Ammar Zoni Dikabarkan Menangis saat Kembali ke Nusakambangan
What Happened During – Aktor sekaligus presenter muda Ammar Zoni mengalami momen emosional yang terlihat memburuk saat kembali ke Lapas Nusakambangan di Cilacap, Jawa Tengah. Setelah menjalani sidang putusan kasus peredaran narkoba di Rutan Salemba, ia dipindahkan ke lapas ini, dan laporan menyebutkan bahwa Ammar sempat menangis ketika tiba di lokasi. Kebangkitan berita ini menarik perhatian publik, mengingat Nusakambangan sering dikaitkan dengan lingkungan penjara yang kaku dan memicu trauma pada narapidana.
Proses Pemindahan ke Nusakambangan
Pada Jumat (8/5/2026), Ammar Zoni dan lima terdakwa lainnya dalam kasus narkoba dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Ia tiba di sana pada Sabtu, 9 Mei 2026, pukul 06.55 WIB, dan langsung ditempatkan di sel super maksimum keamanan. Sebelumnya, Ammar telah menjalani sidang di Rutan Narkotika Cipinang, yang berlangsung di Jakarta. Pemindahan ini menunjukkan bahwa putusan hukum telah memutuskan penjara sebagai hukuman terakhir bagi aktor 25 tahun ini.
“Ammar Zoni sangat trauma saat berada di Nusakambangan. Saat saya berada di luar negeri, tim saya mengunjunginya dan ia mengatakan bahwa kondisi mentalnya sangat memburuk,” jelas Krisna Murti, kuasa hukum Ammar Zoni, di Pantai Indah Kapuk, Minggu (10/5/2026). Ini menggambarkan perasaan takut dan kecemasan yang dirasakan oleh aktor yang sebelumnya dikenal dengan kepribadian optimis.
Kondisi Emosional dan Harapan Ammar
Krisna Murti juga menuturkan bahwa Ammar Zoni berharap tidak kembali ke Lapas Nusakambangan. “Ia ingin tetap berada di luar sana, tapi kewenangan mengembalikan ke lapas itu sudah ditetapkan oleh kejaksaan,” tambahnya. Trauma yang dialami oleh Ammar terlihat jelas dari ucapan kuasa hukumnya, yang mengungkap bahwa kondisi psikologisnya terganggu setelah mengetahui keputusan pengadilan.
Ammar Zoni, yang sebelumnya menjadi pusat perhatian karena prestasinya di dunia hiburan, kini menjadi korban peristiwa yang dianggap mengguncang. Penjara Nusakambangan, yang dikenal sebagai tempat penahanan untuk kasus berat, memiliki lingkungan yang intens dan penuh tekanan. Hal ini membuat banyak orang merasa prihatin dengan kondisi mental Ammar yang berubah drastis setelah berada di sana.
Reaksi dari Keluarga dan Masyarakat
Reaksi keluarga Ammar Zoni pun tak terlepas dari isu ini. Kelia, kekasihnya, mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui Ammar dipindahkan ke Nusakambangan. Ia meminta kasus kekasihnya diperiksa ulang, menganggap situasi di lapas tersebut cukup mengerikan bagi Ammar. “Ia takut kehilangan kebebasan dan kehidupan normalnya,” kata Kelia, yang sebelumnya sering terlihat mendukung Ammar di berbagai acara.
What Happened During juga menjadi topik hangat di media sosial, dengan banyak netizen membagikan perasaan mereka. Beberapa mengkritik hukuman yang diberikan, sementara yang lain menyebutkan bahwa ini adalah bagian dari proses hukum yang wajar. Namun, ada yang mengkhawatirkan dampak psikologis Ammar yang bisa berlanjut hingga menjelang pembebasannya. Krisna Murti menegaskan bahwa tim hukum akan terus memantau kondisi klien mereka dan memberikan dukungan moral selama masa penahanan.
Kelompok penjara di Nusakambangan diketahui memiliki sistem yang ketat, dengan pengawasan ketat dan lingkungan yang terbatas. Faktor ini bisa memperparah rasa putus asa dan kelelahan mental narapidana. Sebelumnya, Ammar Zoni dikenal sebagai sosok yang penuh semangat, tetapi kembali ke Nusakambangan justru membuatnya terlihat lemah. Berita ini juga memicu diskusi mengenai perlakuan terhadap tokoh muda dalam kasus hukum, apakah cukup manusiawi atau masih perlu penyesuaian.