Regional

What Happened During: Sindikat Kampung Narkoba Gang Langgar Samarinda Terkenal Licin, Gunakan ‘Sniper’ hingga HT

What Happened During: Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terbongkar, Gunakan Sniper dan HT What Happened During — Direktorat Tindak Pidana Narkoba

Desk Regional
Published Mei 18, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

What Happened During: Sindikat Narkoba di Gang Langgar Samarinda Terbongkar, Gunakan Sniper dan HT

What Happened During — Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri melakukan operasi besar-besaran untuk mengungkap jaringan narkoba yang beroperasi di kawasan Gang Langgar, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Jaringan ini dikenal dengan keahlian menghindari pemeriksaan, bahkan menggunakan strategi keamanan yang rumit. Hasil operasi ini menunjukkan bahwa bisnis narkoba di wilayah tersebut berjalan terstruktur, dengan sistem komunikasi canggih dan pengawasan intensif.

Strategi Keamanan yang Terencana

What Happened During menyoroti cara kreatif yang digunakan oleh para pelaku narkoba di Gang Langgar. Mereka memperkenalkan sistem pengawasan menggunakan alat Handy Talky (HT) dan ‘sniper’ untuk memastikan keamanan selama transaksi. Di sepanjang jalan menuju Blok F, terdapat 21 pengawas yang berjaga-jaga, dengan tugas utama memandu calon pembeli ke lapak penjualan narkoba. Selain itu, para ‘sniper’ berperan sebagai pengintai yang mengamati lingkungan sekitar untuk menghindari kecurigaan.

“Di sepanjang jalur sebelum mencapai Blok F, ada 21 pengawas yang memegang HT. Mereka membantu mengarahkan pengguna narkoba yang akan membeli barang haram di Lapak GG Langgar Blok F,” ujar Brigjen Eko Hadi Santoso, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, dalam keterangan, Senin (18/5/2026).

Sistem Kode untuk Pengamanan Transaksi

What Happened During juga mengungkap bagaimana para pelaku mengelola komunikasi secara terselubung. Sniper di depan toko AlfaMart memberikan kode seperti ‘masuk masuk’ melalui gerakan tangan untuk menginformasikan keberadaan calon pembeli. Kode tersebut kemudian disampaikan ke pengawas lain via HT, memastikan keamanan selama proses transaksi. Metode ini mencerminkan keahlian mereka dalam menyembunyikan aktivitas narkoba dari mata pihak berwenang.

“Sniper di depan AlfaMart memberikan kode ‘masuk masuk’ melalui tangan secara diam-diam. Selanjutnya, informasi disampaikan via HT untuk memastikan keamanan penjualan,” tambah Eko.

Operasi dan Tersangka yang Ditangkap

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menangkap 13 orang terduga terkait sindikat narkoba. Termasuk di antaranya adalah Firnandes alias Nando sebagai bandar utama, Ade Saputra alias Ayam Jago sebagai penjual sabu, serta Tri Pamungkas dan Hadi Saputra sebagai kurir. Sementara itu, delapan orang lainnya masih dalam pengejaran, seperti Andes alias H. Endi, H. Andi Sudi, Malik, dan Bripka Dedy Wiratama sebagai sniper. Menurut Eko, keberhasilan operasi ini terjadi karena persiapan yang matang dan penggunaan teknik pemantauan canggih.

Perbandingan dengan Kampung Narkoba Lain

What Happened During tidak hanya menyoroti Gang Langgar Samarinda, tetapi juga membandingkan kampung narkoba lain di Indonesia. Sebelumnya, BNNP DKI Jakarta menargetkan tiga kampung narkoba dalam setahun, dengan total 49 orang ditetapkan sebagai tersangka. Namun, kampung narkoba di Samarinda dianggap lebih kompleks karena keberhasilan mengelola distribusi secara terorganisir. Polisi menyebutkan bahwa keberadaan ‘sniper’ dan HT menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan jaringan tersebut.

Sejarah dan Aktivitas Tersangka

Keberadaan sindikat ini telah menjadi penyakit sosial yang memengaruhi kehidupan warga sekitar. Selama berbulan-bulan, pelaku menyembunyikan narkoba dalam bentuk klip yang dihargai Rp150 ribu per unit. Sistem ini terbukti efektif, dengan satu orang yang diberikan akses ke loket penjualan setiap harinya. Kini, setelah operasi besar-besaran, kegiatan ilegal tersebut terbongkar, menunjukkan bahwa What Happened During bisa berdampak signifikan dalam menangani kasus serupa.

Dari operasi ini, kepolisian menyimpulkan bahwa keberhasilan mengungkap jaringan narkoba tergantung pada kesiapan tim dan penggunaan teknik investigasi yang inovatif. What Happened During menjadi contoh bagaimana kejahatan narkoba bisa ditekan dengan menggali celah keamanan yang sebelumnya dianggap sulit diatasi. Dengan memperkuat strategi pemantauan, polisi berhasil menemukan bukti-bukti keterlibatan warga sekitar dalam menjalankan bisnis narkoba secara sistematis.

Leave a Comment