Kesehatan

YKI Ungkap Penjelasan Ilmiah Soal Atap Asbes Bisa Sebabkan Kanker Paru

Perbincangan publik seputar atap berbahan asbes kembali menguat. Banyak warga yang mengaitkan keberadaan material ini dengan peningkatan kemungkinan terserang

Desk Kesehatan
Published Agustus 6, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : William Gonzalez - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Asesmen Ilmiah YKI: Hubungan Atap Asbes dengan Risiko Kanker Paru
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Asesmen Ilmiah YKI: Hubungan Atap Asbes dengan Risiko Kanker Paru

Beritahitam.com – Perbincangan publik seputar atap berbahan asbes kembali menguat. Banyak warga yang mengaitkan keberadaan material ini dengan peningkatan kemungkinan terserang kanker paru. Namun, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menekankan bahwa pemahaman masyarakat perlu lebih komprehensif dan didasarkan pada bukti ilmiah yang valid.

Risiko kanker paru tidak hanya bergantung pada ada atau tidaknya atap asbes di rumah. Faktor kuncinya adalah paparan serat asbestos yang terlepas ke atmosfer dan kemudian terhirup oleh manusia. Masyarakat disarankan untuk tetap tenang namun waspada, khususnya ketika material asbes dalam kondisi rusak, lapuk, atau mengalami proses pemotongan, pembor, dan pembongkaran.

Posisi Organisasi Kesehatan Dunia dan National Cancer Institute

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan tingkat paparan asbestos yang benar-benar aman bagi kesehatan. Serat asbestos berukuran mikroskopis yang melayang di udara dan masuk ke dalam sistem pernapasan telah terbukti meningkatkan risiko kanker paru serta berbagai penyakit terkait asbestos lainnya.

Sementara itu, National Cancer Institute (NCI) menjelaskan bahwa serat asbestos yang terhirup dapat bertahan di dalam paru-paru selama bertahun-tahun. Kondisi ini memicu peradangan kronis yang pada akhirnya meningkatkan peluang terjadinya kanker paru maupun mesothelioma.

Perbedaan Material Utuh dan Material Terpapar

Ilmu pengetahuan membedakan antara material yang mengandung asbestos dengan paparan serat yang beterbangan di udara. Material yang masih utuh memiliki potensi pelepasan serat lebih rendah dibandingkan material yang sudah rusak atau melalui proses pengolahan seperti pemotongan, pembor, pemecahan, atau pembongkaran.

Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, Ketua Umum YKI, menyatakan bahwa Hari Kanker Paru Sedunia merupakan kesempatan penting untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Melalui momen ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang akurat dan berbasis bukti ilmiah.

“Kanker paru masih menjadi salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan, deteksi dini, serta pentingnya memperoleh informasi kesehatan yang didasarkan pada bukti ilmiah,” ujar Prof. Aru dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Rekomendasi untuk Pemilik Atap Asbes

YKI mengingatkan masyarakat yang masih menggunakan material asbes agar tidak melakukan pembongkaran secara mandiri tanpa mengikuti prosedur yang tepat. Proses pembongkaran justru menjadi kondisi paling berisiko karena dapat melepaskan serat asbestos dalam jumlah signifikan ke udara sekitar.

Frequently Asked Questions

What is YKI Ungkap Penjelasan Ilmiah Soal Atap?

YKI Ungkap Penjelasan Ilmiah Soal Atap is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does YKI Ungkap Penjelasan Ilmiah Soal Atap matter?

YKI Ungkap Penjelasan Ilmiah Soal Atap matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment