Regional

Latest Program: Bupati Tegal Serahkan BLT Dana Bagi Hasil ke 2.975 Buruh, Sebut Sektor IHT Topang Mata Pencaharian

Latest Program: Bupati Tegal Serahkan BLT Dana Bagi Hasil kepada 2.975 Buruh, Dukung Stabilitas Sektor IHT Latest Program - Dalam rangkaian Latest Program

Desk Regional
Published Juli 8, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Latest Program: Bupati Tegal Serahkan BLT Dana Bagi Hasil kepada 2.975 Buruh, Dukung Stabilitas Sektor IHT

Latest Program – Dalam rangkaian Latest Program yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal, Bupati Ischak Maulana Rohman kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kepada 2.975 penerima manfaat. Penerima bantuan ini terdiri dari 2.575 pekerja pabrik rokok, 406 buruh tani tembakau, dan 400 buruh pengolahan cengkih. Distribusi BLT ini bertujuan memastikan kesejahteraan pekerja di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT), yang dinilai sebagai tulang punggung perekonomian daerah.

Program BLT Dana Bagi Hasil dan Dampaknya

Distribusi BLT DBHCHT dilakukan secara bertahap untuk mengoptimalkan penggunaan dana. Total alokasi anggaran sebesar Rp1.785.000.000 disalurkan dalam dua bulan, Mei-Juni 2026, dengan nominal per penerima sebesar Rp600.000 per bulan. Angka ini menurun hampir 50% dibandingkan tahun sebelumnya, yang mencapai Rp1,2 juta selama empat bulan. Meski begitu, Bupati Tegal menegaskan bahwa program ini tetap menjadi bagian dari Latest Program untuk memastikan stabilitas perekonomian masyarakat.

“Kami akan menyampaikan melalui surat. Seperti tahun lalu ada wacana kenaikan cukai rokok, kami juga menerima aspirasi dari serikat pekerja berkirim surat ke pemerintah pusat. Ini terkait investasi dan keberlangsungan usaha mereka,” ujar Ischak, dikutip Rabu (8/7/2026).

Peran Sektor IHT dalam Pemulihan Ekonomi

Sektor IHT, menurut Bupati Tegal, memiliki peran strategis dalam mendukung mata pencaharian warga. Industri ini bukan hanya menghasilkan pendapatan negara melalui cukai, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam perekonomian lokal. Kebutuhan akan bahan baku seperti tembakau dan cengkih memicu pertumbuhan usaha kecil menengah, sekaligus menciptakan lapangan kerja yang stabil. Dengan Latest Program ini, pemerintah berharap mampu menjaga daya beli masyarakat dan mengurangi tekanan ekonomi akibat fluktuasi pasar.

“Alokasi anggaran BLT DBHCHT sebesar Rp1.785.000.000 disalurkan dalam satu tahap selama dua bulan, yaitu Mei-Juni dengan nominal per bulan Rp300.000 kepada 2.975 penerima manfaat,” kata Tri Guntoro, Kepala Dinas Sosial Tegal.

Kebutuhan akan bantuan sosial ini semakin terasa setelah beberapa tahun terakhir sektor IHT mengalami tantangan. Lonjakan harga bahan baku dan persaingan dari industri rokok nasional memaksa pekerja menggantungkan pendapatan mereka pada konsistensi produksi dan permintaan pasar. Pemotongan anggaran DBHCHT tahun ini mengisyaratkan perlu adanya inovasi dalam Latest Program untuk mengadaptasi keadaan ekonomi yang terus berubah.

Sejumlah pekerja mengungkapkan bahwa bantuan ini menjadi penopang penting bagi keluarga mereka. Nurhayati, seorang buruh giling rokok, menyebutkan bahwa uang BLT digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak. “Uangnya untuk biaya daftar sekolah, beli buku, dan seragam anak,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa program bantuan tidak hanya bermanfaat secara langsung, tetapi juga berdampak pada aspek sosial dan pendidikan.

Selain bantuan langsung, program Latest Program juga mencakup pelayanan kesehatan, sosialisasi penggunaan rokok ilegal, dan peningkatan fasilitas pendukung. Langkah ini bertujuan meminimalkan risiko kesehatan masyarakat serta meningkatkan produktivitas para pekerja. Dengan memperkuat keberlanjutan sektor IHT, Pemerintah Kabupaten Tegal berharap mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih resilien dan inklusif.

Leave a Comment