Regional

BPBD Pangandaran Belum Terima Laporan Kerusakan pasca Gempa 5,3 SR

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangandaran mengonfirmasi bahwa hingga Rabu malam tanggal 5 Agustus 2026, BPBD Pangandaran Belum Terima Laporan

Desk Regional
Published Agustus 6, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Anthony Moore - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Gempa 5,3 SR Guncang Pangandaran, BPBD Catat Belum Ada Laporan Kerusakan
  2. Related Reading

Gempa 5,3 SR Guncang Pangandaran, BPBD Catat Belum Ada Laporan Kerusakan

Beritahitam.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pangandaran mengonfirmasi bahwa hingga Rabu malam tanggal 5 Agustus 2026, BPBD Pangandaran Belum Terima Laporan kerusakan bangunan yang disebabkan oleh guncangan gempa bumi. Peristiwa ini terjadi setelah wilayah tersebut dilanda gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 yang dirasakan cukup kuat oleh masyarakat setempat. Hingga saat ini, tim BPBD masih melakukan pendataan dan menunggu informasi lebih lanjut dari berbagai titik di wilayah Kabupaten Pangandaran.

Menurut data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 21.55.41 WIB. Episentrum tercatat berada di koordinat 8,12 Lintang Selatan dan 107,91 Bujur Timur, tepatnya berjarak sekitar 79 kilometer ke arah barat daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Kedalaman pusat gempa tercatat mencapai 18 kilometer, yang termasuk dalam kategori gempa dangkal. Gempa dengan kedalaman seperti ini umumnya lebih terasa oleh masyarakat di permukaan dibandingkan gempa yang berpusat lebih dalam.

Tim BPBD Masih Melakukan Peninjauan Lapangan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, menjelaskan bahwa saat ini timnya sedang aktif melakukan peninjauan ke lapangan. Proses penghimpunan informasi lanjutan dari berbagai wilayah juga masih terus berlangsung. Tim penanggulangan bencana telah disiagakan untuk merespons setiap laporan yang masuk dari masyarakat.

“Belum ada laporan kerusakan. Saat ini masih dalam proses pendataan dan menunggu informasi,” ujar Dodo melalui pesan WhatsApp kepada Tribun Jabar pada Rabu malam.

Getaran gempa ini dirasakan cukup kuat oleh warga di berbagai titik di Kabupaten Pangandaran. Kondisi tersebut sempat memicu kepanikan dan membuat banyak masyarakat berhamburan keluar dari rumah mereka. Beberapa warga melaporkan bahwa guncangan berlangsung selama beberapa detik dan cukup terasa hingga ke bangunan-bangunan bertingkat.

Harapan Situasi Tetap Terkendali

Merespons potensi aktivitas gempa susulan serta ancaman gelombang tsunami, Dodo menyampaikan harapannya agar situasi dapat tetap terkendali. Ia juga menekankan bahwa gempa ini memang cukup dangkal meskipun pusatnya berada di laut. Gempa dangkal dengan magnitudo 5,3 SR berpotensi menimbulkan kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan yang tidak memenuhi standar tahan gempa.

“Mudah-mudahan tidak terjadi. Gempa ini memang cukup dangkal meskipun pusatnya berada di laut,” katanya.

Dodo juga berpesan kepada seluruh warga agar tidak mudah panik namun senantiasa menjaga kesiapsiagaan. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, tetapi harus selalu waspada terhadap kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan akibat gempa susulan. BPBD Pangandaran telah menyiapkan posko darurat dan tim siaga untuk menangani setiap perkembangan situasi.

“Masyarakat tetap tenang, jangan panik, tetapi harus tetap waspada terhadap kemungkinan hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap Dodo.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Gempa Pangandaran

Apa magnitudo gempa yang mengguncang Pangandaran? Gempa yang mengguncang Kabupaten Pangandaran pada Rabu malam, 5 Agustus 2026, memiliki magnitudo 5,3 SR.

Kapan gempa terjadi? Gempa terjadi pada pukul 21.55.41 WIB sesuai data BMKG.

Di mana lokasi episentrum gempa? Episentrum berada di koordinat 8,12 Lintang Selatan dan 107,91 Bujur Timur, sekitar 79 kilometer barat daya Kabupaten Pangandaran.

Apakah ada laporan kerusakan hingga saat ini? Sesuai konfirmasi BPBD Pangandaran Belum Terima Laporan kerusakan, hingga Rabu malam belum ada laporan masuk mengenai kerusakan bangunan.

Apakah ada ancaman tsunami? BPBD Pangandaran mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan ancaman tsunami meskipun hingga saat ini belum ada peringatan resmi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan situasi di Pangandaran, pembaca dapat mengunjungi TribunJabar.com atau memantau akun media sosial resmi BPBD Kabupaten Pangandaran.

Artikel ini sebelumnya telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Gempa M 5,3 Guncang Pangandaran, BPBD Belum Terima Laporan Kerusakan.

Leave a Comment