Nasional

Muktamar Kian Dekat, Sekretaris PCNU Bangkalan Klaim Sejumlah Pengurus NU Belum Terima Undangan

Persiapan menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama semakin intensif dilakukan oleh seluruh pengurus di seluruh Indonesia. Muktamar Kian Dekat Sekretaris PCNU

Desk Nasional
Published Agustus 14, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
logo-nahdlatul-ulama
Foto : Karen Martinez - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Muktamar Kian Dekat: Sekretaris PCNU Bangkalan Ungkap Pengurus Belum Terima Undangan
  2. Related Reading

Muktamar Kian Dekat: Sekretaris PCNU Bangkalan Ungkap Pengurus Belum Terima Undangan

Isu Keterlambatan Undangan dan Persiapan Administrasi

Beritahitam.com – Persiapan menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama semakin intensif dilakukan oleh seluruh pengurus di seluruh Indonesia. Muktamar Kian Dekat Sekretaris PCNU Bangkalan, KH Dimyati Muhammad, mengungkap bahwa masih banyak pengurus NU di berbagai daerah yang hingga pertengahan Agustus 2026 belum menerima surat undangan resmi dari Panitia Muktamar PBNU. Acara yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur ini menjadi forum tertinggi bagi seluruh anggota NU.

Keterlambatan pengiriman undangan ini menjadi perhatian serius karena waktu pelaksanaan sudah semakin dekat. KH Dimyati Muhammad, yang lebih dikenal dengan panggilan Lora Dim, menjelaskan bahwa banyak pengurus PWNU dan PCNU, baik dari Jawa maupun luar Jawa, yang masih menunggu surat undangan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tersendiri, terutama bagi pengurus yang harus menempuh perjalanan jauh dan perlu mengatur keberangkatan lebih awal.

Kami khawatir undangannya mepet. Kalau dikirim H-7, tiket pesawat dan kereta pasti sudah mahal, bahkan habis. Terutama PWNU-PCNU luar Jawa, bahkan banyak yang dari daerah kepulauan. Padahal, di antara mereka berangkat rombongan.

Ungkapan tersebut disampaikan KH Dimyati Muhammad melalui pesan yang diterima pada Kamis, 13 Agustus 2026. Ia menambahkan bahwa keterlambatan ini bukan hanya masalah administrasi sederhana, tetapi juga berdampak pada persiapan logistik dan koordinasi keberangkatan para delegasi NU dari berbagai daerah.

Tantangan Koordinasi dan Isu AHWA

Selain masalah undangan, sejumlah pengurus NU juga menghadapi tantangan dalam hal administrasi internal. Lora Dim menyebutkan bahwa ia telah menerima berbagai laporan dari pengurus NU di luar Jawa mengenai belum diterimanya undangan resmi untuk Muktamar ke-35. Ketidakjelasan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kepastian pelaksanaan muktamar sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya.

Salah satu isu penting yang sedang menjadi perhatian adalah penyerahan nama-nama Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA). Banyak pengurus daerah yang mengaku telah diminta menyerahkan nama-nama calon AHWA, namun belum ada surat permohonan resmi dari panitia yang menjelaskan mekanisme dan detail lengkapnya. Hal ini membuat beberapa pengurus merasa bingung mengenai prosedur yang harus diikuti.

Padahal belum ada surat permohonan resmi dari panitia, mekanisme dan penjelasan lengkapnya. Ini maunya, apa?

Lora Dim menilai bahwa isu AHWA perlu mendapat perhatian serius karena forum tersebut memiliki posisi strategis dalam proses pengambilan keputusan di lingkungan NU. AHWA merupakan pemegang hak suara tertinggi di Muktamar, sehingga penentuan nama-namanya sangat krusial dan rawan terhadap politisasi. Kondisi ini menempatkan sejumlah PWNU dan PCNU dalam posisi dilematis menjelang penyelenggaraan muktamar.

AHWA adalah pemegang hak suara tertinggi di Muktamar. Karena itu, penentuan nama AHWA sangat strategis dan rawan dipolitisasi. Mereka harus hati-hati. Masa depan jam’iyyah NU ada di tangan mereka. Sekali salah menulis dan tanda-tangan, maka nasib NU menjadi taruhannya.

Persiapan dan Harapan Pengurus NU

Menghadapi berbagai tantangan tersebut, para pengurus NU di berbagai daerah terus melakukan koordinasi dan persiapan. Muktamar Kian Dekat Sekretaris PCNU Bangkalan berharap agar panitia PBNU dapat segera menyelesaikan administrasi dan mengirimkan undangan kepada seluruh pengurus yang belum menerimanya. Dengan demikian, para delegasi dapat mengatur keberangkatan mereka dengan lebih baik dan memastikan partisipasi penuh dalam Muktamar ke-35.

Para pengurus juga berharap agar mekanisme penyerahan nama AHWA dapat segera diperjelas melalui surat resmi dari panitia. Hal ini akan membantu mengurangi kebingungan dan memastikan bahwa proses pemilihan AHWA berjalan lancar sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Muktamar merupakan momen penting bagi NU untuk mengevaluasi perjalanan organisasi dan merumuskan arah kebijakan ke depan.

Dengan segala persiapan yang dilakukan, diharapkan Muktamar ke-35 dapat berjalan sukses dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis untuk kemajuan Nahdlatul Ulama. Para pengurus dari berbagai daerah siap untuk hadir dan berpartisipasi aktif dalam forum tertinggi ini, meskipun masih ada beberapa kendala administrasi yang perlu diselesaikan.

FAQ: Pertanyaan Umum Mengenai Muktamar NU

Kapan Muktamar ke-35 NU akan dilaksanakan?

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Siapa yang berhak menjadi peserta Muktamar?

Peserta Muktamar terdiri dari pengurus PWNU, PCNU, dan pengurus NU di tingkat ranting serta anggota NU yang memenuhi syarat sebagai delegasi dari masing-masing wilayah.

Apa itu AHWA dalam konteks Muktamar?

AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi) adalah pemegang hak suara tertinggi di Muktamar yang bertugas menentukan arah kebijakan dan kepemimpinan NU selama periode berikutnya.

Bagaimana jika undangan Muktamar belum diterima?

Pengurus yang belum menerima undangan dapat menghubungi sekretariat PCNU atau PWNU setempat untuk memastikan status undangan atau menghubungi panitia Muktamar PBNU secara langsung.

Apakah ada perubahan lokasi atau jadwal Muktamar?

Hingga saat ini, lokasi dan jadwal Muktamar ke-35 tetap di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada tanggal 27-31 Agustus 2026, sesuai dengan rencana awal.

Leave a Comment