus Mesin Hybrid

Special Plan: Toyota Berhenti Produksi Veloz Bensin, Fokus ke Hybrid Special Plan - Perusahaan otomotif Toyota melalui PT Toyota Astra Motor (TAM) mengumumkan

Desk Otomotif
Published Mei 17, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Special Plan: Toyota Berhenti Produksi Veloz Bensin, Fokus ke Hybrid

Special Plan – Perusahaan otomotif Toyota melalui PT Toyota Astra Motor (TAM) mengumumkan bahwa produksi Veloz dengan mesin bensin (Internal Combustion Engine/ICE) telah dihentikan sejak Februari 2026 sebagai bagian dari Special Plan strategi transformasi teknologi kendaraan. Tindakan ini menandai pergeseran signifikan dalam portofolio model Veloz, di mana fokus perusahaan kini terarah pada pengembangan mesin hybrid sebagai solusi ramah lingkungan dan efisien bahan bakar.

Perkembangan Teknologi dan Komitmen Toyota

Special Plan ini adalah bagian dari komitmen Toyota untuk mendukung pengurangan emisi karbon dan menghadapi tantangan perubahan iklim. Dengan menghentikan produksi Veloz bensin, perusahaan memberikan sinyal kuat bahwa teknologi hybrid akan menjadi pilihan utama untuk model tersebut. Bansar Maduma, Marketing Director TAM, menjelaskan bahwa keputusan ini didasarkan pada permintaan pasar yang terus berkembang terhadap kendaraan berbahan bakar alternatif.

“Dengan Special Plan, kami berupaya untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin sadar akan dampak lingkungan dari penggunaan bahan bakar fosil,” kata Bansar usai acara Toyota GR Car Meet di Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (16/5/2026). “Veloz hybrid dirancang agar bisa menawarkan kinerja yang lebih baik tanpa mengorbankan performa.”

Veloz hybrid dirilis di Indonesia pada 21 November 2025 sebagai world premiere dalam acara Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025. Model ini menggunakan mesin hybrid dengan konfigurasi 1.5L e-DOHC dan motor listrik yang berikan tenaga hingga 110 dk. Dengan kombinasi ini, Veloz hybrid dapat mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 30% dibandingkan versi bensin, yang menjadi nilai tambah utama dalam Special Plan Toyota.

Transisi Pasar dan Pengaruh Global

Transisi dari mesin bensin ke hybrid di Veloz bukanlah keputusan yang diambil secara mendadak. Perusahaan telah melakukan riset mendalam terhadap preferensi konsumen dan tren industri otomotif global. Dalam Special Plan ini, Toyota berupaya memenuhi permintaan pasar yang semakin menyadari pentingnya penghematan energi dan pengurangan polusi.

Masuknya Veloz hybrid juga sejalan dengan komitmen Toyota untuk menjadi salah satu produsen kendaraan ramah lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan telah memperkenalkan sejumlah model hybrid di berbagai segmen, seperti Avanza Hybrid dan Kijang Innova Zenix. Penghentian produksi Veloz bensin adalah langkah konsisten dalam Special Plan yang bertujuan mengurangi penggunaan mesin konvensional secara bertahap.

Menurut analisis pasar, konsumen yang memilih Veloz hybrid cenderung lebih peduli akan biaya operasional jangka panjang. Dengan mesin hybrid, mobil ini tidak hanya mengurangi emisi tetapi juga menawarkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik. Bansar menyebut bahwa transisi ini juga bertujuan memperkuat posisi Toyota di pasar yang semakin kompetitif dan bergerak menuju keberlanjutan.

Veloz hybrid sekarang menjadi opsi utama bagi konsumen yang ingin mengadopsi teknologi ramah lingkungan. Meski demikian, Toyota tetap menyediakan alternatif bagi pelanggan yang masih membutuhkan mesin bensin, seperti model Avanza. Dengan Special Plan ini, perusahaan memastikan bahwa semua segmen pasar tetap terlayani secara optimal.

Sebagai bagian dari Special Plan, Toyota juga menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan dalam perusahaan. Dengan menghentikan produksi Veloz bensin, perusahaan menyasar pasar yang lebih kecil, tetapi lebih maju dalam adopsi teknologi green. Model Veloz hybrid akan menjadi bagian dari strategi jangka panjang Toyota untuk mencapai target pengurangan emisi CO2 sebesar 50% pada tahun 2030.

Leave a Comment