Regional

3 Orang Penarik Sound Sisingaan Tewas Tersengat – Polisi: Pegang Kabel PLN Pakai Tangan Kosong

3 Penarik Sound Sisingaan Tewas Tersengat saat Mengangkat Kabel PLN 3 Orang Penarik Sound Sisingaan Tewas - Sebuah kecelakaan listrik yang menewaskan tiga

Desk Regional
Published Juni 3, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

3 Penarik Sound Sisingaan Tewas Tersengat saat Mengangkat Kabel PLN

3 Orang Penarik Sound Sisingaan Tewas – Sebuah kecelakaan listrik yang menewaskan tiga penarik sound Sisingaan terjadi di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (2/6/2026). Peristiwa ini memicu kegemparan di masyarakat, terutama setelah video kejadian tersebut viral di berbagai platform media sosial. Seorang saksi, Pitung dari Satlinmas Desa Mekarmukti, mengungkap bahwa insiden ini terjadi saat kendaraan yang membawa alat-alat musik dan sound melewati kabel listrik PLN. Tiga dari tujuh penarik sound Sisingaan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut tidak tertolong dan meninggal dunia, sementara empat lainnya mengalami cedera serius.

Detail Kecelakaan dan Penjelasan dari Saksi

Kejadian berawal pada siang hari, sekitar pukul 16.00 WIB, ketika rombongan Sisingaan sedang melakukan arak-arakan di jalur yang berbukit. Pitung mengatakan bahwa para penarik sound Sisingaan, yang tergabung dalam grup Dewa Tarompet, menjemput kendaraan dari belakang untuk memudahkan perjalanan. “Awalnya habis istirahat, terus jalan lagi,” ujarnya. Namun, saat kendaraan mendekati kabel PLN, salah satu anggota rombongan memutuskan untuk mengangkat kabel tersebut dengan tangan kosong.

“Awalnya satu orang yang kena. Begitu kesetrum, merambet ke yang lain,” kata Pitung.

Dalam prosesnya, kabel PLN yang tegangan tingginya menyentuh tubuh para penarik sound Sisingaan. Karena menggunakan tangan kosong, mereka tidak bisa memutus aliran listrik dengan cepat. Akibatnya, tiga orang tidak bisa diselamatkan, sedangkan empat lainnya dirawat di rumah sakit. Kecelakaan ini menggambarkan bahaya yang bisa terjadi saat tradisi lokal dilakukan di area yang tidak aman secara listrik.

Penjelasan Polisi dan Penyebab Kecelakaan

Menurut informasi dari pihak kepolisian, insiden ini terjadi karena kurangnya kesadaran para penarik sound Sisingaan terhadap risiko kabel PLN. “Mereka mengangkat kabel PLN pakai tangan kosong, yang menyebabkan kecelakaan,” jelas polisi. Seorang saksi mata, yang tidak ingin disebutkan namanya, menambahkan bahwa kabel PLN tersebut berada di dekat jalan yang tidak memiliki penjagaan khusus. “Saya lihat mereka mengangkat kabel itu, tapi tidak tahu itu listrik,” katanya.

Penyebab utama kecelakaan adalah ketidaktahuan para penarik sound Sisingaan terhadap keberadaan kabel listrik yang tergantung di atas jalan. Meski kabel tersebut sudah dipasang, para penari tidak memeriksa kondisi sebelum memulai arak-arakan. Akibatnya, mereka menjadi korban kesetruman yang mematikan. Kecelakaan ini juga memperlihatkan bahwa pengetahuan tentang keselamatan listrik perlu ditingkatkan dalam acara tradisional seperti Sisingaan.

Sejarah dan Makna Sisingaan sebagai Tradisi Budaya

Sisingaan adalah salah satu bentuk seni pertunjukan khas Sunda yang memiliki makna budaya dan spiritual. Tradisi ini dilakukan dengan arak-arakan boneka singa yang dikendarai oleh anak-anak yang sedang dikhitan, diiringi oleh alunan musik tradisional. Sisingaan sering diadakan saat acara adat atau perayaan tertentu, seperti pernikahan atau hari besar keagamaan. Namun, dalam kasus ini, kecelakaan terjadi saat Sisingaan digunakan sebagai bagian dari pertunjukan kesenian.

Tradisi Sisingaan yang dilakukan oleh sejumlah pemain ini berpotensi menimbulkan risiko jika diadakan di area yang tidak dilengkapi dengan fasilitas keselamatan. Polisi menyarankan agar penggunaan kabel PLN dalam pertunjukan kesenian harus disertai dengan pemeriksaan ketat dan penjagaan khusus. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan bahaya listrik, terutama dalam kegiatan yang melibatkan gerakan fisik seperti arak-arakan.

Kondisi Saat Kecelakaan Terjadi

Kondisi saat kejadian menunjukkan bahwa para penarik sound Sisingaan sedang menghadapi tantangan fisik dalam menyelesaikan pertunjukan. Mereka berada di atas kendaraan yang sedang bergerak, dan saat melintas di bawah kabel PLN yang tergantung, salah satu dari mereka menyentuh kabel tersebut. Pitung mengatakan bahwa kejadian ini terjadi secara spontan, tanpa rencana khusus. “Mereka hanya ingin memudahkan kendaraan melewati kabel, tapi tidak menyadari bahaya yang mungkin terjadi,” tambahnya.

Kejadian ini menunjukkan bagaimana kecelakaan listrik bisa terjadi di tempat yang seharusnya aman. Meski Sisingaan adalah bentuk kesenian yang berisiko, kejadian ini mengingatkan bahwa kesadaran keselamatan harus ditingkatkan. Polisi juga sedang menyelidiki apakah ada faktor lain, seperti kabel PLN yang rusak atau kurangnya pemasangan yang tepat, yang berkontribusi pada kecelakaan tersebut.

Pengaruh Kecelakaan terhadap Masyarakat

Kecelakaan yang menewaskan tiga penarik sound Sisingaan ini tidak hanya menimbulkan duka yang mendalam, tetapi juga menggugah masyarakat untuk lebih waspada terhadap keberadaan kabel PLN di sekitar tempat pertunjukan. Banyak warga Desa Mekarmukti menyampaikan rasa prihatin terhadap kejadian tersebut, karena Sisingaan merupakan bagian dari budaya setempat yang sudah diwariskan turun-temurun.

Pengelola pertunjukan kesenian juga berencana untuk menyelenggarakan upacara penghargaan terhadap para korban dan meninjau ulang protokol keselamatan dalam acara tersebut. Selain itu, kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa keberadaan kabel listrik sebelum melakukan aktivitas di sekitar area yang berpotensi berbahaya. “Kecelakaan ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat,” ujar petugas penyelidik.

Dengan kecelakaan ini, harapan masyarakat semakin tinggi agar infrastruktur listrik di daerah pengelolaan Sisingaan diperbaiki. Kabel PLN yang tergantung di atas jalan perlu diberi penjagaan, atau setidaknya diberi tanda peringatan yang jelas. Kecelakaan yang menewaskan tiga penarik sound Sisingaan ini juga menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat tentang risiko kesetruman saat melakukan kegiatan di bawah kabel listrik.

Leave a Comment