Seleb

Berseteru dengan Rien Wartia Bawa Trauma – Eks ART Buka Pintu Damai Asal Haknya Dikembalikan

Berseteru dengan Rien Wartia Bawa Trauma, Eks ART Berharap Haknya Dikembalikan Berseteru dengan Rien Wartia Bawa Trauma - TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peristiwa

Desk Seleb
Published Juni 5, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Berseteru dengan Rien Wartia Bawa Trauma, Eks ART Berharap Haknya Dikembalikan

Berseteru dengan Rien Wartia Bawa Trauma – TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Peristiwa konflik antara Rien Wartia Trigina dan mantan ART-nya, Herawati, kini menunjukkan kemungkinan penyelesaian. Meski trauma yang dialami Herawati masih terasa, ia menyatakan bersedia berdamai jika hak-hak yang dirugikan dapat dikembalikan. Konflik ini sebelumnya memicu pengajuan laporan ke polisi, namun proses mediasi menawarkan jalan keluar bagi kedua belah pihak.

Proses Mediasi dan Permintaan Hak

“Perdamaian ini bisa terwujud jika pihak Rien Wartia Trigina bersedia mengembalikan barang dan gaji yang belum dibayarkan,” kata Deolipa Yumara, kuasa hukum Herawati, saat menjelaskan langkah-langkah penyelesaian. Menurutnya, kesepakatan damai memerlukan komitmen dari kedua pihak, terutama dalam mengembalikan hak-hak yang telah tertahan selama beberapa waktu.

Herawati, yang akrab disapa Hera, mengungkapkan bahwa trauma dari perkelahian dengan Rien Wartia Trigina masih mengganggu kehidupannya. Ia mengatakan, rasa takut dan kekecewaan terus-menerus muncul, terutama setelah kejelekan dibeberkan ke publik. “Saya merasa malu karena semua kelemahan saya terbongkar. Tapi, jika hak-hak saya bisa dikembalikan, saya siap melupakan semua ini,” ujarnya.

Sebagai bagian dari penyelesaian, Herawati menuntut pengembalian barang-barang pribadinya, seperti ponsel, pakaian, dan dompet. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemberian gaji yang belum dibayarkan selama 28 hari. “Ini adalah syarat utama untuk mengakhiri permasalahan, agar hubungan bisa kembali harmonis,” tambahnya.

Kuasa Hukum: Syarat Perdamaian Harus Jelas

Menurut Natalius Bangun, kuasa hukum lain yang terlibat dalam kasus ini, proses mediasi membutuhkan kesepakatan saling memaafkan dan mencabut laporan. “Selama ada komitmen untuk mengembalikan hak-hak klien, maka kesepakatan damai bisa tercapai,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kejelasan syarat dan penyelesaian yang adil menjadi kunci dalam menyelesaikan konflik ini.

Sejak peristiwa konflik terungkap, Herawati mengalami perubahan signifikan dalam emosional dan mental. Ia bahkan meminta bantuan ART baru bernama Erin untuk mengawasi kondisi majikannya selama proses mediasi. “Saya takut Rien Wartia Trigina bisa mengulangi kesalahan, jadi saya perlu pengawasan,” katanya. Dengan bantuan Erin, Herawati berharap dapat melihat tanda-tanda perubahan dari pihak majikan.

Konflik antara Herawati dan Rien Wartia Trigina tidak hanya mengguncang hubungan pribadi, tetapi juga menarik perhatian publik. Media sosial menjadi saksi bisu ketegangan ini, dengan banyak netizen yang turut prihatin. Beberapa menyebutkan bahwa perbedaan pendapat antara majikan dan ART bisa menjadi pelajaran bagi hubungan kerja yang lebih baik. “Ini bukti bahwa konflik bisa berujung pada pemecahan masalah, asal ada komitmen dan keadilan,” tulis salah satu warganet.

Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kedua belah pihak mulai terbuka untuk dialog. Meski masih ada ketegangan, Herawati menegaskan bahwa ia ingin memulai dari awal dengan Rien Wartia Trigina. “Saya ingin menyelesaikan ini dengan baik, asal semua hak saya tidak dirugikan lagi,” ujarnya. Dengan dukungan dari kuasa hukum dan saksi-saksi, ia berharap proses ini bisa segera berjalan lancar.

Leave a Comment