Dokter Gigi Ungkap 4 Kebiasaan yang Bikin Gigi Cepat Berlubang
Dokter Gigi Ungkap 4 Kebiasaan – Dalam dunia kesehatan gigi, beberapa kebiasaan sehari-hari yang sering diabaikan ternyata memiliki dampak serius pada kesehatan gigi. Menurut dokter gigi spesialis anak dari RS Pondok Indah–Puri Indah, drg. Alana Aluditasari, Sp.K.G.A., kebiasaan rutin ini bisa mempercepat terbentuknya karies dan merusak struktur gigi secara permanen jika tidak diperbaiki sejak awal. Dengan memahami penyebab utama kerusakan gigi, orang tua dan individu dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat untuk menjaga kesehatan gigi optimal.
Kebiasaan 1: Tidur Setelah Minum Susu dari Botol
Kebiasaan yang paling sering ditemukan adalah anak-anak yang terbiasa tidur setelah minum susu dari botol. Saat susu tersisa di rongga mulut, bakteri yang hidup di mulut akan menggunakan gula dalam susu sebagai bahan bakar untuk menghasilkan asam. Asam ini kemudian merusak lapisan enamel gigi, memicu terbentuknya lubang. Dokter gigi mengingatkan bahwa kebiasaan ini tidak hanya berdampak pada gigi susu, tetapi juga bisa mengganggu gigi permanen jika tidak diperhatikan sejak usia dini.
“Kebiasaan ini membuat sisa makanan terperangkap di gigi, menciptakan lingkungan ideal bagi bakteri berkembang biak,” kata drg. Alana dalam wawancara via Zoom, Jumat (17/7/2026). “Oleh karena itu, penting untuk menyikat gigi anak setelah minum susu, terutama jika mereka masih memiliki gigi susu.”
Kebiasaan 2: Makan Terlalu Lama dan Tidak Teratur
Sebuah kebiasaan lain yang berpotensi merusak gigi adalah memakan makanan manis atau asam dalam waktu lama. Saat seseorang makan terus-menerus tanpa membersihkan mulut, asam yang dihasilkan oleh bakteri akan terus menyerang enamel, mempercepat proses kerusakan. Dokter gigi menyarankan untuk menghabiskan makanan dalam waktu 30 menit, karena waktu yang terlalu lama meningkatkan risiko terbentuknya karies.
“Makan dalam waktu 30 menit harus selesai agar mulut tidak terpapar gula terlalu lama,” tambah drg. Alana. “Kebiasaan ini terutama berisiko bagi anak yang sering menggigit karet, permen, atau benda keras lainnya.”
Kebiasaan ini juga berdampak pada kebiasaan berisiko lain, seperti makan terlalu sering dalam sehari. Pemakaian makanan manis secara terus-menerus memberikan nutrisi ekstra bagi bakteri, yang berdampak pada peningkatan produksi asam. Selain itu, karies yang terbentuk bisa menyebar ke gigi tetangga jika tidak diatasi secara tepat.
Kebiasaan 3: Makanan Manis Sebelum Tidur
Dokter Gigi Ungkap 4 Kebiasaan – Kebiasaan yang sering terlewat adalah konsumsi makanan manis sebelum tidur. Makanan seperti permen, kue kering, atau coklat tidak hanya meninggalkan residu gula di gigi, tetapi juga memperpanjang waktu kontak antara makanan dan enamel. Karena seseorang tidak menyikat gigi setelah makan, asam yang dihasilkan akan terus menggerogoti lapisan gigi hingga malam hari.
“Kebiasaan makan manis sebelum tidur sangat merusak, karena proses pembersihan tidak terjadi sampai pagi hari,” jelas drg. Alana. “Orang tua harus mengingatkan anak untuk tidak menyantap makanan manis di dekat waktu tidur.”
Dokter gigi juga menekankan bahwa kebiasaan ini berdampak pada kesehatan gigi dewasa. Makanan manis yang dikonsumsi sebelum tidur dapat menyebabkan peningkatan risiko karies, bahkan pada orang yang memiliki kebersihan mulut yang baik. Selain itu, jika tidak diatasi, kebiasaan ini bisa memperparah masalah seperti gigi sensitif atau peradangan gusi.
Kebiasaan 4: Gigi Tidak Dibersihkan Secara Rutin
Dokter Gigi Ungkap 4 Kebiasaan – Selain kebiasaan sebelumnya, kurangnya pembersihan gigi secara rutin juga menjadi penyebab utama karies. Banyak orang mengabaikan kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, yaitu pagi dan malam. Selain itu, penggunaan pasta gigi yang tidak tepat atau tidak cukup bisa mengurangi efektivitas pembersihan.
“Pembersihan gigi yang tidak lengkap meningkatkan risiko karies dan masalah kesehatan mulut lainnya,” kata drg. Alana. “Selalu pastikan untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride, karena komponen ini membantu melindungi gigi dari serangan bakteri.”
Orang tua perlu memperhatikan kebiasaan anak-anak mereka, terutama jika mereka masih menyusui atau mengkonsumsi susu formula. Tidak adanya pengawasan dalam kebiasaan perawatan gigi dapat menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti infeksi gigi atau gigi berlubang yang membutuhkan operasi.
Importansi Perawatan Dini dan Penyebab Karies
Kebiasaan yang memicu karies juga terkait dengan pola makan dan kebiasaan kebersihan mulut. Karies gigi adalah hasil dari interaksi antara bakteri, makanan, dan waktu. Bakteri mengubah gula menjadi asam, yang kemudian menghancurkan enamel gigi. Jika tidak diperbaiki, kondisi ini bisa berlanjut menjadi infeksi yang merusak jaringan gigi dan rahang.
“Pencegahan lebih baik daripada pengobatan,” tegas drg. Alana. “Dengan memahami kebiasaan berisiko, kita dapat mencegah masalah gigi yang bisa mengganggu kesehatan secara keseluruhan.”
Dokter gigi mengingatkan bahwa kebiasaan seperti menggigit benda keras, mengkonsumsi makanan manis berlebihan, dan tidak membersihkan gigi secara rutin adalah penyebab utama kegigian. Selain itu, kurangnya kunjungan ke dokter gigi juga bisa memperparah kondisi, karena diagnosa dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.
Kebiasaan ini bisa terjadi pada semua usia, termasuk dewasa. Meski gigi dewasa lebih kuat, kebiasaan buruk yang sama tetap berpotensi menyebabkan kerusakan. Dengan memperhatikan kebiasaan sehari-hari, orang tua dan individu dapat mengurangi risiko karies dan menjaga kesehatan gigi secara jangka panjang.
