Lifestyle

Key Discussion: Netflix Effect: Bagaimana Streaming Global Mengangkat Cerita Lokal Indonesia ke Panggung Dunia

Netflix Effect: Peran Platform Streaming Global dalam Membangun Industri Kreatif Indonesia Key Discussion - Platform streaming Netflix merilis laporan khusus

Desk Lifestyle
Published Mei 13, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Netflix Effect: Peran Platform Streaming Global dalam Membangun Industri Kreatif Indonesia

Key Discussion – Platform streaming Netflix merilis laporan khusus dengan judul The Netflix Effect, yang mengeksplorasi dampak kehadiran layanan tersebut di berbagai aspek, termasuk ekonomi, budaya, dan kreativitas, di seluruh dunia. Laporan ini menyoroti peran Netflix dalam menggerakkan pertumbuhan industri hiburan lokal, khususnya di Indonesia, sejak beberapa tahun terakhir.

Kontribusi Ekonomi dan Jangkauan Global

Dalam satu dekade, Netflix menyatakan telah memberikan kontribusi ekonomi lebih dari US$325 miliar. Selain itu, perluasan jangkauannya menciptakan peluang baru bagi kreator dan komunitas lokal di berbagai wilayah. Sebagai contoh, dari 60 negara pada sepuluh tahun lalu, Netflix kini hadir di lebih dari 190 negara dalam waktu singkat.

“Setiap produksi yang kami lakukan sebenarnya merupakan inisiatif lokal yang berdampak pada pengembangan bisnis dan penciptaan pekerjaan di daerah setempat,” ujar Ted Sarandos, Co-CEO Netflix.

Untuk memperkuat kehadirannya, Netflix melaksanakan produksi di lebih dari 4.500 kota dan wilayah di 50 negara. Dengan investasi sebesar US$135 miliar untuk konten, platform ini menciptakan lebih dari 425.000 lapangan kerja langsung serta melibatkan lebih dari 700.000 tenaga kerja tambahan secara global.

Kolaborasi dengan Sutradara Lokal

Sutradara Indonesia, Lucky Kuswandi, yang bekerja sama dengan Netflix dalam beberapa proyek seperti Ratu Ratu Queens, A Normal Woman, dan Dear David, menekankan bahwa keberagaman penonton platform ini memberikan ruang bagi sineas untuk bereksperimen tanpa terikat pada format tertentu. Menurutnya, ekosistem Netflix menjadi sarana penting bagi pembuat film Indonesia untuk menyampaikan narasi yang beragam.

“Kehadiran Netflix memberikan kebebasan kreatif yang memungkinkan kita menghasilkan karya tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu memicu refleksi,” kata Lucky Kuswandi.

Konten lokal Indonesia kini mendapat tempat di panggung internasional, dengan jumlah penonton yang terus meningkat. Dalam laporan terbaru, sebanyak 35 judul film Indonesia berada dalam daftar Global Top 10 Non-English Netflix hingga Januari 2025. Lebih dari 90% pengguna di Indonesia aktif menonton tayangan lokal sepanjang tahun 2025.

Pencapaian Tayangan Lokal

Tren menunjukkan pergeseran signifikan dalam konsumsi konten. Dulu, konten berbahasa non-Inggris hanya menyumbang kurang dari 10% total tontonan, kini bagian tersebut melampaui sepertiga dari keseluruhan. Netflix juga menyediakan dubbing dalam 36 bahasa dan subtitle dalam 33 bahasa untuk memudahkan akses penonton.

Dari sisi tayangan, beberapa film Indonesia mencatatkan prestasi luar biasa. Abadi Nan Jaya (2025), film zombie pertama Netflix Indonesia, mencapai lebih dari 11 juta penayangan dalam beberapa hari dan menduduki peringkat #1 Global Top 10. Gadis Kretek (2023) menembus daftar Global Top 10 dengan 1,6 juta tayangan dalam satu minggu, memperkenalkan narasi budaya yang kaya kepada penonton internasional.

The Shadow Strays (2024) mencetak penayangan Top 10 di 85 negara dalam waktu singkat, sementara Luka Makan Cinta (2026) berada di posisi #6 Global Top 10 dengan sekitar 2,4 juta tayangan dan masuk Top 10 di 30 negara. Kehadiran tayangan ini tidak hanya mengangkat peran Indonesia dalam industri film, tetapi juga memperkaya pengenalan budaya lokal di seluruh dunia.

Leave a Comment