Official Announcement: Norbertus Tubani Duga Dibekingi DPRD NTT
Official Announcement mengenai kasus kematian dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang dikenal sebagai dr Icha, semakin memanas. Keluarga almarhumah telah melaporkan tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), ke Polda NTT. Ketiganya tergabung dalam partai politik berbeda, yaitu Therensius Lazakar dari Partai Golkar, Norbertus Tubani dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan Veronika Lake dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Official Announcement ini menjadi sorotan karena terkait dengan dugaan tindakan intimidasi yang terjadi selama penanganan kasus pasien yang mengalami gigitan ular di Rumah Sakit (RS) Leona, Kecamatan Kota Kefamenanu.
Dugaan Keterlibatan Anggota DPRD dalam Kasus Meninggal
Kasus ini bermula saat dr Icha, seorang dokter dengan reputasi baik, menangani pasien yang mengalami kondisi kritis akibat gigitan ular. Menurut laporan, Norbertus Tubani dan rekan-rekannya dituduh memberikan tekanan kepada dr Icha dengan mengancam akan mencabut izin operasional RS Leona serta BPJS Kesehatan. Tindakan tersebut, menurut pengakuan Norbertus Tubani, dilakukan sebagai bentuk “intimidasi” untuk memaksa dr Icha mengubah pendirian dalam penanganan kasus.
“Kamu tanda muka saya, saya anggota DPRD Komisi III mitra kerja Dinas Kesehatan, saya bisa mencabut izin operasional rumah sakit dan BPJS,” kata Norbertus Tubani seperti diwartakan Viktor Manbait, kuasa hukum keluarga dr Icha.
Keluarga dr Icha menyebut bahwa ancaman dari Norbertus Tubani mencerminkan sikap dominan partai di baliknya. Mereka menegaskan bahwa Official Announcement ini bukan hanya sebagai tindakan penyelidikan, tetapi juga untuk mengungkap kebenaran di balik kematian dr Icha yang diduga berkaitan dengan tekanan dari pihak berwenang. Official Announcement ini diharapkan menjadi awal dari proses investigasi lebih lanjut yang transparan.
Veronika Lake Dinonaktifkan, PDIP Terlibat dalam Proses Pemecatan
Selain Norbertus Tubani, Veronika Lake dari PDIP juga dituduh terlibat dalam insiden tersebut. Dalam Official Announcement yang disampaikan oleh keluarga dr Icha, dinyatakan bahwa Veronika Lake telah diberhentikan sementara dari jabatannya sebagai anggota DPRD. Pemecatan ini, menurut sumber terpercaya, merupakan tindakan tegas dari PDIP sebagai respons terhadap dugaan pengaruh dari Norbertus Tubani.
Menurut Official Announcement yang diungkapkan, Veronika Lake juga diancam melalui sumpah adat oleh pihak tertentu. Ancaman tersebut, menurut informasi, merupakan bagian dari strategi intimidasi yang diterapkan oleh para anggota DPRD. Official Announcement ini memicu reaksi luas dari masyarakat setempat yang merasa kecewa dengan keterlibatan politik dalam kasus kematian dr Icha.
Profil Norbertus Tubani dan Perannya dalam Kasus
Norbertus Tubani, anggota DPRD TTU dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), lahir di Tualeu, Desa Lanaus, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten TTU. Ia memiliki latar belakang pendidikan Sarjana Ilmu Sosial dari Universitas Timor pada 2018. Dalam Official Announcement yang dikeluarkan, dinyatakan bahwa Norbertus Tubani dituduh memanfaatkan jabatan di DPRD Komisi III untuk memengaruhi proses medis di RS Leona.
Keluarga dr Icha juga menyebut bahwa Norbertus Tubani mengklaim memiliki kekuatan untuk mengubah keputusan dari Dinas Kesehatan. Hal ini memicu pertanyaan terkait keterbukaan dan transparansi dalam pengambilan keputusan di lingkungan pemerintahan daerah. Official Announcement ini dianggap sebagai upaya untuk menyelamatkan reputasi partai dan menjaga hubungan dengan lembaga-lembaga kesehatan.
Konteks Kasus dan Dampak pada Masyarakat
Kasus kematian dr Icha menjadi sorotan karena mencerminkan konflik antara pihak medis dan struktur politik lokal. Official Announcement yang dikeluarkan oleh keluarga almarhumah memicu kecurigaan bahwa tekanan dari anggota dewan mengganggu proses pengobatan pasien. Masyarakat menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk korupsi tersembunyi di bidang kesehatan.
Dalam Official Announcement yang lebih luas, dinyatakan bahwa keluarga dr Icha ingin menjadikan kasus ini sebagai contoh tentang bagaimana keterlibatan politik dapat memengaruhi kinerja lembaga pelayanan kesehatan. Official Announcement ini juga diharapkan bisa menarik perhatian pihak eksternal, seperti media nasional atau organisasi pemantau kesehatan, untuk memeriksa lebih jauh keterlibatan DPRD dalam insiden tersebut.
Langkah Selanjutnya dan Penegakan Hukum
Kelompok keluarga dr Icha berharap bahwa Official Announcement yang mereka luncurkan akan memicu proses hukum yang adil. Mereka menegaskan bahwa laporan ke Polda NTT adalah langkah penting untuk melindungi kebenaran dan menghukum siapa pun yang terlibat dalam tindakan intimidasi. Official Announcement ini juga diharapkan bisa memberikan kejelasan kepada publik mengenai apakah ada keterlibatan korupsi dalam pengelolaan RS Leona dan BPJS.
Sementara itu, proses investigasi masih berlangsung. Dinas Kesehatan TTU dan Polda NTT akan mengecek semua fakta terkait dengan dugaan tekanan yang diberikan kepada dr Icha. Official Announcement ini menjadi referensi utama bagi masyarakat dalam menilai integritas para anggota dewan yang terlibat. Dengan Official Announcement ini, pihak keluarga juga membuka ruang untuk menerima saran atau persetujuan dari komunitas lokal dan organisasi masyarakat sipil.
