Regional

Warga Palembang Meninggal Usai Sesak Napas, Keluarga Sebut Asma Kambuh di Tengah Kabut Asap

Hardiansyah-41-warga-Kertapati-Palembang-meninggal-setelah-mengalami-sesak-napas

Sesak Napas Kambuh di Tengah Kabut Asap, Warga Palembang Meninggal

Beritahitam.com – Hardiansyah (41), warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, meninggal dunia pada Sabtu, 3 Oktober 2026, setelah mengalami sesak napas berat. Keluarga menyampaikan bahwa keluhan tersebut muncul kembali ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan sekitar tempat tinggal mereka.

Almarhum diketahui memiliki riwayat asma sejak masa kanak-kanak. Istrinya, Rika Yunita Sari (39), mengisahkan bahwa gangguan pernapasan Hardiansyah mulai kembali terasa sejak pertengahan September 2026, seiring munculnya asap dan abu di lingkungan rumah mereka.

Asap kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan gangguan pandangan serta bau menyengat. Bagi warga dengan masalah pernapasan, kondisi udara yang berubah dapat menjadi perhatian serius, terutama ketika aktivitas sehari-hari tetap harus dilakukan di luar ruangan.

Keluhan Muncul Sejak Asap Terasa di Lingkungan Rumah

Rika mengatakan abu dan kabut asap sempat terlihat sampai ke sekitar kediaman keluarga. Pada masa itu, suaminya mulai mengeluhkan sesak, meski kondisi kesehatannya sempat membaik sebelum keluhan kembali memburuk pada pagi hari sebelum meninggal.

“Semenjak ada kejadian karhutla di dekat sini, suami mulai sesak. Kami lihat abu sampai ke sini, nah dari situ suami sesak napasnya kambuh. Sempat sehat lagi, tapi kemarin pagi sesak napasnya sampai bunyi, pokoknya paling parah kambuhnya itu,” ujar Rika.

Pada malam sebelum peristiwa itu, Hardiansyah disebut masih dalam keadaan baik dan tidak menunjukkan keluhan yang berarti. Situasi berubah pada pagi hari ketika kabut asap dirasakan cukup pekat. Ia sempat menyampaikan keluhan mengenai kondisi udara, lalu mengalami sesak napas yang semakin parah.

“Malamnya aman tidak apa-apa, tapi kemarin pagi dia menggerutu karena kabut asap pekat pagi kemarin. Nah, di situ dia sesak parah. Setelah itu kami bawa ke rumah sakit BARI,” kata Rika.

Keluarga segera membawa Hardiansyah ke Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI. Namun, saat tiba di rumah sakit, ia telah dinyatakan meninggal dunia.

Belum Ada Diagnosis Penyebab Kematian

Rika menyebut keluarga belum menerima penjelasan medis mengenai penyebab pasti kematian Hardiansyah. Riwayat asma yang telah dimiliki almarhum sejak kecil telah disampaikan kepada petugas medis, tetapi diagnosis penyebab kematian belum sempat diperoleh keluarga.

“Begitu sampai tidak ada suara lagi dan dokter menyatakan suami sudah meninggal. Belum sempat didiagnosis penyebabnya oleh dokter, tapi kami sampaikan kalau almarhum ada riwayat asma sejak kecil,” tuturnya.

Karena belum ada diagnosis medis, hubungan langsung antara paparan kabut asap dan kematian Hardiansyah belum dapat dipastikan. Keterangan keluarga menggambarkan adanya kekambuhan sesak napas di tengah kondisi udara berasap, tetapi penetapan penyebab kematian tetap memerlukan pemeriksaan medis.

Pembedaan ini penting agar informasi yang beredar tetap akurat. Riwayat penyakit, kondisi fisik seseorang, waktu penanganan, dan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan merupakan bagian yang menentukan dalam penilaian medis atas sebuah kematian.

Pekerjaan Membuatnya Kerap Berada di Luar Ruangan

Dalam kesehariannya, Hardiansyah bekerja sebagai pengemudi ojek online dan taksi online. Pekerjaan tersebut membuatnya sering berada di jalan sejak pagi hingga siang, kemudian kembali bekerja pada sore hari. Aktivitas di luar ruangan menjadi bagian dari rutinitasnya untuk mencari nafkah.

Selama kurang lebih dua bulan terakhir, ia beberapa kali menyampaikan keluhan tentang asap yang belum juga hilang. Bagi pekerja lapangan, gangguan kualitas udara dapat memberi dampak langsung karena pilihan untuk mengurangi paparan sering kali terbatas oleh kebutuhan bekerja.

“Almarhum kerjanya driver, biasa pergi pagi sampai siang, terus sore lanjut lagi. Ada lah ngeluh, sampai kapan asap ini hilang,” katanya.

Kabut asap akibat karhutla menjadi persoalan yang memengaruhi kehidupan warga di berbagai sisi. Selain mengganggu kegiatan ekonomi dan mobilitas, kondisi tersebut dapat membuat warga yang memiliki riwayat gangguan pernapasan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan keluhan kesehatan.

Gejala seperti sesak napas yang memburuk, napas berbunyi, atau kesulitan bernapas memerlukan perhatian segera, khususnya bagi orang dengan riwayat asma. Keluarga juga dapat membantu dengan memantau perubahan kondisi anggota keluarga yang rentan dan mengupayakan akses pelayanan kesehatan ketika keluhan memburuk.

Peristiwa yang dialami Hardiansyah meninggalkan duka bagi keluarganya. Di tengah kabut asap yang masih menjadi perhatian warga, kisah ini juga menegaskan pentingnya perlindungan kesehatan bagi masyarakat, terutama mereka yang setiap hari harus beraktivitas di luar rumah dan memiliki kondisi medis yang dapat kambuh.

Frequently Asked Questions

What is Warga Palembang Meninggal Usai Sesak Napas?

Warga Palembang Meninggal Usai Sesak Napas is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Warga Palembang Meninggal Usai Sesak Napas matter?

Warga Palembang Meninggal Usai Sesak Napas matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *