Tetap Ngantuk Meski Tidur Lama hingga Mendengkur? Ini Tanda Gangguan Jantung yang Perlu Diperhatikan
Tetap Ngantuk meski Tidur Lama hingga – Meski telah tidur cukup lama, banyak orang tetap merasa kantuk dan lelah. Fenomena ini bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti gangguan jantung. Selain itu, kebiasaan mendengkur yang terlihat seperti tanda tidur nyenyak sebenarnya dapat mengindikasikan masalah fisiologis yang berpotensi membahayakan kesehatan jantung. Jika gejala ini berlangsung terus-menerus, penting untuk waspada dan mengecek kondisi tubuh sebelumnya.
Mengapa Tetap Ngantuk Meski Tidur Lama Bisa Jadi Tanda Gangguan Jantung?
Tetap Ngantuk meski Tidur Lama sering kali dianggap sebagai efek dari kurang tidur atau kelelahan fisik. Namun, pada beberapa kasus, ini bisa terkait dengan kondisi tidur yang tidak optimal. Salah satu gangguan tidur yang sering disebut adalah obstructive sleep apnea, di mana saluran napas terhalang, menyebabkan napas terhenti selama tidur. Gangguan ini tidak hanya membuat seseorang bangun terasa lelah, tetapi juga berdampak pada fungsi jantung secara konsisten.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.JP, Subsp.Ar(K), FIHA, menjelaskan bahwa gangguan tidur seperti sleep apnea bisa memicu atrial fibrilasi. “Tetap Ngantuk meski Tidur Lama mungkin bukan hanya masalah kualitas tidur, tapi juga pertanda gangguan jantung,” katanya. Jika seseorang sering mendengkur dan terbangun secara tiba-tiba karena kesulitan bernapas, ini bisa menjadi tanda bahaya.
“Dalam kasus sleep apnea, napas terhenti selama beberapa detik hingga menit, sehingga tubuh tidak benar-benar pulih,” ujar dr. Dony. Keadaan ini membuat seseorang merasa lelah meski sudah beristirahat cukup lama. Dampaknya bisa mengganggu irama jantung, menyebabkan detak jantung tidak teratur dan berpotensi mempercepat risiko penyakit kardiovaskular.
Gejala Lain yang Perlu Diwaspadai
Tidak hanya kantuk dan dengkuran, gangguan jantung yang terkait dengan tidur buruk juga bisa menunjukkan gejala seperti dada berdebar-debar, sesak napas, atau rasa tidak nyaman saat tidur. Tetap Ngantuk meski Tidur Lama juga sering disertai dengan kelelahan yang tidak bisa dihilangkan dengan istirahat biasa. Gejala ini bisa menjadi tanda kelebihan beban pada jantung atau adanya penyumbatan pada pembuluh darah.
Penelitian menunjukkan bahwa kondisi sleep apnea yang terlalu sering terjadi selama bertahun-tahun bisa meningkatkan risiko terkena atrial fibrilasi sebesar 30% hingga 50%. Hal ini terjadi karena jantung terus-menerus bekerja keras untuk mengalirkan oksigen ke tubuh selama napas terhenti. Akibatnya, fungsi jantung mengalami penurunan, dan kondisi ini bisa berkembang menjadi penyakit jantung kronis jika tidak diatasi.
Sejumlah gejala yang muncul, seperti tidur terganggu, pusing di pagi hari, atau sukar berkonsentrasi, juga perlu diperhatikan. Jika seseorang mengalami tetap ngantuk meski tidur lama dan gejala lainnya, segera konsultasi dengan dokter untuk memastikan kondisi jantung tidak dalam risiko. Diagnosis dini dapat mencegah komplikasi yang lebih parah.
