Sains

Main Agenda: Presiden Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp 4 Triliun, Komisi X DPR: Idealnya Rp 8 Triliun

an Riset Rp 4 Triliun, DPR Minta Rp 8 Triliun Main Agenda – Jakarta – Pemerintah menetapkan peningkatan anggaran riset dan inovasi sebesar Rp 4 triliun pada

Desk Sains
Published Juli 1, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Main Agenda: Prabowo Tambah Anggaran Riset Rp 4 Triliun, DPR Minta Rp 8 Triliun

Main Agenda – Jakarta – Pemerintah menetapkan peningkatan anggaran riset dan inovasi sebesar Rp 4 triliun pada 2026 sebagai bagian dari prioritas nasional. Anggota Komisi X DPR, Lalu Hadrian Irfani, mengusulkan dana riset ini seharusnya mencapai Rp 7 hingga Rp 8 triliun untuk lebih mendukung kemajuan teknologi dan keberlanjutan pembangunan. Meski anggaran Rp 4 triliun dianggap masih kurang optimal, ia mengakui jumlah tersebut bisa diterima dalam konteks situasi keuangan negara.

“Dengan Main Agenda ini, kita berharap riset dapat menjadi pilar utama dalam mengubah paradigma pembangunan bangsa. Idealnya anggaran mencapai Rp 7 hingga Rp 8 triliun, sehingga bisa mengakomodasi kebutuhan strategis di berbagai sektor,” ujar Lalu Hadrian Irfani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Menurut Lalu, dana riset yang lebih besar diperlukan untuk memastikan kualitas sumber daya manusia Indonesia tetap kompetitif. “Peningkatan pendanaan ini akan memungkinkan lembaga penelitian menciptakan inovasi yang bisa diaplikasikan langsung dalam kehidupan masyarakat,” tambahnya. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah dan lembaga riset dalam menggerakkan Main Agenda menuju kemajuan nasional.

Peran Riset dalam Membangun Indonesia

Anggaran riset sebesar Rp 4 triliun pada 2026 menjadi langkah awal dalam mencapai target Main Agenda pemerintah. Penambahan dana ini diharapkan mendorong lahirnya solusi praktis untuk berbagai tantangan, seperti ketergantungan pada teknologi asing dan kurangnya keberlanjutan ekonomi. Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan alokasi dana tersebut sebagai tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Kepresidenan.

Main Agenda memprioritaskan peningkatan riset sebagai kunci pembangunan berkelanjutan. Dana Rp 4 triliun adalah titik awal, tetapi perlu dilanjutkan dengan pengembangan lebih lanjut pada tahun-tahun berikutnya,” jelas Prasetyo seusai mendampingi Presiden pada penutupan Sarasehan Kebangsaan KSTI 2026 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (28/6/2026). Ia menambahkan bahwa kebijakan ini sejalan dengan visi pemerintah mengubah struktur ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui inovasi.

Kebutuhan Strategis Riset Nasional

Komisi X DPR berpendapat bahwa dana riset harus dirancang secara spesifik untuk menjawab kebutuhan strategis bangsa. “Riset mencakup berbagai bidang, mulai dari teknologi hingga kesehatan, jadi perencanaan anggaran harus tepat sasaran dan berkelanjutan,” tambah Lalu Hadrian Irfani. Ia juga menyoroti pentingnya alokasi dana yang memadai agar hasil penelitian dapat memberikan dampak nyata dalam bidang pertanian, energi, dan pendidikan.

Main Agenda ini juga menitikberatkan pada kebijakan pembangunan yang berbasis bukti. Lalu menegaskan bahwa anggaran riset yang lebih besar akan membantu pemerintah menciptakan kebijakan yang lebih efektif. “Dengan dana yang mencukupi, riset bisa menjadi alat untuk merespons perubahan global dan meningkatkan daya saing bangsa,” imbuhnya. Ia menambahkan bahwa anggaran Rp 8 triliun ideal untuk mencapai target Main Agenda dalam 5 tahun ke depan.

Peningkatan anggaran riset juga diharapkan mendorong kolaborasi antara lembaga riset, akademisi, dan sektor swasta. Lalu menyebutkan bahwa penggunaan dana yang optimal memerlukan koordinasi yang lebih baik. “Kita perlu memastikan hasil riset tidak hanya diterbitkan dalam jurnal tetapi juga diaplikasikan dalam kebijakan nyata,” tegasnya. Ia menekankan bahwa Main Agenda ini menjadi jembatan antara penelitian dan implementasi untuk kemajuan Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto berkomitmen meningkatkan pendanaan riset sebagai bagian dari Main Agenda pemerintah. Selain itu, pihaknya juga mengupayakan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mempercepat pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurut pihak Mensesneg, penambahan dana ini akan menjadi fondasi dalam mencapai visi bangsa yang unggul dan berdaya saing. “Kita perlu membangun ekosistem riset yang kuat, sesuai dengan Main Agenda nasional,” ujarnya.

Main Agenda ini juga mencakup peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan riset. Lalu Hadrian Irfani mengusulkan adanya program yang mendorong peneliti dari kalangan muda dan non-akademisi untuk berkontribusi. “Dengan anggaran yang lebih besar, kita bisa menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk terlibat dalam riset, sehingga hasilnya lebih relevan dengan kebutuhan nyata,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat akan memperkuat dampak dari Main Agenda riset nasional.

Leave a Comment